Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Sikka dan Polsek Jajaran Gelar Bakti Religi hingga Bersih Pantai

Kegiatan bakti religi dan bakti sosial yang dilaksanakan Polres Sikka bersama Polsek jajaran dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 menjadi wujud nyata kepedulian dan pengabdian Polri kepada masyarakat. Melalui aksi membersihkan rumah ibadah, membantu fasilitas umum, hingga bersih-bersih pantai, Polri menunjukkan komitmennya membangun kedekatan dengan masyarakat, memperkuat toleransi, serta menghadirkan sosok Polri yang humanis, Presisi, dan semakin dicintai rakyat

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Sikka dan Polsek Jajaran Gelar Bakti Religi hingga Bersih Pantai
“Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Sikka dan Polsek Jajaran Turun Bersihkan Gereja, Masjid hingga Pantai”

Tribratanewssikka.com - Maumere, 12 Juni 2026 – Menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, jajaran Polres Sikka bersama Polsek-polsek jajaran menunjukkan wajah humanis Polri melalui serangkaian aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. 

Tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, aparat kepolisian turun langsung membersihkan rumah-rumah ibadah hingga kawasan pesisir pantai sebagai bentuk pengabdian sosial dan penguatan hubungan emosional dengan warga.

Pada Jumat, 12 Juni 2026, kegiatan bakti religi dan bakti sosial digelar secara serentak di sejumlah wilayah hukum Polres Sikka. Mulai dari gereja, masjid, hingga kawasan pantai menjadi sasaran kegiatan yang melibatkan personel kepolisian, tokoh agama, pemerintah setempat, unsur TNI, komunitas maritim, serta masyarakat sekitar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati pada 1 Juli 2026, sekaligus mempertegas komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap lingkungan, toleransi, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Di wilayah Polsek Nita, kegiatan bakti religi dipusatkan di Gereja Paroki Santo Mikhael Malaekat Agung Nita, Dusun Bao Loran, Desa Nita, Kecamatan Nita. Sejak pagi hari, personel Polsek Nita yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Nita IPTU Yermi Y.B. Soludale, didampingi Wakapolsek, turun bersama melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan gereja.

 

Aksi gotong royong itu tampak sederhana, namun sarat makna. Rumput liar dibersihkan, halaman dirapikan, serta area sekitar tempat ibadah dibenahi sebagai simbol kepedulian Polri terhadap kebersihan lingkungan masyarakat dan tempat-tempat yang menjadi pusat aktivitas keagamaan warga.

 

Tak jauh berbeda, di wilayah Polsek Kewapante, suasana kebersamaan begitu terasa di Gereja Santo Yosef Freinademetz Bolowolon, Desa Tanaduen, Kecamatan Kangae. Dipimpin Kapolsek Kewapante IPTU Cairil Syafar, personel kepolisian bersama pastor paroki, diakon, frater, tokoh agama, dan masyarakat bahu-membahu membersihkan area gereja.

 

Namun lebih dari sekadar menyapu dan membersihkan sampah, kegiatan di Bolowolon menghadirkan potret pengabdian yang lebih mendalam. Personel kepolisian bersama masyarakat bahkan ikut membantu menggali sumur di halaman gereja yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai sumber air untuk fasilitas sanitasi gereja.

 

Momen tersebut menjadi gambaran bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya bersifat simbolis, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata yang memberi manfaat langsung bagi kebutuhan warga.

 

Sementara itu, di wilayah Polsek Waigete, kegiatan bakti sosial dilaksanakan secara lintas rumah ibadah. Personel yang dipimpin Kapolsek Waigete IPTU Muhammadong menggelar kerja bakti di Kapela Santo Fransiskus Asisi Waigete di Desa Egon dan Masjid Baitul Hamid Nangatobong, Desa Nangatobong, Kecamatan Waigete.

 

Langkah ini menjadi simbol kuat tentang semangat toleransi dan keberagaman yang terus dijaga Polri. Dengan membersihkan halaman gereja dan masjid secara bersamaan, jajaran kepolisian mengirim pesan sederhana namun kuat: pengabdian Polri hadir untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok sosial.

