Melalui Rapat Koordinasi, Pemkab Sikka Satukan Langkah Kendalikan DBD, Malaria, dan Rabies

Rapat koordinasi ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sikka dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk mencegah dan mengendalikan penyakit menular, khususnya DBD, Malaria, dan Rabies, melalui upaya promotif–preventif, peningkatan kebersihan lingkungan, serta keterlibatan aktif seluruh unsur pemerintah dan masyarakat guna menekan angka kasus di tahun 2026.

Melalui Rapat Koordinasi, Pemkab Sikka Satukan Langkah Kendalikan DBD, Malaria, dan Rabies
Pemkab Sikka Perkuat Sinergi Lintas Sektor Cegah Penyakit Menular Tahun 2026

Tribratanewssikka.com - Maumere, 14 Januari 2026. Pemerintah Kabupaten Sikka terus menunjukkan komitmen serius dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular melalui penguatan koordinasi lintas sektor. Hal tersebut diwujudkan dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Tingkat Kabupaten Sikka yang digelar pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 09.00 WITA bertempat di Aula Egon Lantai III Kantor Bupati Sikka.

 

Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dan dihadiri oleh unsur pimpinan daerah serta pemangku kepentingan lintas sektor. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sikka, Wakil Bupati Sikka, Forkopimda Kabupaten Sikka, para Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Sikka, Bagian Kesra Kabupaten Sikka, jajaran Dinas Kesehatan, para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Sikka, serta unsur TNI–Polri yakni personel Kodim 1603/Sikka dan Dokkes Polres Sikka.

 

Kegiatan rapat diawali dengan pembukaan oleh Bupati Sikka, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa persoalan penyakit menular masih menjadi tantangan serius bagi daerah, khususnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, dan Rabies. Bupati menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat desa, agar upaya pencegahan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

 

“Penanganan penyakit menular tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan semata, tetapi membutuhkan sinergi dan komitmen bersama lintas sektor serta partisipasi aktif masyarakat,” tegas Bupati Sikka.

 

Selanjutnya, rapat dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, yang menyampaikan rencana aksi penanggulangan DBD, Malaria, dan Rabies Tahun 2026. Dalam paparannya, Kadis Kesehatan menjelaskan bahwa fokus utama kebijakan kesehatan tahun 2026 adalah penguatan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan aspek kuratif dan respons cepat terhadap kasus.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kadis Kesehatan juga memaparkan data angka bebas jentik (ABJ) tahun 2025 berdasarkan laporan Puskesmas se-Kabupaten Sikka. Dari data yang disampaikan, Puskesmas Waigete mencatat angka bebas jentik tertinggi sebesar 99,34 persen, dengan jumlah kasus DBD sebanyak 28 kasus. Data ini menjadi indikator penting keberhasilan upaya pengendalian vektor, sekaligus bahan evaluasi bagi wilayah lain untuk meningkatkan capaian serupa.

 

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pencegahan DBD di Kabupaten Sikka akan lebih ditekankan pada kebersihan lingkungan rumah tangga, dengan menggalakkan penerapan pola 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air, serta langkah tambahan berupa menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Upaya ini diharapkan mampu memutus siklus perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama DBD.

 

Selain DBD, rapat koordinasi juga membahas upaya penanganan dan pengendalian Rabies, yang memerlukan keterlibatan aktif pemerintah desa dan masyarakat, terutama dalam pengawasan hewan penular rabies serta kepatuhan terhadap program vaksinasi.

 

Diskusi yang berlangsung dalam rapat tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menyatukan langkah dan persepsi antarinstansi, guna menekan angka kejadian penyakit menular di wilayah Kabupaten Sikka secara komprehensif dan berkesinambungan.

 

Rapat koordinasi kemudian ditutup secara resmi oleh Wakil Bupati Sikka, yang kembali menegaskan pentingnya tindak lanjut nyata dari hasil rapat, baik di tingkat kecamatan, desa, maupun fasilitas pelayanan kesehatan. Wakil Bupati berharap seluruh peserta rapat dapat menjadi motor penggerak dalam menyosialisasikan dan mengimplementasikan langkah-langkah pencegahan penyakit menular di wilayah masing-masing.

 

Selama kegiatan berlangsung, rapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, serta menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi lintas sektor demi terwujudnya derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Sikka yang lebih baik di tahun 2026. ]Cm24]