“Tak Ada Kata Lengah Pascagempa, Polres Sikka Perkuat Kesiapsiagaan Melalui KRYD”

Pelaksanaan KRYD pasca Operasi Aman Nusa II menunjukkan konsistensi Polres Sikka dalam menjaga kesiapsiagaan personel di tengah proses pemulihan pascagempa. Melalui apel pengecekan di Posko BPBD Sikka dan Posko Logistik Bandara Frans Seda, setiap personel dipastikan tetap terpantau dan siap menjalankan tugas, sehingga situasi keamanan, pelayanan masyarakat, serta dukungan penanganan pascabencana tetap berjalan aman, lancar, dan kondusif.

“Tak Ada Kata Lengah Pascagempa, Polres Sikka Perkuat Kesiapsiagaan Melalui KRYD”
Operasi Boleh Berakhir, Kesiapsiagaan Tak Boleh Padam: Polres Sikka Perkuat KRYD Pascagempa

Maumere, 28 September 2026. Tribratanewssikka.com — Operasi boleh berakhir, tetapi kewaspadaan tidak boleh ikut surut. Semangat itulah yang terus dijaga jajaran Polres Sikka dalam menghadapi situasi pascabencana gempa bumi melalui pelaksanaan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).

Di tengah fase pemulihan pascagempa, Polres Sikka tidak memilih untuk menurunkan kewaspadaan. Sebaliknya, kesiapsiagaan personel terus dipastikan melalui apel pengecekan secara berkala di sejumlah titik strategis, terutama Posko Siaga BPBD Sikka dan Posko Logistik Bandara Frans Seda Maumere.

 

Langkah tersebut menjadi bagian penting dari kesinambungan pengamanan dan pelayanan kepolisian setelah pelaksanaan Operasi Aman Nusa II Bencana Gempa Bumi. Sebab, dalam situasi kebencanaan, berakhirnya sebuah operasi tidak serta-merta berarti berakhir pula kebutuhan masyarakat terhadap kehadiran aparat.

 

Justru pada fase pascabencana, ketika masyarakat mulai memasuki tahapan pemulihan, kebutuhan terhadap koordinasi, pengawasan, pelayanan dan kesiapsiagaan tetap diperlukan.

 

Karena itu, apel pengecekan personel bukan sekadar agenda rutin. Di balik barisan anggota yang berdiri dalam formasi apel, terdapat tanggung jawab untuk memastikan setiap personel yang telah diperintahkan benar-benar siap menjalankan tugas sesuai fungsi dan penempatannya.

 

Rangkaian pengecekan dimulai pada Jumat, 25 September 2026, pukul 08.00 Wita, di Kantor BPBD Sikka, Jalan Mawar Nomor 28, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka. Apel pengecekan personel Polres Sikka dalam rangka KRYD pasca Operasi Aman Nusa II tersebut dipimpin oleh PA Posko Ipda Marhasyim Hajar.

 

Berdasarkan Surat Perintah Kapolres Sikka Nomor Sprin/548/IX/Ops.1.3./2026 tanggal 14 September 2026, Regu I berjumlah sembilan personel. Dalam pengecekan tersebut, enam personel hadir, sementara tiga personel sedang melaksanakan tugas, yakni Iptu I Nyoman Suwasta, Aiptu Abilio De Jesus dan Aipda Budi Prasetyo.

 

Pengecekan personel kembali dilaksanakan pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 09.30 Wita, di lokasi yang sama. Kali ini apel dipimpin PA Posko Iptu Maoritsius Herson Liman. Dari sembilan personel Regu II yang tercantum dalam surat perintah, sebanyak tujuh personel hadir. Dua personel, yakni Aiptu Istanto dan Bripka Vian Da Silva, tidak hadir karena izin.

 

Sehari berselang, pada Minggu, 27 September 2026, pengecekan kembali dilakukan pukul 10.00 Wita dan dipimpin Ipda Marhasyim Hajar. Dari sembilan personel Regu I, tujuh personel hadir, sedangkan dua personel, yaitu Aiptu Abilio De Jesus dan Aipda Budi Prasetyo, sedang melaksanakan tugas.

 

Kemudian pada Senin, 28 September 2026, apel pengecekan kembali digelar pukul 09.00 Wita. Apel dipimpin Iptu Maoritsius Herson Liman. Pada pengecekan tersebut, delapan dari sembilan personel Regu II hadir. Satu personel, Aipda Eduardus Rera, sedang melaksanakan tugas.

 

Pola pengecekan yang dilakukan secara berkesinambungan tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan personel di lapangan terus dipantau. Setiap anggota yang tercantum dalam surat perintah memiliki tugas masing-masing, sehingga absensi bukan semata-mata soal jumlah, melainkan bagian dari kontrol terhadap kesiapan pelaksanaan tugas. 

 

Kesiapsiagaan Polres Sikka juga diperkuat di Posko Logistik Bandara Frans Seda Maumere. Bandara menjadi salah satu titik penting dalam mobilitas orang maupun barang, terlebih dalam konteks penanganan dan pemulihan pascabencana. Karena itu, keberadaan personel kepolisian di lokasi tersebut memiliki arti penting dalam mendukung kelancaran aktivitas dan memastikan situasi tetap aman serta terkendali.