 

Semangat yang sama juga tampak di wilayah Polsek Lela. Dipimpin Kapolsek Lela AKP I Nyoman Simion, personel Polsek Lela melaksanakan bakti religi di Gereja Santa Maria Imaculata Lela, Kecamatan Lela. Kegiatan diawali dengan apel kesiapan sebelum personel bergerak melakukan pembersihan di lingkungan gereja bersama masyarakat setempat.

 

Di sisi lain, Polsek Bola turut ambil bagian dalam rangkaian bakti religi dengan menyasar Gereja Paroki Santo Martinus Bola, Kecamatan Bola. Dipimpin Kapolsek Bola IPTU Wihelmus Yohanes Besituba, personel tidak hanya melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan gereja, tetapi juga membantu para pekerja yang sedang melakukan rehabilitasi bangunan gereja.

 

Keterlibatan personel kepolisian dalam membantu proses rehabilitasi tersebut menjadi potret nyata kedekatan Polri dengan masyarakat. Kehadiran aparat tidak lagi terbatas pada pengamanan kegiatan, tetapi juga menyatu dalam kerja-kerja sosial kemasyarakatan.

 

Tidak berhenti pada rumah ibadah, semangat kepedulian sosial juga digaungkan oleh Satpolairud Polres Sikka melalui kegiatan bersih-bersih pantai di kawasan Pantai Bebeng, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat.

 

Dipimpin langsung Kasat Polairud Polres Sikka AKP Dimas Yusuf Fadhillah Rahmanto, S.Tr.K., S.I.K., kegiatan tersebut melibatkan unsur Marnit Ditpolairud Polda NTT, Lanal Sikka, Basarnas, pemerintah kelurahan, dan masyarakat pesisir.

 

Tumpukan sampah di area pantai dibersihkan secara bersama-sama sebagai bagian dari kampanye menjaga kebersihan wilayah pesisir sekaligus membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya merawat ekosistem laut.

 

Aksi ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial menjelang Hari Bhayangkara, melainkan juga mengandung pesan kuat mengenai tanggung jawab kolektif menjaga lingkungan hidup di wilayah pesisir yang menjadi ruang hidup masyarakat.

 

Secara keseluruhan, rangkaian bakti religi dan bakti sosial yang dilakukan Polres Sikka bersama Polsek jajaran memperlihatkan transformasi wajah Polri yang semakin humanis, presisi, dan dekat dengan rakyat.

 

Di tengah tantangan institusi kepolisian yang terus berkembang, pendekatan sosial seperti ini menjadi ruang penting untuk memperkuat kepercayaan publik. Sebab kedekatan tidak dibangun melalui slogan semata, melainkan melalui kehadiran nyata, kerja bersama, dan kesediaan untuk bergotong royong bersama masyarakat.

 

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 akhirnya tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan institusi kepolisian, tetapi juga sebagai pengingat bahwa tugas pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui tindakan-tindakan sederhana namun berdampak besar—membersihkan tempat ibadah, menjaga kebersihan lingkungan, merawat pesisir, dan membangun rasa kebersamaan.

 

Seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung di wilayah hukum Polres Sikka tersebut berjalan aman, tertib, dan kondusif, sekaligus meninggalkan pesan kuat bahwa kehadiran Polri sejatinya bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga merawat harapan dan kebersamaan masyarakat.

 

Kegiatan bakti religi dan bakti sosial yang dilaksanakan Polres Sikka bersama Polsek jajaran dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 menjadi wujud nyata kepedulian dan pengabdian Polri kepada masyarakat. 

 

Melalui aksi membersihkan rumah ibadah, membantu fasilitas umum, hingga bersih-bersih pantai, Polri menunjukkan komitmennya membangun kedekatan dengan masyarakat, memperkuat toleransi, serta menghadirkan sosok Polri yang humanis, Presisi, dan semakin dicintai rakyat. [Cm24]