Ribuan Pelajar Terima Makan Bergizi Gratis, Jajaran Polres Sikka Lakukan Monitoring Lapangan

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 11 Maret 2026 di wilayah Kecamatan Nita dan wilayah hukum Polsek Waigete, Kabupaten Sikka, berjalan aman, tertib, dan lancar. Program ini berhasil menyalurkan makanan bergizi kepada 5.185 peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan. Selain mendukung pemenuhan gizi anak-anak sekolah, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan monitoring aparat kepolisian guna memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.

Ribuan Pelajar Terima Makan Bergizi Gratis, Jajaran Polres Sikka Lakukan Monitoring Lapangan
Pastikan Tepat Sasaran, Jajaran Polres Sikka Kawal Distribusi Makan Bergizi Gratis di Sekolah

Tribratanewssikka.com - Maumere, 12 Maret 2026 — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus bergulir di wilayah Kabupaten Sikka. Pada Rabu, 11 Maret 2026, ribuan pelajar di sejumlah sekolah di Kecamatan Nita dan wilayah hukum Polsek Waigete menerima manfaat dari program tersebut. Kegiatan penyaluran makanan bergizi ini berlangsung sejak pagi hari dan mendapat pemantauan langsung dari aparat kepolisian guna memastikan proses distribusi berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.

Di Kecamatan Nita, penyaluran program MBG dilaksanakan oleh Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nita yang dikelola oleh Yayasan Atoin Nusa Amasat yang beralamat di Dusun Tour Orin Bao, Desa Nita. Yayasan tersebut berada di bawah tanggung jawab Iwan Leo, dengan Maria Elfika Simplisia sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG).

 

Berdasarkan data pemetaan Badan Gizi Nasional (BGN), jumlah peserta didik yang menerima manfaat program makan bergizi gratis di wilayah Kecamatan Nita mencapai 2.677 siswa yang tersebar di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMA.

 

Beberapa sekolah penerima manfaat di antaranya SMP Kimang Buleng, SDK Nita 1, SDK Tebuk, SMP Negeri 1 Nita, hingga SMAN 1 Nita yang menjadi sekolah dengan jumlah penerima manfaat terbesar, yakni 731 siswa. Selain itu, sejumlah PAUD dan TK juga turut menerima manfaat program ini, menunjukkan bahwa program MBG menyasar peserta didik sejak usia dini.

 

Untuk mendukung kelancaran operasional dapur MBG, Yayasan Atoin Nusa Amasat mempekerjakan 47 orang karyawan yang seluruhnya berasal dari masyarakat sekitar lokasi dapur. Selain membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sekolah, program ini juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

 

Dalam proses pendistribusian makanan dari dapur SPPG menuju sekolah-sekolah penerima manfaat, pihak yayasan menggunakan dua unit kendaraan roda empat yang telah memenuhi standar dan ketentuan yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. Distribusi makanan dilakukan setiap enam hari kerja dalam satu minggu, yakni dari Senin hingga Sabtu.

 

Proses penyaluran tersebut juga mendapat pemantauan dari aparat kepolisian. Kanit Intelkam Polsek Nita, AIPTU Abdul Rais, turut melakukan monitoring guna memastikan kegiatan berjalan lancar serta mengantisipasi potensi kendala dalam distribusi.

 

Sementara itu, di wilayah hukum Polsek Waigete, program makan bergizi gratis juga berjalan dengan lancar melalui Dapur SPPG Nangatobong yang dikelola oleh Yayasan Kuali Merah Putih. Dapur MBG tersebut berlokasi di Dusun Wairhang, Desa Nangatobong, Kecamatan Waigete, tepat di jalur Trans Maumere–Larantuka.

 

Yayasan Kuali Merah Putih berada di bawah tanggung jawab Elisabeht Evanince, dengan Leonardus Noventus Pare sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi serta Anastasia Dua Geron sebagai ahli gizi yang memastikan standar nutrisi makanan terpenuhi.

 

Pada hari yang sama, dapur MBG di wilayah Waigete menyalurkan makanan bergizi kepada 2.508 penerima manfaat yang berasal dari 13 sekolah di wilayah tersebut. Sekolah-sekolah penerima manfaat meliputi SDK Inpres LII Ahuwair, SDN Egon, SMPN 2 Waigete, hingga SMK Negeri Talibura.

 

Salah satu sekolah dengan jumlah penerima manfaat terbesar adalah SMA Negeri Talibura dengan 735 siswa, disusul SDK Inpres LII Ahuwair yang menerima sebanyak 266 siswa, serta SMPN 46 Talibura dengan 252 siswa.

 

Dalam pelaksanaannya, program MBG menggunakan mekanisme penyajian makanan yang telah diatur oleh pusat pelayanan program. Untuk hari Senin hingga Jumat, menu yang disajikan berupa makanan basah yang terdiri dari nasi, lauk pauk, sayur-sayuran, dan buah. Sementara pada hari Sabtu, menu diganti dengan makanan kering seperti roti, susu, telur rebus, serta buah.

 

Dengan pola penyajian tersebut, diharapkan kebutuhan gizi para pelajar dapat terpenuhi secara seimbang sekaligus memberikan variasi menu yang sehat dan layak konsumsi.

 

Secara keseluruhan, jumlah penerima manfaat program makan bergizi gratis di dua wilayah tersebut pada hari ini mencapai 5.185 siswa. Kehadiran program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat, kuat, dan siap menghadapi masa depan.

 

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, berkat koordinasi yang baik antara pengelola dapur MBG, pihak sekolah, serta aparat keamanan yang melakukan monitoring di lapangan.

 

Program makan bergizi gratis ini diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah, sehingga semakin banyak anak-anak di Kabupaten Sikka yang merasakan manfaat langsung dari program peningkatan gizi yang menjadi salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. [Cm24]