Program Makan Bergizi Gratis Menjangkau 33.683 Warga Sikka, Negara Hadir dari Dapur hingga Meja Makan Anak Bangsa

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sikka pada 19 Januari 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar, dengan dukungan 13 Dapur SPPG yang berhasil menyalurkan makanan bergizi kepada 33.683 penerima manfaat dari total 37.279 sasaran. Program nasional ini menunjukkan kehadiran nyata negara dalam meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, dan masa depan generasi muda serta masyarakat rentan di wilayah Kabupaten Sikka.

Program Makan Bergizi Gratis Menjangkau 33.683 Warga Sikka, Negara Hadir dari Dapur hingga Meja Makan Anak Bangsa
Dari Dapur ke Sekolah, Program Makan Bergizi Gratis Menyapa Ribuan Anak Sikka

Tribratanewssikka.com - Maumere, 20 Januari 2026 – Komitmen negara dalam membangun sumber daya manusia unggul kembali dibuktikan melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Pada Senin, 19 Januari 2026, sejak pagi hingga siang hari, ribuan porsi makanan bergizi disalurkan serentak kepada peserta didik, tenaga pendidik, serta sasaran Posyandu di berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Sikka.

Program strategis nasional yang digagas langsung oleh Presiden Republik Indonesia dan dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menjamin pemenuhan gizi seimbang bagi generasi penerus bangsa, khususnya di daerah.

 

Berdasarkan hasil monitoring lapangan, penyaluran Program MBG di Kabupaten Sikka dilaksanakan mulai pukul 08.30 WITA hingga 13.30 WITA dan berlangsung aman, tertib, serta lancar. Kegiatan ini dimonitor secara langsung oleh Personel Unit II Sat Intelkam Polres Sikka guna memastikan seluruh proses distribusi berjalan sesuai ketentuan.

 

Dalam pelaksanaan, Badan Gizi Nasional telah merekomendasikan 13 Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Sikka. Seluruh dapur tersebut menjadi tulang punggung pendistribusian makanan bergizi yang menyasar sekolah-sekolah serta Posyandu.

 

Dari total 37.279 penerima manfaat yang terdata di Kabupaten Sikka, sebanyak 33.683 penerima manfaat telah berhasil menerima Makan Bergizi Gratis pada hari pelaksanaan. Jumlah tersebut mencerminkan besarnya cakupan program serta kesiapan infrastruktur dapur gizi di daerah.

 

Penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai dengan kapasitas masing-masing dapur, dengan menu makanan basah yang terdiri dari nasi, lauk pauk, sayur-sayuran, dan buah, sebagaimana petunjuk dan standar dari pusat.

 

Program MBG di Kabupaten Sikka menyentuh hampir seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak usia dini (PAUD dan TK), siswa SD hingga SMA/SMK, anak berkebutuhan khusus (SLB), guru dan tenaga kependidikan, hingga balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di Posyandu.

 

Penyaluran dilakukan di berbagai kecamatan strategis seperti Alok, Alok Timur, Alok Barat, Lela, Kangae, Kewapante, Nita, hingga Koting, menunjukkan bahwa negara tidak hanya hadir di pusat kota, tetapi juga menjangkau wilayah pinggiran dan pedesaan.

 

Kehadiran Dapur SPPG baru Sikka Alok 004 – Yayasan Atoin Nusa Amasat di Kecamatan Alok turut menambah kekuatan distribusi MBG di Kabupaten Sikka. Dapur baru ini langsung melayani 1.146 penerima manfaat, menandai komitmen pemerintah untuk terus memperluas jangkauan program.

 

Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar pembagian makanan, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas kesehatan, kecerdasan, dan daya saing generasi muda. Asupan gizi seimbang diyakini mampu meningkatkan konsentrasi belajar, menurunkan angka stunting, serta memperkuat fondasi pembangunan manusia.

 

Sinergi antara Badan Gizi Nasional, yayasan pengelola dapur, tenaga ahli gizi, serta pengawasan aparat kepolisian menjadi kunci suksesnya pelaksanaan program ini di Kabupaten Sikka.

 

Monitoring yang dilakukan oleh Sat Intelkam Polres Sikka memastikan bahwa penyaluran MBG berjalan sesuai sasaran, tepat jumlah, dan tidak menimbulkan gangguan kamtibmas. Kehadiran aparat di lapangan juga memberikan rasa aman bagi pihak penyelenggara maupun masyarakat penerima manfaat. Hingga kegiatan berakhir, tidak ditemukan kendala menonjol maupun gangguan keamanan selama proses pendistribusian.

 

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sikka menjadi gambaran nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, dari dapur pelayanan hingga meja makan anak-anak sekolah. Dengan terus bertambahnya dapur gizi dan penerima manfaat, program ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045, dimulai dari pemenuhan gizi hari ini. [Cm24]