"Kapela Diberkati, Keamanan Dijaga: Polsek Paga Polres Sikka Kawal Perayaan Ekaristi St. Markus Watas hingga Tuntas”
Perayaan Ekaristi Pemberkatan Kapela St. Markus Watas berlangsung khidmat, aman, tertib dan lancar, dihadiri sekitar 200 umat. Momentum tersebut menjadi wujud syukur sekaligus mempererat iman, persaudaraan dan kebersamaan umat, dengan pengamanan personel Polsek Paga di bawah pimpinan Kapolsek Paga Ipda Hasan Sabon sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan kondusif
Maumere, 10 Agustus 2026. Tribratanewssikka.com – Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Watas, Dusun Kangarusa, Desa Wolowiro, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, Sabtu (8/8/2026). Ratusan umat Katolik berkumpul dalam momentum bersejarah berupa Perayaan Ekaristi Pemberkatan Kapela St. Markus Watas, sebagai tanda syukur sekaligus peresmian tempat ibadah yang diharapkan menjadi pusat pertumbuhan iman dan kehidupan bersama masyarakat setempat.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 15.20 Wita hingga 18.50 Wita tersebut tidak sekadar menjadi sebuah seremoni keagamaan. Pemberkatan Kapela St. Markus Watas menjadi momentum penting bagi umat Lingkungan Watas dan umat Paroki Salib Suci Maulo'o untuk mempererat persaudaraan, memperkokoh kehidupan iman, serta meneguhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali sekitar pukul 15.20 Wita. Pastor Paroki Salib Suci Maulo'o, RD. Inosensius Ino, O.Carm, bersama para Imam Konselebran berjalan kaki dari tempat acara syukuran menuju Kapela St. Markus Watas.
Prosesi tersebut berlangsung dalam suasana yang penuh warna budaya. Kehadiran para imam diiringi tarian adat Lio, alunan suling dan dentuman gendang, menciptakan suasana yang tidak hanya sakral, tetapi juga sarat dengan nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat.
Perpaduan antara tradisi dan kehidupan iman tersebut menjadi gambaran kuat tentang bagaimana masyarakat Watas merawat identitas budaya sekaligus menghidupi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sekitar pukul 15.35 Wita, Pastor Paroki Salib Suci Maulo'o bersama para Imam Konselebran tiba di depan pintu Kapela St. Markus Watas. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemberkatan kapela dan pengguntingan pita sebagai bagian penting dari rangkaian peresmian tempat ibadah tersebut.
Momentum itu disambut penuh antusias oleh umat yang telah menanti. Kapela St. Markus Watas bukan hanya sebuah bangunan fisik, tetapi diharapkan menjadi ruang bersama bagi umat untuk membangun kehidupan rohani, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Memasuki pukul 16.00 Wita, umat Lingkungan Watas dan umat Paroki Salib Suci Maulo'o dipersilakan memasuki kapela. Secara bertahap umat memenuhi ruang kapela dengan suasana tertib dan penuh penghormatan. Setelah umat berada di dalam kapela, Pastor Paroki bersama para Imam Konselebran kemudian turut memasuki tempat ibadah tersebut.
Puncak kegiatan berlangsung pada pukul 16.10 Wita dengan dimulainya Perayaan Ekaristi Pemberkatan Kapela St. Markus Watas yang dipimpin oleh Pastor Paroki Salib Suci Maulo'o, RD. Inosensius Ino, O.Carm, bersama para Imam Konselebran.
Perayaan Ekaristi berlangsung dalam suasana khidmat. Sekitar 200 umat hadir dan mengikuti seluruh rangkaian perayaan dengan penuh perhatian. Kehadiran umat dalam jumlah besar menunjukkan besarnya antusiasme sekaligus makna penting kapela tersebut bagi kehidupan umat di Watas dan sekitarnya.
Bagi masyarakat setempat, keberadaan Kapela St. Markus Watas diharapkan tidak berhenti pada fungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah. Kapela tersebut juga menjadi simbol kebersamaan dan ruang untuk memperkuat solidaritas, membangun persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai kasih, kedamaian dan kepedulian terhadap sesama.
Setelah berlangsung selama kurang lebih satu jam lebih, Perayaan Ekaristi selesai pada pukul 17.45 Wita. Namun, rangkaian kegiatan belum sepenuhnya berakhir. Kebersamaan umat kemudian dilanjutkan dengan acara makan dan minum bersama yang dimulai sekitar pukul 18.00 Wita.
Dalam suasana penuh keakraban, umat bersama para imam menikmati kebersamaan sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan. Momen tersebut sekaligus memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong dan persaudaraan yang tumbuh di tengah masyarakat.
Di balik berlangsungnya kegiatan keagamaan yang diikuti sekitar 200 umat tersebut, jajaran Polsek Paga turut mengambil bagian dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.
Pengamanan kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Paga Ipda Hasan Sabon bersama personel Polsek Paga. Pengamanan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolsek Paga Nomor: Sprin/61/VIII/2026/Sek Paga, tanggal 8 Agustus 2026.
Personel Polsek Paga yang terlibat dalam kegiatan pengamanan masing-masing AIPTU Wihelmus R. Didinong, AIPTU Bambang Haryanto dan BRIPKA Edison B. Seda.
Kehadiran personel kepolisian tidak hanya menjadi bagian dari pengamanan teknis kegiatan, tetapi juga menjadi bentuk nyata pelayanan Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya dalam kegiatan keagamaan yang melibatkan konsentrasi massa dalam jumlah cukup besar.
Pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis, sehingga seluruh umat dapat mengikuti prosesi keagamaan dengan tenang, nyaman dan khidmat.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir, situasi di lokasi tetap berada dalam kondisi aman, tertib dan lancar. Tidak terdapat gangguan yang menonjol selama pelaksanaan Perayaan Ekaristi Pemberkatan Kapela St. Markus Watas.
Pemberkatan Kapela St. Markus Watas pada akhirnya bukan sekadar tentang berdirinya sebuah bangunan tempat ibadah. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi simbol tumbuhnya harapan baru bagi umat di Watas.
Di tempat inilah nantinya umat diharapkan dapat berkumpul, berdoa, membangun persaudaraan dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Kapela menjadi ruang yang mempertemukan kehidupan spiritual dengan kehidupan sosial masyarakat.
Perayaan yang dipadukan dengan kekayaan budaya lokal Lio juga memperlihatkan bahwa kehidupan beragama dan budaya dapat berjalan berdampingan secara harmonis. Tarian adat, suling dan gendang yang mengiringi prosesi kedatangan para imam menjadi warna tersendiri dalam peristiwa penting tersebut.
Di tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang, kehadiran tempat ibadah menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun karakter, solidaritas dan kepedulian sosial.
Karena itu, pemberkatan Kapela St. Markus Watas tidak hanya menjadi catatan penting bagi umat Katolik di Watas, tetapi juga menjadi gambaran tentang kuatnya semangat kebersamaan masyarakat dalam menjaga kehidupan yang damai, rukun dan harmonis.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan pada Sabtu petang, Kapela St. Markus Watas resmi menjadi bagian penting dari perjalanan kehidupan umat setempat. Sebuah tempat yang diharapkan bukan hanya menjadi rumah doa, tetapi juga menjadi rumah persaudaraan, rumah kasih dan rumah kebersamaan bagi masyarakat Watas dan sekitarnya. [Cm24]


