Sentuhan Humanis Polres Sikka: Terapi USEFT Warnai Pembinaan WBP Rutan Kelas IIB Maumere

Kegiatan terapi USEFT yang dilaksanakan Polres Sikka di Rutan Kelas IIB Maumere berjalan aman, tertib, dan lancar serta memberikan dampak positif bagi WBP berupa ketenangan, pelepasan emosi negatif, dan peningkatan kondisi psikologis yang lebih stabil, sehingga diharapkan dapat menjadi program pembinaan berkelanjutan.

Sentuhan Humanis Polres Sikka: Terapi USEFT Warnai Pembinaan WBP Rutan Kelas IIB Maumere
Terapi USEFT di Rutan Maumere, Upaya Polres Sikka Perkuat Kesehatan Mental Warga Binaan

Maumere, 24 Juni 2026 - Tribratanewssikka.com — Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, jajaran Polres Sikka melalui fungsi SDM kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, adaptif, dan berorientasi pada pemulihan mental masyarakat, termasuk bagi warga binaan pemasyarakatan.

Pada Rabu (24/06/2026) pukul 09.30 hingga 10.15 WITA, bertempat di Aula Rutan Kelas IIB Maumere, telah dilaksanakan kegiatan bantuan terapi USEFT (Ultimate The Source Body, Mind & Soul Emotional Freedom Technique) bagi 94 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). 

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk intervensi psikologis yang diarahkan untuk membantu stabilisasi emosi, penguatan mental, serta pembinaan kejiwaan warga binaan selama menjalani masa pembinaan di dalam rutan.

Kegiatan dipimpin oleh tim terapis dari Polres Sikka yang terdiri dari AKP Susanto, S.E selaku Ketua Tim, IPDA Rusyudi Mangge, S.Psi selaku praktisi terapi, serta didukung oleh AIPDA Herry Ariawan, AIPDA Yermi Rihi, dan Brigpol Andina Mbitu.

 

Sejak awal kegiatan, suasana aula rutan tampak kondusif dan penuh antusiasme. Para WBP mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib, diawali dengan perkenalan, ice breaking, serta penyampaian materi awal mengenai pentingnya pengelolaan emosi dan manfaat metode USEFT sebagai pendekatan relaksasi dan pelepasan beban psikologis.

 

Selanjutnya, para peserta diberikan pelatihan teknik dasar yang meliputi sorespot, teknik tapping pada 17 titik tubuh, serta latihan looking and seeling sebagai bagian dari metode stimulasi emosi. Dalam proses ini, peserta juga diajak untuk membangun komitmen bersama melalui kontrak terapi, sebagai bentuk kesadaran diri untuk mengikuti setiap tahapan secara utuh.

 

Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan terapi USEFT massal, di mana para WBP diarahkan untuk memejamkan mata, melakukan teknik pernapasan, serta mengikuti instruksi terapis dalam rangka melepaskan emosi negatif yang selama ini dirasakan. Dengan pendampingan terapis, peserta melakukan afirmasi bersama: “Saya niatkan untuk membuang semua emosi negatif ini,” sebagai bentuk sugesti positif untuk menurunkan beban psikologis yang dialami.

 

Tahapan terapi kemudian dilanjutkan dengan proses charging atau pengisian emosi positif, disertai latihan relaksasi pernapasan terstruktur—tarik napas, tahan, dan hembuskan secara berulang. Tidak hanya itu, peserta juga mengikuti rangkaian stimulasi lanjutan berupa teknik looking and seeling, humming lagu sederhana, hingga gerakan relaksasi mata yang dirancang untuk menstabilkan kondisi emosional.

 

Sebagai bagian dari evaluasi, kegiatan juga menghadirkan testimoni langsung dari dua orang WBP yang menyampaikan perubahan kondisi psikologis mereka sebelum dan sesudah mengikuti terapi. Keduanya mengungkapkan adanya perasaan lebih ringan, tenang, serta berkurangnya tekanan emosional setelah mengikuti rangkaian kegiatan.

 

Dari hasil observasi selama kegiatan berlangsung, terapi USEFT ini memberikan dampak positif bagi para peserta, di antaranya munculnya rasa lega, ketenangan batin, peningkatan semangat, serta berkurangnya beban pikiran yang selama ini dirasakan. Pendekatan ini dinilai mampu menjadi salah satu metode pendukung dalam pembinaan kepribadian WBP secara lebih humanis dan menyentuh aspek psikologis secara langsung.

 

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam situasi aman, tertib, dan terkendali hingga selesai pada pukul 10.15 WITA. Pihak WBP juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polres Sikka atas layanan terapi yang diberikan, serta berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan di lingkungan Rutan Maumere.

 

Melalui kegiatan ini, Polres Sikka menegaskan kembali bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebatas pada aspek penegakan hukum, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan, pemulihan mental, dan pembinaan psikologis, sejalan dengan semangat Presisi dalam membangun Polri yang semakin dekat dan bermanfaat bagi masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan. [Cm24]