Menata Kembali Kehidupan Pascagempa, BNPB Pastikan Huntara dan Huntap di Sikka Segera Terwujud
Kunjungan kerja Kepala BNPB ke Kabupaten Sikka menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan masyarakat terdampak gempa, khususnya melalui pembangunan Huntara dan Huntap serta penyaluran bantuan berdasarkan tingkat kerusakan rumah. Koordinasi antara BNPB, pemerintah daerah, BPBD, pemerintah desa, dan masyarakat ditekankan agar proses pendataan penerima bantuan dilakukan secara tepat sasaran dan transparan. Kegiatan berlangsung aman dan kondusif serta menjadi momentum memperkuat sinergi dalam pemulihan pascabencana di Kabupaten Sikka.
Maumere, 2 Oktober 2026. Tribratanewssikka.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Kamis (1/10/2026). Kunjungan tersebut membahas percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak gempa bumi tektonik di Kabupaten Sikka.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.30 Wita di Pusat Jajanan dan Cenderamata, Jalan Eltari, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok. Kegiatan dihadiri Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat (Dalops) BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan, S.I.P., Wakil Bupati Sikka Ir. Simon Subandi Supriadi, jajaran Forkopimda, unsur TNI-Polri, Basarnas, pemerintah daerah, para lurah, serta masyarakat Kabupaten Sikka yang terdampak gempa.
Dalam kegiatan tersebut, BNPB bersama pemerintah daerah membahas sosialisasi percepatan pembangunan Huntara dan Huntap, termasuk mekanisme penanganan rumah masyarakat berdasarkan tingkat kerusakannya. Selain itu, dilakukan pemaparan mengenai skema dukungan pemerintah pusat melalui BNPB kepada Pemerintah Kabupaten Sikka.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan ucapan selamat datang dari Wakil Bupati Sikka. Selanjutnya, kegiatan diisi sosialisasi Huntara dan Huntap, termasuk simulasi klasifikasi rumah berdasarkan kategori rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama masyarakat.
Dalam pemaparan terkait bantuan, disampaikan bahwa terdapat perbedaan besaran kompensasi berdasarkan tingkat kerusakan rumah. Rumah dengan kategori rusak ringan mendapat kompensasi pemerintah pusat sebesar Rp15 juta, sedangkan rumah dengan kategori rusak berat sebesar Rp30 juta.
Selain sosialisasi, bantuan sembako juga dibagikan kepada 50 kepala keluarga yang hadir dalam kegiatan tersebut. Kepala BNPB menekankan pentingnya koordinasi intensif antara BPBD Kabupaten Sikka dan pemerintah desa, khususnya dalam proses pendataan calon penerima bantuan serta penentuan lokasi pembangunan Huntara dan Huntap. Pendataan yang tepat diharapkan dapat memastikan bantuan diberikan sesuai sasaran.
Monitoring lanjutan terhadap pendataan penerima bantuan juga dinilai penting untuk mencegah munculnya kecemburuan sosial di tengah masyarakat. Dalam kegiatan tersebut disampaikan harapan agar proses pencairan dana bantuan dapat dilakukan pada Oktober 2026 sesuai mekanisme yang berlaku.
Usai kegiatan sosialisasi, Kepala BNPB bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Flores Timur untuk melakukan pengecekan lokasi yang terdampak gempa dan erupsi gunung.
Kegiatan kunjungan kerja di Kabupaten Sikka berakhir sekitar pukul 10.30 Wita dan berlangsung dalam keadaan aman serta kondusif. Kegiatan tersebut turut dimonitor oleh piket siaga Satuan Intelkam Polres Sikka.(L-09)


