Api Mengamuk di Sikka Regency, Polsek Waigete Polres Sikka dan Warga Bahu-Membahu Cegah Kobaran Meluas

Kebakaran lahan kosong milik Perumahan Sikka Regency di Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, menghanguskan sekitar satu hektare lahan pada Senin malam (19/10/2026). Berkat respons cepat personel Polsek Waigete bersama warga, api berhasil dipadamkan pada pukul 21.30 WITA. Namun, penyebab pasti kebakaran masih misterius dan memerlukan penelusuran lebih lanjut.

Api Mengamuk di Sikka Regency, Polsek Waigete Polres Sikka dan Warga Bahu-Membahu Cegah Kobaran Meluas
Polsek Waigete Polres Sikka dan Warga Berjibaku Jinakkan Si Jago Merah, Satu Hektare Lahan Sikka Regency Hangus Terbakar

Maumere, 20 Oktober 2026. Tribratanewssikka.com— Malam belum sepenuhnya berlalu ketika kobaran api menerobos kegelapan di lahan kosong milik Perumahan Sikka Regency, RT 003/RW 002, Dusun Daranatar, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Senin (19/10/2026). 

Rumput ilalang dan dedaunan kering menjadi santapan si jago merah. Di tengah tiupan angin kencang, api menjalar cepat, mengubah lahan terbuka menjadi hamparan yang dilalap kobaran merah membara.

 

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi sekitar pukul 19.30 WITA itu sontak memicu respons aparat kepolisian setelah warga melaporkan kejadian tersebut kepada piket Polsek Waigete melalui sambungan telepon.

 

Laporan warga menjadi alarm awal. Tanpa menunggu situasi berkembang lebih jauh, piket Polsek Waigete segera meneruskan informasi kepada Kapolsek Waigete dan bergerak menuju lokasi kejadian. Dari kejauhan, asap telah membubung, sementara kobaran api terlihat menyebar dan melahap vegetasi kering di kawasan tersebut.

 

Situasi di lapangan bukan perkara mudah. Tiupan angin yang cukup kencang menjadi faktor yang mempercepat penjalaran api. Rumput ilalang dan dedaunan kering yang mudah terbakar membuat kobaran semakin sulit dikendalikan hanya dengan peralatan sederhana.

 

Pada pukul 19.45 WITA, personel Polsek Waigete bersama warga RT 003/RW 002, Dusun Daranatar, Desa Hoder, turun langsung melakukan pemadaman secara manual. Berbekal ranting-ranting kayu, mereka berupaya memukul dan meredam kobaran api agar tidak terus merambat ke area lain.

 

Di tengah kondisi yang menantang, aparat dan masyarakat bahu-membahu menghadapi api yang terus menjalar. Tidak ada ruang untuk lengah ketika angin kencang dan vegetasi kering berpadu menjadi pemicu meluasnya kebakaran. Setelah upaya pemadaman berlangsung selama kurang lebih satu jam 45 menit sejak dimulai, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 21.30 WITA.

 

Berdasarkan laporan awal, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih satu hektare. Area tersebut diketahui merupakan lahan kosong milik Perumahan Sikka Regency. Namun, padamnya api belum menjawab pertanyaan paling mendasar: dari mana sumber api bermula?

 

Hingga laporan disampaikan, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Belum terdapat keterangan yang memastikan apakah api dipicu faktor alam, kelalaian manusia, ataupun unsur kesengajaan. Karena itu, penyebab kebakaran tidak dapat disimpulkan sebelum ada informasi atau hasil pemeriksaan lebih lanjut.

 

Di balik keberhasilan pemadaman, asal mula api tetap menjadi tanda tanya yang membutuhkan perhatian. Identifikasi sumber kebakaran penting untuk memperjelas kronologi kejadian sekaligus menjadi bahan evaluasi guna mencegah insiden serupa terulang.

 

Kesigapan personel Polsek Waigete bersama warga menjadi bagian penting dalam penanganan peristiwa tersebut. Begitu menerima informasi, aparat segera bergerak ke lokasi dan melakukan upaya pemadaman bersama masyarakat hingga api berhasil dikendalikan pada malam yang sama.

 

Kejadian ini sekaligus menjadi peringatan bahwa lahan kosong bukan berarti bebas risiko. Rumput yang mengering, tumpukan dedaunan, serta angin kencang dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan api menyebar dengan cepat, bahkan sebelum sumbernya diketahui.

 

Kewaspadaan masyarakat dan pemantauan area rawan kebakaran menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko meluasnya karhutla. Apabila menemukan titik api atau kepulan asap mencurigakan, masyarakat diimbau segera melaporkannya kepada aparat setempat agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

 

Kebakaran di lahan kosong Sikka Regency memang berhasil dipadamkan. Namun, satu hal masih menggantung: penyebab pasti kebakaran belum terungkap.

 

Dengan luas area terdampak diperkirakan sekitar satu hektare, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keterlambatan penanganan dapat memperbesar dampak kebakaran, terlebih ketika kondisi alam mendukung penjalaran api.

 

Kini, kobaran telah berhenti. Akan tetapi, kewaspadaan tidak boleh ikut padam. Sebab, mencegah kebakaran berikutnya bukan hanya soal memadamkan api ketika sudah membesar, melainkan juga memastikan setiap potensi bahaya mendapat perhatian sebelum berubah menjadi ancaman yang lebih luas. [Cm24]

"POLISI BERSAMA MASYARAKAT"