“Langkah Dini Polres Sikka: Koordinasi Intensif Untuk Perayaan Paskah yang Aman dan Damai”

Koordinasi antara Polres Sikka dan gereja-gereja di Maumere berjalan aman dan lancar, dengan hasil terbangunnya sinergi dalam rangka pengamanan Perayaan Paskah 2026. Pihak gereja merespons positif serta berkomitmen segera melengkapi administrasi, sementara kepolisian akan terus melakukan monitoring guna menjamin situasi kamtibmas tetap kondusif selama rangkaian ibadah berlangsung.

“Langkah Dini Polres Sikka: Koordinasi Intensif Untuk Perayaan Paskah yang Aman dan Damai”
Polres Sikka Intensifkan Koordinasi dengan Gereja-Gereja di Maumere, Pastikan Perayaan Paskah 2026 Aman dan Kondusif

Tribratanewssikka.com - Maumere, 26 Maret 2026 — Menjelang rangkaian Perayaan Paskah Tahun 2026, jajaran Polres Sikka melalui Satuan Intelkam bergerak cepat memperkuat koordinasi dengan sejumlah gereja besar di wilayah Kota Maumere. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.

Kegiatan koordinasi tersebut dilaksanakan pada Kamis (26/3/2026) mulai pukul 10.00 WITA hingga 12.20 WITA, dengan menyasar empat gereja utama di wilayah Kecamatan Alok dan Alok Timur. Lokasi yang dikunjungi meliputi Sekretariat Gereja Paroki St. Thomas Morus Maumere, Gereja Paroki St. Gabriel Waioti, GMIT Kalvari Maumere, serta Gereja Paroki St. Spiritu Santo Misir.

 

Dipimpin langsung oleh Kanit III Sat Intelkam Polres Sikka, AIPDA Ida Bagus Gede Juliana, bersama anggota, kegiatan ini menitikberatkan pada komunikasi aktif dengan pihak gereja terkait kesiapan teknis dan jadwal pelaksanaan ibadah Paskah.

 

Dalam penyampaiannya, pihak kepolisian menegaskan pentingnya sinergi antara aparat keamanan dan pengelola gereja dalam menjaga stabilitas kamtibmas selama momentum keagamaan tersebut. Terlebih, Perayaan Paskah merupakan salah satu agenda besar umat Kristiani yang melibatkan rangkaian ibadah panjang, mulai dari Minggu Palma, Tri Hari Suci (Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Kudus), hingga Minggu Paskah dan Paskah hari kedua.

 

Namun demikian, hingga saat pelaksanaan koordinasi, pihak Polres Sikka mengaku belum menerima surat pemberitahuan kegiatan, permohonan bantuan pengamanan, maupun jadwal resmi misa dari masing-masing gereja. Oleh karena itu, pihak kepolisian mengimbau agar seluruh sekretariat gereja segera melengkapi administrasi tersebut guna mendukung kesiapan pengamanan yang optimal.

 

Respons positif pun datang dari pihak gereja. Mereka menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif Polres Sikka yang dinilai sangat membantu dalam menciptakan suasana ibadah yang aman dan kondusif. Selain itu, pihak gereja juga berkomitmen untuk segera menyampaikan seluruh dokumen yang dibutuhkan, termasuk jadwal misa dan permohonan pengamanan.

 

Dalam pembahasan teknis, terungkap bahwa sebagian besar gereja di wilayah Kota Maumere tidak akan menggelar kegiatan Tablo pada tahun ini. Meski demikian, tradisi Jalan Salib tetap dilaksanakan dengan penyesuaian di masing-masing lokasi.

 

Gereja Paroki St. Thomas Morus Maumere, misalnya, akan menggelar Jalan Salib dengan rute mengelilingi area gereja. Sementara itu, Gereja Paroki St. Gabriel Waioti dan Gereja Paroki St. Spiritu Santo Misir memilih melaksanakan Jalan Salib di dalam lingkungan gereja masing-masing guna menjaga ketertiban dan kenyamanan umat.

 

Sebagai langkah antisipatif, Sat Intelkam Polres Sikka memastikan akan terus melakukan deteksi dini serta monitoring secara intensif terhadap seluruh kegiatan ibadah selama masa Paskah. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam menjamin keamanan serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah.

 

Kegiatan koordinasi yang berlangsung selama lebih dari dua jam tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Sinergi yang terbangun antara pihak kepolisian dan gereja diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam menciptakan perayaan Paskah yang damai dan penuh makna di wilayah Kabupaten Sikka.

 

Dengan pendekatan humanis dan komunikasi yang intensif, Polres Sikka kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga harmoni kehidupan beragama. [Cm24]