Panen Jagung dan Pemantauan Lahan, Polres Sikka Perkuat Ketahanan Pangan dari Desa
Kegiatan panen dan pemantauan jagung oleh jajaran Polres Sikka dalam program ketahanan pangan berjalan aman, lancar, dan menunjukkan hasil yang positif. Sinergi antara aparat, pemerintah desa, dan kelompok tani mampu meningkatkan produktivitas, meskipun masih terdapat kendala seperti hama dan cuaca yang tidak menentu.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 1 April 2026 – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan hingga ke tingkat desa. Jajaran Polres Sikka melalui peran aktif Bhabinkamtibmas dan fungsi Binmas kembali menunjukkan komitmennya dengan terjun langsung mendampingi masyarakat dalam sektor pertanian, mulai dari panen hingga pemantauan lahan jagung.

Pada Selasa pagi, kegiatan panen jagung hibrida jenis BISI 18 berlangsung di Dusun Waipare B, Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025 yang dikelola oleh BUMDes Geke Guer Desa Blatatatin.

Panen tersebut dipantau langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Blatatatin, AIPTU Hadi Saputra, bersama unsur pemerintah kecamatan dan desa, termasuk Camat Kangae, Penjabat Kepala Desa Blatatatin, perangkat desa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta masyarakat setempat.
Dengan luas lahan sekitar 2.628 meter persegi atau 0,2 hektare, hasil panen jagung tongkol basah diperkirakan mencapai lebih dari 2 ton. Hasil ini menjadi capaian yang cukup menggembirakan, mengingat lahan yang digunakan merupakan lahan sewa milik warga setempat akibat keterbatasan lahan di Desa Blatatatin.
Direktur BUMDes Geke Guer, Maria Nona Lensiandi, selaku penanggung jawab kegiatan, menyampaikan bahwa keberhasilan panen ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok usaha, dan aparat keamanan mampu mendorong produktivitas pertanian di tengah berbagai keterbatasan.
Penjabat Kepala Desa Blatatatin pun menyampaikan rasa syukur atas hasil panen yang dinilai baik dan memberikan harapan bagi keberlanjutan program ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Meski demikian, sejumlah kendala masih dihadapi para petani, di antaranya serangan hama tikus yang merusak tanaman serta kondisi cuaca yang tidak menentu, sehingga menyulitkan proses pengeringan hasil panen.
Sementara itu, di wilayah Kecamatan Alok Timur, jajaran Polsek Alok melalui Kanit Binmas AIPDA Yunus Lukman bersama Bhabinkamtibmas AIPDA Simson Pitang melaksanakan pemantauan tanaman jagung di beberapa kelompok tani.
Pemantauan dilakukan di lahan Kelompok Tani Sudan Sogor di Desa Gong Bekor dan Kelompok Tani Permanen di Desa Watugong. Kedua kelompok tersebut diketahui menanam jagung pada Januari 2026 sebagai bagian dari program ketahanan pangan yang menjadi prioritas utama di tingkat desa.
Kelompok Tani Sudan Sogor yang beranggotakan delapan orang mengelola lahan seluas 1,7 hektare, sementara Kelompok Tani Permanen dengan enam anggota mengelola lahan sekitar 1,5 hektare. Keduanya menggunakan bibit jagung hibrida varietas Sumo Sakti yang dikenal memiliki produktivitas tinggi.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan langsung kondisi tanaman serta memastikan bahwa program ketahanan pangan berjalan sesuai rencana. Selain itu, kehadiran aparat kepolisian juga memberikan motivasi dan rasa aman bagi para petani dalam mengelola lahan mereka.
Kapolres Sikka melalui jajaran di lapangan menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bagian dari dukungan terhadap program strategis nasional, khususnya dalam menjaga stabilitas pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan, baik panen maupun pemantauan, berlangsung dalam situasi aman, tertib, dan kondusif. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mendorong keberhasilan program ketahanan pangan di Kabupaten Sikka.
Dengan hasil yang mulai terlihat serta semangat kolaborasi yang terus terjaga, diharapkan program ketahanan pangan ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga menjadi fondasi kuat dalam mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. [Cm24]


