Sat Binmas Polres Sikka Polda NTT Sosialisasi Anti-Bullying, Pelajar Diingatkan Bahaya Jejak Digital
Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Bullying oleh Sat Binmas Polres Sikka di SMAK St. Petrus berjalan aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan ini, para pelajar memperoleh pemahaman tentang bahaya bullying, dampak hukum, serta pentingnya disiplin, etika bermedia sosial, dan perilaku positif sebagai upaya membentuk karakter generasi muda dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta kondusif.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 3 Januari 2026. Dalam upaya mencegah dan menekan terjadinya praktik perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan, Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Sikka melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Bullying kepada para pelajar. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 03 Februari 2026, bertempat di SMAK St. Petrus, Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka.

Kegiatan sosialisasi dimulai sekitar pukul 09.00 WITA dan dipimpin langsung oleh Kanit Bintibmas Sat Binmas Polres Sikka, AIPTU Gabrielis Ivoni Making, dengan sasaran utama para pelajar sebagai generasi muda penerus bangsa. Sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen Polres Sikka dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari tindakan kekerasan dan perundungan.
Dalam pemaparannya, AIPTU Gabrielis Ivoni Making menjelaskan secara komprehensif berbagai penyebab terjadinya bullying, baik yang dipicu oleh faktor lingkungan, pergaulan, maupun penyalahgunaan media sosial. Selain itu, para pelajar juga diberikan pemahaman mendalam mengenai dampak negatif bullying, tidak hanya bagi korban secara psikologis dan mental, tetapi juga bagi pelaku yang dapat berhadapan dengan konsekuensi hukum.
Lebih lanjut, peserta sosialisasi dibekali pengetahuan terkait ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang bullying, sehingga para pelajar memahami bahwa setiap tindakan perundungan memiliki implikasi hukum yang serius. Tak kalah penting, disampaikan pula cara-cara mencegah dan mengatasi bullying, baik melalui pendekatan pribadi, peran sekolah, maupun keterlibatan aktif masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Kasat Binmas Polres Sikka melalui pemateri juga memberikan sejumlah himbauan penting kepada para pelajar. Mereka diajak untuk bijak dalam menggunakan media sosial, mengingat setiap unggahan, komentar, maupun pesan digital akan meninggalkan jejak yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Media sosial, apabila disalahgunakan, dapat menjadi sarana terjadinya bullying yang berdampak luas dan berkepanjangan.
Selain itu, para pelajar didorong untuk menanamkan sikap disiplin sebagai modal dasar dalam membentuk pribadi yang berkarakter, berdedikasi, dan mampu bersaing di masa depan. Disiplin dinilai sebagai fondasi utama untuk meraih kesuksesan, baik di dunia pendidikan maupun dunia kerja kelak.
Himbauan lainnya yang disampaikan yakni pentingnya mematuhi peraturan yang berlaku, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. Para pelajar juga diingatkan untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjauhi segala bentuk perbuatan tercela yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan orang lain.
Dalam rangka pembentukan karakter yang kuat, para pelajar diajak untuk fokus pada kegiatan belajar dan mengisi waktu dengan berbagai kegiatan positif, sebagai sarana pembentukan mental, kepribadian, dan karakter yang sehat sejak usia dini.
Kegiatan sosialisasi ini mendapat respons positif dari para pelajar. Mereka tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan mampu menerima materi yang disampaikan dengan baik. Diharapkan, pemahaman yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Turut hadir dan mendukung kegiatan tersebut, antara lain Kaurmintu Sat Binmas Polres Sikka AIPDA Riwan serta Bamin Sat Binmas Polres Sikka BRIPDA Emanuel Rikardo. Untuk menunjang kelancaran kegiatan, Sat Binmas Polres Sikka menggunakan 1 (satu) unit kendaraan dinas.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 10.00 WITA dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam upaya preventif membangun generasi muda yang berkarakter, beretika, dan bebas dari perilaku menyimpang. [Cm24]


