Pendampingan Polres Sikka Polda NTT Berbuah Hasil, Tanaman Hortikultura Warga Kopong Siap Panen

Kegiatan monitoring dan pendampingan Bhabinkamtibmas Desa Kopong berjalan efektif dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional. Tanaman hortikultura warga telah menunjukkan hasil positif dengan kondisi berbunga dan berbuah, masyarakat menyambut baik kehadiran Polri, serta terjalin sinergi yang kuat antara Polri dan warga meskipun masih dihadapkan pada kendala cuaca dan keterbatasan sarana pendukung.

Pendampingan Polres Sikka Polda NTT Berbuah Hasil, Tanaman Hortikultura Warga Kopong Siap Panen
Bhabinkamtibmas Turun ke Lahan, Program Ketahanan Pangan Presiden Mulai Dirasakan Warga Kopong

Tribratanewssikka.com - Maumere, 2 Februari 2026. Upaya Polri dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus diwujudkan hingga ke tingkat desa. Seperti yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Kopong bersama Kanit Binmas Polsek Kewapante, yang turun langsung melakukan monitoring dan pendampingan lahan hortikultura milik warga di Desa Kopong, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2025, sekitar pukul 14.00 WITA, bertempat di lahan pekarangan milik warga RT 04/RW 002, Dusun Nitakloang, Desa Kopong. Monitoring ini merupakan bagian dari implementasi Program Ketahanan Pangan (Program 1) guna mendukung kebijakan strategis Pemerintah serta program prioritas Bapak Presiden Republik Indonesia.

 

Adapun personel Polri yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut yakni AIPDA Yosep P. Koles, S.H. selaku Bhabinkamtibmas Desa Kopong, bersama AIPDA Dami Daty selaku Kanit Binmas Polsek Kewapante. 

 

Keduanya melakukan pengecekan langsung kondisi tanaman sekaligus berdialog dengan pemilik lahan untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan optimal di tingkat masyarakat.

 

Lahan yang dimonitor merupakan milik Bapak Fransbona Fentora Woda, dengan luas sekitar 50 x 30 meter, berstatus belum bersertifikat, dan dimanfaatkan secara maksimal sebagai lahan hortikultura produktif. 

 

Pada lahan tersebut ditanam berbagai jenis tanaman sayuran bernilai ekonomi, antara lain tomat sebanyak kurang lebih 130 pohon, buncis sekitar 250 pohon, serta terung sekitar 100 pohon.

 

Tanaman-tanaman tersebut telah ditanam sejak Desember 2024 dan kini berusia sekitar dua bulan. Dalam perawatannya, pemilik lahan menggunakan pupuk Urea, Ponska, dan NPK 16-16-16, serta beberapa jenis obat perangsang buah dan pembasmi hama, yang seluruhnya diperoleh secara swadaya. Hal ini menunjukkan adanya kemandirian dan keseriusan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan dari tingkat paling bawah.

 

Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Kopong menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan pendampingan ini tidak hanya bertujuan untuk melihat perkembangan tanaman, tetapi juga sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung swasembada pangan nasional.

 

“Polri melalui Bhabinkamtibmas terus berkomitmen mendampingi masyarakat, memberikan motivasi, serta mendorong pengelolaan lahan secara efisien dan ramah lingkungan agar ketahanan pangan benar-benar terwujud,” ungkapnya.

 

Selain itu, Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat untuk terus menjalin kerja sama yang baik dengan Polri serta Pemerintah Desa, sehingga setiap program pemerintah dapat berjalan sinergis dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga.

 

Dari hasil monitoring di lapangan, diketahui bahwa tanaman hortikultura tersebut saat ini telah berbunga dan sebagian sudah mulai berbuah. Diperkirakan dalam waktu sekitar satu bulan ke depan, hasil panen sudah dapat dipasarkan, sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.

 

Masyarakat setempat menyambut positif kegiatan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas. Warga menyatakan siap mendukung dan bekerja sama dengan Polri dalam menyukseskan Program Ketahanan Pangan yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia.

 

Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi, di antaranya curah hujan yang cukup tinggi dan kondisi cuaca yang tidak menentu, sehingga berdampak pada pertumbuhan tanaman. Selain itu, belum adanya pendampingan dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) serta keterbatasan obat pembasmi hama daun dan buah juga menjadi tantangan tersendiri bagi petani.

 

Meski demikian, semangat dan optimisme masyarakat tetap tinggi. Dengan adanya pendampingan berkelanjutan dari Bhabinkamtibmas, diharapkan program ketahanan pangan ini dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi warga lainnya.

 

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan bahan pendukung laporan. [CM24]