Dari Dapur hingga Sekolah, Program Makan Bergizi Gratis Jangkau Puluhan Ribu Warga Sikka

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sikka pada Rabu, 14 Januari 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar, dengan melibatkan 12 Dapur SPPG aktif dan menjangkau 31.784 penerima manfaat dari total sasaran sekitar 34.000 orang. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, dan masa depan generasi muda serta kelompok rentan, dengan dukungan pengawasan yang optimal dari Polres Sikka.

Dari Dapur hingga Sekolah, Program Makan Bergizi Gratis Jangkau Puluhan Ribu Warga Sikka
Negara Hadir dari Dapur hingga Sekolah, MBG Jadi Pondasi Peningkatan Gizi dan SDM Generasi Masa Depan

Tribratanewssikka.com - Maumere, 15 Januari 2026. Kabupaten Sikka kembali mencatatkan langkah penting dalam mendukung agenda strategis nasional. Pada Rabu, 14 Januari 2026, sejak pukul 08.30 WITA hingga 13.30 WITA, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi disalurkan secara serentak di berbagai wilayah Kabupaten Sikka. 

 

Program ini merupakan inisiatif langsung Presiden Republik Indonesia yang pelaksanaannya dipercayakan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai garda terdepan pemenuhan gizi masyarakat.

 

Pelaksanaan MBG di Kabupaten Sikka menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin asupan gizi yang layak dan berkelanjutan, khususnya bagi peserta didik, tenaga pendidik, serta kelompok rentan Posyandu yang meliputi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program ini tidak hanya menyasar peningkatan kesehatan, namun juga menjadi fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

 

Pada tahap penyaluran kali ini, sebanyak 12 Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah direkomendasikan dan dinyatakan siap oleh Badan Gizi Nasional untuk melaksanakan distribusi makanan bergizi. Dapur-dapur tersebut tersebar di berbagai kecamatan, yakni Alok, Alok Timur, Alok Barat, Lela, Kangae, Kewapante, Nita, dan Koting, sehingga jangkauan layanan semakin luas dan merata.

 

Keberadaan dapur-dapur SPPG ini menjadi tulang punggung distribusi MBG, mulai dari proses pengolahan, pengemasan, hingga pendistribusian langsung ke sekolah-sekolah dan posyandu dengan tetap memperhatikan standar kebersihan, keamanan pangan, serta nilai gizi.

 

Sesuai dengan petunjuk teknis dari pusat, penyajian MBG menggunakan mekanisme makanan basah yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang. Menu yang disalurkan terdiri dari:

 

Nasi putih sebagai sumber karbohidrat,Lauk pauk seperti ikan, ayam, tahu, atau tempe sebagai sumber protein, Sayur-sayuran kaya vitamin dan serat, Buah segar sebagai pelengkap nutrisi. Menu disesuaikan dengan ketersediaan bahan lokal tanpa mengurangi nilai gizi, sehingga selain sehat, juga mendukung perputaran ekonomi masyarakat setempat.

 

Pada pelaksanaan kali ini, Program MBG di Kabupaten Sikka mengalami penambahan dua dapur SPPG baru, yaitu: Dapur SPPG Kangae II – Yayasan Garuda Bakti Flores, Kecamatan Kangae; Dapur SPPG Yayasan Garuda Bakti Flores, Kecamatan Koting.

 

Dengan penambahan tersebut, jumlah dapur SPPG yang aktif di Kabupaten Sikka kini menjadi 12 dapur, dengan total sasaran penerima manfaat mencapai sekitar 34.000 orang.

 

Dari total sasaran tersebut, pada hari pelaksanaan 14 Januari 2026, tercatat 31.784 penerima manfaat telah menerima Makan Bergizi Gratis. Penerima manfaat meliputi ribuan siswa dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK, tenaga pendidik, serta warga yang terdaftar dalam layanan Posyandu.

 

Capaian ini menunjukkan efektivitas koordinasi lintas sektor, mulai dari Badan Gizi Nasional, yayasan pengelola dapur, pihak sekolah, hingga dukungan unsur pengamanan di lapangan.

 

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai ketentuan, penyaluran MBG di Kabupaten Sikka dimonitor secara langsung oleh Personel Unit II Sat Intelkam Polres Sikka. Monitoring dilakukan guna menjamin keamanan, ketertiban, serta mencegah potensi gangguan selama proses distribusi.

 

Hingga kegiatan berakhir pada pukul 13.30 WITA, tidak ditemukan kendala berarti. Seluruh proses penyaluran berlangsung aman, tertib, dan lancar, serta mendapat respons positif dari pihak sekolah dan masyarakat penerima manfaat.

 

Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar pembagian makanan, melainkan investasi jangka panjang negara dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Di Kabupaten Sikka, program ini telah menjadi simbol sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan masa depan yang lebih baik.

 

Dengan konsistensi pelaksanaan dan pengawasan yang berkelanjutan, Program MBG diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesehatan, prestasi belajar, serta kualitas hidup masyarakat Kabupaten Sikka secara keseluruhan. [Cm24]