Perkuat Koordinasi Penanggulangan Bencana, Kepala BNPB Suharyanto Tiba di Sikka
Kunjungan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. ke Kabupaten Sikka menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta unsur terkait dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana. Seluruh rangkaian kedatangan berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif.
Maumere, 1 Oktober 2026. Tribratanewssikka.com — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., tiba di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Selasa (29/9/2026) sore. Kedatangan Kepala BNPB bersama rombongan tersebut merupakan bagian dari agenda kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Sikka.

Kepala BNPB tiba di Bandara Frans Seda Maumere sekitar pukul 16.00 WITA dengan menggunakan pesawat Susi Air jenis C208B. Kedatangan tersebut disambut sejumlah pejabat daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sikka.

Kehadiran pimpinan lembaga yang memiliki mandat utama dalam penanggulangan bencana nasional itu menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, khususnya dalam membangun kesiapsiagaan dan kapasitas penanggulangan bencana di daerah.
Kabupaten Sikka sebagai salah satu wilayah di Nusa Tenggara Timur memiliki karakter geografis dan kondisi wilayah yang membutuhkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Karena itu, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh unsur terkait menjadi bagian penting dalam memastikan setiap langkah penanggulangan bencana dapat dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu.
Kepala BNPB tidak datang seorang diri. Dalam kunjungan tersebut, Letjen TNI Dr. Suharyanto didampingi sejumlah pejabat dan personel pendukung BNPB.
Rombongan terdiri atas Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan, S.I.P.; Koorspri Kepala BNPB Kolonel Santosa; Muhammad Abadi selaku ADC Kepala BNPB; Wendra Jaya sebagai Walpri Kepala BNPB; Dino Iqbal sebagai pengemudi Kepala BNPB; dr. M. Arraniri sebagai dokter pendamping; serta Tenaga Ahli Kepala BNPB Richard Erlangga dan Bima Setiawan.
Setibanya di Bandara Frans Seda Maumere, rombongan langsung mendapat penyambutan dari jajaran pejabat Kabupaten Sikka. Tampak hadir Wakil Bupati Sikka Ir. Simon Subandi, Wakapolres Sikka Kompol Marselus Yugo Amboro, S.I.K., M.H., Palaksa Lanal Maumere Mayor Laut Teknik Nono Sumarno, Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana, S.Sos., M.Han., Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Sikka Aditya, S.H., M.H., Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka Dr. Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, S.T., M.Eng., serta Plt. Kalaksa BPBD Kabupaten Sikka Petrus Poling Wairmahing, S.T., M.T.
Rangkaian kedatangan berlangsung singkat namun berjalan tertib. Sekitar pukul 16.05 WITA, Kepala BNPB beserta rombongan melaksanakan unboarding dan selanjutnya menuju Ruang VIP Bandara Frans Seda Maumere.
Lima menit kemudian, tepatnya sekitar pukul 16.10 WITA, rombongan meninggalkan kawasan bandara dan bergerak menuju Hotel Capa Resort untuk melanjutkan agenda kunjungan kerja sekaligus tempat penginapan selama berada di Kabupaten Sikka.
Kunjungan Kepala BNPB tersebut memperlihatkan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat berdiri sendiri sebagai urusan satu institusi. Penanganan bencana membutuhkan kekuatan koordinasi yang solid sejak tahap kesiapsiagaan, mitigasi, respons darurat hingga pemulihan.
Di tingkat daerah, sinergi antara BPBD, pemerintah daerah, TNI, Polri dan unsur terkait menjadi fondasi penting dalam memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan penanganan yang cepat ketika menghadapi situasi kebencanaan.
Kehadiran Kepala BNPB di Sikka juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah. Koordinasi semacam ini penting agar kebijakan penanggulangan bencana tidak berhenti pada tataran administratif, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik daerah.
Bagi Kabupaten Sikka, kesiapsiagaan bukan sekadar persoalan menghadapi keadaan darurat ketika bencana terjadi. Kesiapsiagaan merupakan proses berkelanjutan yang menuntut keterlibatan berbagai pihak, dukungan sumber daya, kecepatan informasi, kesiapan personel, serta koordinasi yang terukur.
Dalam konteks tersebut, kunjungan kerja Kepala BNPB menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring koordinasi penanggulangan bencana sekaligus memastikan komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah tetap berjalan efektif.
Seluruh rangkaian kedatangan Kepala BNPB beserta rombongan di Bandara Frans Seda Maumere berlangsung aman, tertib, lancar dan terkendali. Tidak terdapat gangguan menonjol selama proses kedatangan hingga rombongan meninggalkan bandara menuju tempat penginapan.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang semakin terkoordinasi. Sebab dalam setiap potensi bencana, kecepatan respons, ketepatan koordinasi dan kesiapan seluruh unsur merupakan faktor penting dalam melindungi masyarakat.
Dengan berlangsungnya kunjungan kerja tersebut, Kabupaten Sikka kembali menjadi bagian dari ruang koordinasi strategis dalam penguatan penanggulangan bencana, sebuah agenda yang pada akhirnya bermuara pada satu kepentingan utama: memperkuat kesiapsiagaan dan perlindungan masyarakat menghadapi setiap potensi bencana. [Cm24]


