Sentuhan Kepedulian Satlantas Polres Sikka Pulihkan Semangat Anak Pasca Gempa di SDI Wairklau
Melalui kegiatan trauma healing yang dikemas dengan edukasi keselamatan berlalu lintas, Sat Lantas Polres Sikka tidak hanya memberikan pemahaman tentang pentingnya tertib berlalu lintas kepada siswa, tetapi juga membantu membangun kembali suasana ceria dan rasa aman anak-anak pasca gempa. Kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian Polres Sikka dalam mendampingi masyarakat, khususnya anak-anak, sekaligus menanamkan budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.
Maumere Kamis 24 September 2026 Tribratanewssikka.com - Pasca bencana gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Sikka, jajaran Polres Sikka terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat, khususnya anak-anak sekolah yang membutuhkan pendampingan untuk memulihkan semangat dan rasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Salah satunya dilakukan oleh personel Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Sikka melalui kegiatan trauma healing pasca gempa yang dikemas dalam edukasi keselamatan berlalu lintas kepada guru dan siswa-siswi SDI Wairklau pada (24/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai tersebut melibatkan tiga personel Sat Lantas Polres Sikka, yakni Aipda Rudi Damanik, Aipda Aris Marsudi, dan Aipda Paulus W. N. Sendi.
Dalam kegiatan tersebut, para personel memberikan edukasi mengenai pentingnya keselamatan dan ketertiban dalam berlalu lintas dengan menggunakan metode yang ramah dan menyenangkan bagi anak-anak.
Para siswa diberikan pemahaman agar senantiasa menaati aturan lalu lintas serta turut menyampaikan pesan keselamatan kepada orang tua masing-masing.
Personel Sat Lantas juga mengingatkan siswa agar selalu menggunakan helm ketika dibonceng maupun saat bepergian menggunakan sepeda motor. Pesan tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada orang tua sehingga keselamatan anak menjadi perhatian bersama.
Selain itu, siswa-siswi juga diberikan pemahaman agar menyampaikan kepada orang tua untuk tidak menggunakan sepeda listrik di jalan raya umum, melainkan memperhatikan ketentuan dan tempat penggunaan yang aman.
Tidak hanya kepada siswa, edukasi juga diberikan kepada para guru. Personel Sat Lantas mengimbau agar para guru dapat menjadi contoh dan teladan dalam menerapkan budaya tertib berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Agar pesan keselamatan lebih mudah diterima dan menciptakan suasana yang menyenangkan, kegiatan trauma healing tersebut tidak dilakukan secara formal semata. Personel Sat Lantas mengajak para siswa bernyanyi dan menari bersama menggunakan lagu-lagu edukasi keselamatan berlalu lintas, serta mengikuti berbagai permainan edukatif yang berkaitan dengan keselamatan di jalan raya.
Suasana kegiatan berlangsung penuh keceriaan. Para siswa terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang diberikan oleh personel Sat Lantas Polres Sikka.
Kegiatan tersebut juga mendapat respons positif dari pihak sekolah. Para siswa menerima dengan baik kegiatan trauma healing yang diberikan, sementara suasana bernyanyi dan bermain bersama membuat mereka merasa senang dan gembira.
Pihak sekolah juga menyatakan kesediaannya untuk terus menjadi contoh dalam menerapkan tertib berlalu lintas serta memberikan apresiasi kepada Sat Lantas Polres Sikka atas kepedulian dan pendampingan yang diberikan kepada para siswa.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Sikka menunjukkan bahwa pemulihan pasca gempa tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap kondisi psikologis dan semangat anak-anak untuk kembali menjalani aktivitas pendidikan dengan rasa aman dan gembira.
Kegiatan trauma healing sekaligus edukasi keselamatan berlalu lintas ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya keselamatan di jalan, sekaligus mempererat kedekatan antara Polri, pihak sekolah, dan para siswa. Seluruh rangkaian kegiatan di SDI Wairklau berlangsung aman, lancar, kondusif, dan terkendali.(Aln22)


