"Mengawal Langkah Sang Gembala, Polsek Paga Polres Sikka Pastikan Penjemputan Uskup Maumere Berlangsung Aman dan Penuh Khidmat"
Pengamanan dan pengawalan yang dilakukan Polsek Paga Polres Sikka Polda NTT berhasil memastikan seluruh rangkaian penjemputan Uskup Maumere hingga kegiatan rekoleksi di Paroki Santo Simon Petrus Masebewa berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif. Kehadiran Polri menjadi wujud nyata komitmen dalam memberikan perlindungan, pelayanan, serta menjaga keamanan sehingga masyarakat dapat menjalankan kegiatan keagamaan dengan nyaman dan khidmat.
Tribratanewssikka.com – Maumere, 29 Juni 2026 – Kehadiran Polri tidak hanya identik dengan penegakan hukum, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjamin rasa aman bagi masyarakat saat menjalankan aktivitas sosial maupun keagamaan.

Komitmen tersebut kembali dibuktikan Polsek Paga Polres Sikka melalui pengamanan dan pengawalan penjemputan Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Pr., Uskup Maumere, di Paroki Santo Simon Petrus Masebewa, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, Minggu (28/6/2026).

Sejak awal hingga berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, situasi tetap berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif. Pengamanan yang dilakukan secara profesional menjadi bukti nyata kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus memastikan seluruh umat dapat mengikuti kegiatan keagamaan dengan penuh kekhusyukan tanpa gangguan keamanan.
Pengamanan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolsek Paga Nomor: Sprin/50/VI/2026/Sektor Paga tanggal 27 Juni 2026. Sejumlah personel diterjunkan untuk mengawal setiap tahapan kegiatan, mulai dari proses penjemputan, pengawalan perjalanan, penyambutan adat, hingga pelaksanaan rekoleksi di Gereja Paroki Santo Simon Petrus Masebewa.
Sekitar pukul 17.00 WITA, rombongan Uskup Maumere tiba di Dusun Mbongoroga, Desa Masebewa. Kedatangan Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Pr. disambut dengan penuh sukacita oleh umat dan masyarakat melalui prosesi adat yang sarat nilai budaya. Pengalungan selendang, sapaan adat, serta iringan Tarian Gong Waning menjadi simbol penghormatan sekaligus ungkapan kegembiraan masyarakat atas kehadiran gembala umat di tengah mereka.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan semakin terasa ketika rombongan melanjutkan perjalanan menuju Paroki Santo Simon Petrus Masebewa dengan iringan Feko Gendang. Alunan musik tradisional yang mengiringi perjalanan bukan sekadar bagian dari seremoni penyambutan, tetapi juga menjadi cerminan kekayaan budaya masyarakat Kabupaten Sikka yang terus lestari dan berpadu harmonis dengan kehidupan beragama.
Sekitar pukul 17.30 WITA, Uskup Maumere tiba di halaman Gereja Paroki Santo Simon Petrus Masebewa. Sambutan meriah kembali diberikan melalui prosesi adat Ria Bewa yang dipadukan dengan penampilan Tarian Ai Nggaja dari Stasi Waturesa. Prosesi berlangsung penuh khidmat dan sarat makna, memperlihatkan eratnya hubungan antara nilai-nilai budaya lokal dengan kehidupan iman umat Katolik di wilayah tersebut.
Di tengah kemeriahan penyambutan, personel Polsek Paga tetap menjalankan tugas secara humanis dan profesional. Mereka mengatur arus masyarakat, mengawasi jalannya prosesi, serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib tanpa mengurangi kekhusyukan maupun nilai sakral acara.
Usai prosesi penyambutan, Uskup bersama rombongan menuju Aula Paroki untuk mengikuti ramah tamah dan santap ringan bersama panitia serta para tamu undangan. Momentum tersebut menjadi ajang mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkuat kebersamaan antara pemimpin Gereja, umat, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat.
Memasuki pukul 18.30 WITA, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan rekoleksi yang dipimpin langsung oleh Uskup Maumere di dalam Gereja Paroki Santo Simon Petrus Masebewa. Rekoleksi tersebut diikuti oleh Dewan Pastoral Paroki (DPP), Dewan Pastoral Stasi (DPS), pengurus lingkungan, Komunitas Basis Gerejani (KBG), serta berbagai kelompok kategorial. Kegiatan ini menjadi momentum pembinaan rohani sekaligus penguatan pelayanan pastoral bagi seluruh pengurus gereja dalam mempersiapkan berbagai agenda pelayanan ke depan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pastor Paroki Santo Simon Petrus Masebewa Rm. Agustinus Beda, O. Carm., Ketua Panitia Peresmian Paroki Santo Simon Petrus Masebewa Vincensius Moni, Kepala Desa Masebewa Geradus E. Waru, para ketua dan pengurus stasi, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta umat Katolik dari berbagai wilayah paroki.
Selama kegiatan berlangsung, personel Polsek Paga terus melakukan pemantauan situasi secara menyeluruh. Pengamanan dilaksanakan oleh Kanit IK Polsek Paga Aipda Jainudin Kasim, Bhabinkamtibmas Desa Masebewa Aipda Kadek Maradona, dan Bhabinkamtibmas Desa Bhera Bripka Egidius T. Funan. Seluruh personel menjalankan tugas sesuai ploting pengamanan dengan mengedepankan pendekatan yang humanis, persuasif, dan profesional.
Kehadiran anggota Polri di tengah kegiatan keagamaan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Selain memberikan rasa aman, pengamanan yang dilakukan juga mencerminkan komitmen Polri dalam menjaga kebebasan masyarakat menjalankan ibadah serta memastikan setiap kegiatan keagamaan berlangsung dalam suasana damai, nyaman, dan penuh kekhidmatan.
Bagi Polsek Paga, pengamanan ini bukan sekadar menjalankan tugas rutin. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi nyata semangat Polri Presisi, yakni menghadirkan pelayanan yang cepat, profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Polri hadir bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam menjaga ketertiban, memperkuat persaudaraan, serta memelihara toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Sinergi antara Polri, Gereja, pemerintah desa, tokoh adat, serta masyarakat yang terbangun dalam kegiatan ini menjadi modal sosial yang sangat penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang tetap kondusif di wilayah Kecamatan Paga.
Hingga seluruh rangkaian penjemputan, penyambutan, ramah tamah, dan rekoleksi selesai dilaksanakan, situasi tetap berada dalam kondisi aman, tertib, dan terkendali. Keberhasilan pengamanan ini kembali menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya merawat kedamaian, memperkuat persatuan, serta memastikan setiap kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan nyaman dan penuh makna. (An17)