 

Pada Minggu, 27 September 2026, pukul 08.00 Wita, apel pengecekan personel Regu I KRYD Posko Logistik Bandara Frans Seda dilaksanakan di Kantor Bandara Frans Seda Maumere, Jalan Adisucipto, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur.

 

Apel dipimpin KBO Satsamapta Polres Sikka Ipda Paulus Wayan Keso. Regu tersebut berjumlah 11 personel. Dalam pengecekan, sembilan personel hadir, sementara dua personel, yakni Iptu Reinhard Dionisius Siga, S.Tr.K. dan Briptu Kristoforus M. Wangge, sedang melaksanakan tugas.

 

Keesokan harinya, Senin, 28 September 2026, pukul 07.45 Wita, pengecekan personel Regu II kembali dilaksanakan di lokasi yang sama. Apel dipimpin Wadal Regu II Ipda Akis, didampingi Padal Regu II Iptu Yoseph Yodi Sadipun. Hasil pengecekan menunjukkan seluruh 11 personel Regu II hadir lengkap. Kehadiran lengkap tersebut mempertegas kesiapan personel yang ditugaskan pada salah satu titik strategis tersebut.

 

Rangkaian kegiatan itu menggambarkan satu hal penting: penanganan pascabencana membutuhkan kesinambungan. Ketika tahapan operasi telah selesai, tugas menjaga situasi tetap aman dan terkendali tidak serta-merta berhenti. KRYD menjadi mata rantai yang menjaga agar kesiapsiagaan kepolisian tetap berjalan.

 

Dalam konteks ini, apel pengecekan menjadi instrumen untuk memastikan personel tetap berada dalam kendali komando, mengetahui tugasnya, serta siap digerakkan ketika dibutuhkan.

 

Kesiapan tersebut semakin penting karena kondisi pascabencana tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik. Aktivitas masyarakat, distribusi bantuan, mobilitas warga, kegiatan di fasilitas umum serta berbagai kebutuhan pemulihan tetap membutuhkan situasi keamanan yang kondusif. Polri, melalui personelnya di lapangan, dituntut mampu hadir secara proporsional dan responsif sesuai kebutuhan situasi.

 

Karena itu, keberadaan anggota di Posko BPBD maupun Posko Logistik Bandara Frans Seda bukan sekadar simbol kehadiran aparat. Ia merupakan bagian dari mekanisme kesiapsiagaan yang menghubungkan fungsi pengamanan, pelayanan dan koordinasi dalam satu rangkaian tugas.

 

Di balik seluruh rangkaian tersebut, disiplin personel menjadi fondasi utama. Apel pengecekan memberikan gambaran mengenai siapa yang hadir, siapa yang sedang menjalankan tugas lain dan siapa yang tidak dapat hadir karena alasan tertentu. Data tersebut menjadi bagian dari kontrol internal agar pelaksanaan tugas tetap berjalan sesuai surat perintah.

 

Hal ini penting karena dalam operasi maupun KRYD, kesiapan tidak hanya diukur dari keberadaan anggota secara fisik, tetapi juga dari sejauh mana setiap personel mampu menjalankan tugas yang telah dibebankan kepadanya. Dengan demikian, pengecekan personel menjadi bagian dari upaya menjaga efektivitas pelaksanaan tugas sekaligus memastikan rantai komando tetap berjalan.

 

Seluruh rangkaian apel pengecekan personel di Posko Siaga BPBD Sikka dan Posko Logistik Bandara Frans Seda selama periode 25 hingga 28 September 2026 dilaporkan berlangsung aman dan lancar. Situasi di lokasi kegiatan juga dilaporkan dalam keadaan kondusif dan terkendali.

 

Kondisi tersebut menjadi bagian penting dari proses pemulihan pascabencana. Keamanan yang terjaga memberikan ruang bagi berbagai pihak untuk menjalankan aktivitas dan proses pemulihan secara lebih tertib.

 

Polres Sikka melalui KRYD terus menjaga agar kesiapsiagaan tersebut tidak berhenti pada apel dan laporan administratif. Kehadiran personel diarahkan untuk memastikan tugas pengamanan dan pelayanan dapat berjalan ketika masyarakat membutuhkan.

 

Pada akhirnya, bencana mungkin meninggalkan tantangan yang tidak sederhana. Namun, dalam situasi seperti itu, kesiapsiagaan tidak boleh kehilangan napas. Operasi Aman Nusa II telah menjadi bagian dari tahapan penanganan bencana. KRYD kemudian mengambil peran untuk memastikan semangat kesiapsiagaan tetap menyala.

 

Dari Posko BPBD hingga Bandara Frans Seda, dari apel pagi hingga kesiapan personel di lapangan, Polres Sikka terus menjaga satu prinsip: ketika masyarakat masih berada dalam fase pemulihan, pelayanan dan kesiapsiagaan aparat tidak boleh ikut berhenti.

 

Sebab, bagi tugas kepolisian, berakhirnya operasi bukan berarti berakhirnya pengabdian. Justru ketika situasi mulai kembali normal, kewaspadaan harus tetap berdiri—senyap, disiplin dan siap bergerak kapan pun dibutuhkan. [Cm24]