Kematian Pria 44 Tahun Guncang Habijanang, Polres Sikka Olah TKP Ungkap Fakta di Balik Tragedi

Peristiwa tragis tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi keluarga dan lingkungan sekitar. Setiap tanda-tanda keputusasaan maupun perilaku yang berpotensi membahayakan diri hendaknya segera mendapat perhatian dan penanganan, sehingga kejadian serupa dapat dicegah sedini mungkin.

Kematian Pria 44 Tahun Guncang Habijanang, Polres Sikka Olah TKP Ungkap Fakta di Balik Tragedi
Pria 44 Tahun Meregang Nyawa di Habijanang, Polres Sikka Turun Ungkap Fakta

Maumere, 27 July 2026. Tribratanewssikka — Warga Dusun Habijanang, Desa Wairbleler, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, dikejutkan oleh peristiwa tragis yang menimpa seorang pria berusia 44 tahun, Minggu (26/7/2026).

Pria yang diketahui bernama A. N. F, seorang petani, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam kamar rumahnya. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah RT 027/RW 007, Dusun Habijanang, Desa Wairbleler, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka.

Peristiwa tragis itu terungkap setelah sebelumnya korban sempat melakukan percobaan bunuh diri pada Minggu pagi. Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 11.00 WITA, korban sempat ditemukan melakukan upaya gantung diri.

 

Saksi yang melihat kejadian tersebut kemudian segera bertindak. Dengan menggunakan sebilah parang, tali yang digunakan korban dipotong sehingga korban berhasil diselamatkan dari upaya pertama tersebut.

 

Namun, situasi kemudian berubah tegang.Sekitar 30 menit setelah berhasil diselamatkan, korban disebut mengusir saksi dan istrinya keluar dari rumah. Istri korban kemudian meninggalkan lokasi, sementara saksi masih berada di sekitar rumah.

 

Korban kemudian melarang saksi untuk mendekat sambil mengeluarkan ancaman. Karena merasa takut, saksi akhirnya meninggalkan rumah korban dan memilih bersembunyi di atas pohon jambu mete yang berada tidak jauh dari lokasi.

 

Dari tempat persembunyiannya, saksi masih mengamati pergerakan korban. Saksi kemudian melihat korban membawa seember air dan masuk ke dalam WC. Tidak lama berselang, korban keluar dari WC dan masuk kembali ke dalam rumah. Selanjutnya, korban menutup seluruh pintu dan jendela rumah.

 

Melihat kondisi tersebut, saksi kemudian pergi menemui keluarga dan menceritakan rangkaian kejadian yang baru saja disaksikannya. Mendengar informasi tersebut, saksi lainnya langsung menuju rumah korban. Setibanya di lokasi, saksi mendapati seluruh pintu dan jendela rumah dalam keadaan tertutup.

 

Bersama seorang saksi lainnya, mereka kemudian berupaya membuka paksa salah satu jendela untuk masuk ke dalam rumah dan memastikan kondisi korban. Saat berhasil masuk ke dalam rumah, keduanya dikejutkan oleh pemandangan tragis. Korban ditemukan telah tergantung di dalam kamar dan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

 

Keduanya kemudian keluar dari rumah dan melaporkan kejadian tersebut kepada Linmas serta Kepala Desa Wairbleler. Kepala Desa Wairbleler selanjutnya menghubungi Bhabinkamtibmas melalui sambungan telepon untuk melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak Kepolisian.

 

Mendapat laporan tersebut, aparat Kepolisian langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Petugas mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), melakukan pengamanan dan pemeriksaan awal, serta melaporkan kejadian tersebut kepada Kapolsek Waigete. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Waigete untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban serta menghubungi Tim Identifikasi Polres Sikka.

 

Olah TKP kemudian dilakukan oleh Tim Identifikasi Polres Sikka yang dipimpin Kapolsek Waigete, IPTU MUHAMMADONG, didampingi Kaur Identifikasi Polres Sikka, AIPDA KRISTOFORUS SHURI. Sementara pemeriksaan luar terhadap tubuh korban dilakukan oleh Dokter Puskesmas Waigete, dr. Bernarda Karina Karwayu, bersama tenaga medis Puskesmas Waigete.

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan tersebut, korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri. Pihak keluarga kemudian menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi.

 

Setelah seluruh proses pemeriksaan dan penanganan di lokasi selesai dilakukan, jenazah korban kemudian disemayamkan di rumah duka yang juga merupakan kediaman korban di Dusun Habijanang, Desa Wairbleler, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka.

 

Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Rangkaian kejadian yang bermula dari upaya percobaan bunuh diri pada Minggu pagi dan berakhir dengan ditemukannya korban meninggal dunia di dalam rumah menjadi perhatian serius warga setempat.

 

Pihak Kepolisian masih melakukan pengumpulan bahan keterangan dan pendalaman terhadap rangkaian peristiwa tersebut guna memastikan seluruh fakta kejadian secara utuh.

 

Di tengah peristiwa tragis tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan perubahan perilaku maupun persoalan yang sedang dihadapi anggota keluarga, kerabat, maupun orang-orang di sekitar. Komunikasi yang terbuka, kepedulian, serta kehadiran orang-orang terdekat menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri.

 

Masyarakat juga diharapkan segera memberikan perhatian dan mencari bantuan apabila menemukan seseorang yang menunjukkan tanda-tanda keputusasaan atau berpotensi membahayakan dirinya. Persoalan yang dihadapi hendaknya tidak dipendam seorang diri, melainkan segera disampaikan kepada keluarga, tokoh masyarakat, pemerintah desa, maupun pihak Kepolisian untuk mendapatkan penanganan dan pendampingan lebih lanjut.

 

Kepolisian mengingatkan seluruh masyarakat agar senantiasa meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Setiap informasi maupun kejadian yang berpotensi mengganggu situasi kamtibmas agar segera dilaporkan kepada pihak Kepolisian terdekat untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan. 

 

Peristiwa tragis tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi keluarga dan lingkungan sekitar. Setiap tanda-tanda keputusasaan maupun perilaku yang berpotensi membahayakan diri hendaknya segera mendapat perhatian dan penanganan, sehingga kejadian serupa dapat dicegah sedini mungkin. [Cm24]