Kelompok Tani Wanita Bina Keluarga, Pilar Ketahanan Pangan dari Pekarangan Desa

Kegiatan pendataan dan pendampingan lahan pekarangan bergizi oleh Polisi Penggerak Polsek Alok bersama Polres Sikka Polda NTT Kelompok Tani Wanita Bina Keluarga di Desa Kolisia B merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional.

Kelompok Tani Wanita Bina Keluarga, Pilar Ketahanan Pangan dari Pekarangan Desa
Polisi Penggerak Polsek Alok Polres Sikka Polda NTT Dampingi Kelompok Tani Wanita Kolisia B Wujudkan Program Presiden RI

Tribratanewssikka.com - Maumere, 19 Januari 2026 – Komitmen Polri dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia terus diwujudkan hingga ke tingkat desa. Melalui peran Polisi Penggerak, jajaran Polsek Alok aktif turun langsung ke masyarakat, mengawal dan mendampingi pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan bergizi.

Salah satu bentuk nyata upaya tersebut terlihat pada Sabtu (17/1/2026), ketika AIPDA Yohanes Aprilyance, selaku Polisi Penggerak Polsek Alok, melaksanakan kegiatan pendataan dan pemantauan lahan pekarangan tanaman makanan bergizi milik Kelompok Tani Wanita (KTW) “Bina Keluarga” di Dusun Nawuteu, Desa Kolisia B, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka.

 

Kegiatan yang dimulai pukul 11.30 WITA tersebut merupakan bagian dari Program 1 Lahan/Pekarangan Tanaman Bergizi, sebagai implementasi kebijakan strategis nasional di bidang ketahanan pangan yang menyasar langsung masyarakat akar rumput.

 

Lahan yang didata merupakan pekarangan milik Theresia Ida Royani, Ketua Kelompok Tani Wanita Bina Keluarga, dengan luas sekitar 20 x 15 meter dan berstatus bersertifikat. Lahan tersebut dimanfaatkan secara produktif untuk budidaya tanaman hortikultura, khususnya tanaman tomat, yang memiliki nilai gizi sekaligus nilai ekonomi bagi keluarga dan kelompok.

 

Kelompok Tani Wanita Bina Keluarga sendiri dikenal aktif dan konsisten dalam mengelola lahan pertanian skala rumah tangga. Mulai dari proses persiapan lahan, pembibitan, perawatan tanaman hingga panen, seluruh kegiatan dilakukan secara gotong royong dan berkelanjutan. Hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga, tetapi juga dipasarkan ke pasar sebagai sumber tambahan pendapatan.

 

Dalam pengelolaannya, kelompok tani ini menggunakan pupuk Urea dan NPK, serta obat pengendali hama Curakron dan Desis, dengan tetap memperhatikan arahan petugas penyuluh pertanian setempat.

 

Dalam kegiatan tersebut, AIPDA Yohanes Aprilyance tidak hanya melakukan pendataan administratif, tetapi juga berkoordinasi langsung dengan anggota kelompok tani wanita, memberikan pendampingan, motivasi, serta dorongan moril agar pemanfaatan lahan pekarangan terus dikembangkan.

 

“Polri tidak hanya hadir dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam membangun kemandirian pangan. Pekarangan kecil jika dikelola dengan baik, dapat menjadi sumber pangan bergizi sekaligus penopang ekonomi keluarga,” ujar AIPDA Yohanes Aprilyance di sela-sela kegiatan.

 

Sebagai bentuk dukungan nyata, Bhabinkamtibmas juga memberikan bantuan bibit sayuran kepada kelompok tani wanita, sekaligus mendorong agar hasil pertanian ke depan dapat mendukung Program SPPG Polri di wilayah Kabupaten Sikka

 

Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari BPP Desa Kolisia B, dengan pendampingan penyuluh pertanian Ibu Horten, yang selama ini aktif membina kelompok tani di wilayah tersebut. Sinergi antara Polri, kelompok tani wanita, dan unsur pertanian desa menjadi kunci keberhasilan program ketahanan pangan berbasis masyarakat.

 

Dengan keterlibatan aktif perempuan desa sebagai motor penggerak, program ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga membangun kemandirian, solidaritas, dan ketangguhan sosial masyarakat desa.

 

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif, serta berakhir pada pukul 13.00 WITA. Dokumentasi kegiatan telah dilampirkan sebagai bahan laporan dan publikasi.

 

Melalui langkah-langkah sederhana namun konsisten ini, Polri membuktikan perannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang tangguh pangan, dimulai dari pekarangan warga.[Cm24]