Wakapolres Sikka Amanatkan Penguatan Disiplin, Pengawasan Internal, dan Respons Cepat Antisipasi Gangguan Kamtibmas dalam Anev Mingguan
Anev Mingguan Polres Sikka menjadi momentum penguatan disiplin, pengawasan internal, dan peningkatan kinerja personel. Wakapolres Sikka, KOMPOL Jerry Bernado Manafe, menekankan agar setiap arahan pimpinan ditindaklanjuti secara konkret, pelaporan perkara dilakukan secara tertib dan akuntabel, serta deteksi dini dan koordinasi lintas instansi dioptimalkan untuk mengantisipasi aksi damai, balap liar, dan potensi gangguan kamtibmas. Seluruh jajaran dituntut bekerja profesional, disiplin, dan bertanggung jawab demi menjaga situasi keamanan di Kabupaten Sikka tetap aman dan kondusif.
Maumere, 13 Oktober 2026. Tribratanewssikka.com — Penguatan disiplin, ketegasan pengawasan internal, serta kesiapsiagaan menghadapi dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi penekanan utama dalam Rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) Mingguan Polres Sikka, Selasa (13/10/2026).

Dipimpin Wakapolres Sikka, KOMPOL JERRY BERNADO MANAFE, didampingi Kabag Ops Polres Sikka, AKP I WAYAN OKA DESWANTA, S.E., rapat yang berlangsung di Ruang Vicon Tantya Sudhirajati Polres Sikka mulai pukul 11.00 WITA tersebut menjadi forum evaluasi pelaksanaan tugas sekaligus penguatan tanggung jawab seluruh satuan fungsi dan jajaran Polsek dalam menjawab berbagai tantangan keamanan di wilayah Kabupaten Sikka.

Anev yang membahas periode 5–13 Oktober 2026 itu diikuti para pejabat utama, perwira, serta perwakilan jajaran Polsek Polres Sikka. Sejumlah isu strategis dibedah, mulai dari perkembangan situasi pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ijazah Wakil Presiden, kondisi ekonomi daerah, pemantauan program pemerintah, stok dan distribusi bahan bakar minyak (BBM), penanganan aksi damai, penyusunan anggaran 2027, hingga pengawasan personel dan penanggulangan aksi balap liar.
Forum tersebut menegaskan bahwa pelaksanaan tugas kepolisian tidak cukup hanya berorientasi pada rutinitas, tetapi harus disertai evaluasi yang terukur, pengawasan yang konsisten, dan tindak lanjut nyata terhadap setiap persoalan yang ditemukan di lapangan.
Dalam arahan dan penekanannya, Wakapolres Sikka menegaskan pentingnya tanggung jawab setiap satuan fungsi dalam melaksanakan tugas, menyelesaikan pekerjaan, serta melaporkan perkembangan penanganan perkara secara akurat dan berkesinambungan.
Setiap perkara, baik yang masih dalam proses maupun yang telah selesai ditangani, harus tercatat dengan jelas dan dilaporkan sesuai mekanisme yang berlaku. Tidak boleh ada perkembangan penanganan perkara yang terabaikan dari administrasi pelaporan, karena ketertiban dokumentasi merupakan bagian penting dari akuntabilitas pelaksanaan tugas kepolisian.
Wakapolres juga menekankan agar para Kasat dan Kapolsek meningkatkan pengawasan melekat terhadap seluruh personel di bawah tanggung jawab masing-masing. Pengawasan tersebut harus dilakukan secara konsisten, bukan sekadar formalitas, guna memastikan setiap anggota bekerja sesuai aturan, menjaga disiplin, serta menjunjung tinggi profesionalisme dan integritas sebagai anggota Polri.
Penekanan ini menjadi penting agar setiap potensi pelanggaran dapat dicegah sedini mungkin dan setiap pelaksanaan tugas dapat dipertanggungjawabkan secara institusional.
Selain itu, Wakapolres meminta agar pemasangan foto Kapolri yang baru di masing-masing ruang kerja segera ditindaklanjuti. Personel juga diingatkan untuk memperhatikan ketentuan dalam surat edaran mengenai penggunaan seragam dinas sebagai bagian dari kepatuhan terhadap aturan kedinasan.
Dalam pemaparan Kabag Ops dan Sat Intelkam Polres Sikka, perkembangan situasi nasional pascaputusan MK terkait ijazah Wakil Presiden menjadi salah satu perhatian yang perlu dicermati melalui pemantauan situasi secara berkelanjutan.
Sat Intelkam menekankan perlunya peningkatan kewaspadaan, optimalisasi deteksi dini, dan monitoring terhadap perkembangan situasi di wilayah hukum Polres Sikka. Langkah tersebut diarahkan untuk mengenali potensi kerawanan sejak awal sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan secara tepat, terukur, dan sesuai kebutuhan.
Selain perkembangan situasi nasional, kondisi ekonomi Kabupaten Sikka juga menjadi bagian dari pembahasan Anev. Pemantauan terhadap dinamika sosial dan ekonomi diperlukan untuk mendukung pemetaan situasi serta membantu jajaran kepolisian mengantisipasi persoalan yang berpotensi memengaruhi ketertiban masyarakat.
Perhatian turut diarahkan pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes), dan Desa Nelayan. Sat Intelkam diminta terus memantau perkembangan pelaksanaan program tersebut di wilayah Kabupaten Sikka agar berbagai potensi persoalan dapat diketahui dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.
Sementara itu, perkembangan stok dan distribusi BBM juga menjadi agenda penting. Pemantauan diperlukan untuk mengetahui kondisi ketersediaan dan kelancaran distribusi di lapangan serta mengantisipasi potensi persoalan yang dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat.
Penanganan aksi damai menjadi salah satu poin yang mendapat penekanan dalam rapat tersebut. Wakapolres Sikka meminta agar setiap kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat di wilayah hukum Polres Sikka dipersiapkan melalui koordinasi yang baik dan pemantauan situasi secara berkelanjutan.
Deteksi dini harus dioptimalkan, komunikasi dengan pihak penyelenggara perlu dibangun sejak awal, dan setiap perkembangan situasi harus menjadi dasar dalam menentukan langkah pengamanan.
Koordinasi dengan instansi terkait juga perlu diperkuat agar pelaksanaan pengamanan berlangsung terencana, profesional, dan proporsional. Tujuannya adalah memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara tertib, sekaligus menjaga keamanan, ketertiban, dan kepentingan umum.
Pendekatan yang terukur serta komunikasi yang efektif menjadi unsur penting dalam mencegah potensi gangguan dan memastikan kegiatan berlangsung aman tanpa mengabaikan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat sesuai ketentuan yang berlaku.
Persoalan balap liar, khususnya pada malam Minggu dan di lokasi yang rawan dijadikan arena balapan, turut menjadi perhatian serius dalam Anev Mingguan tersebut.
Kapolsek Alok menyampaikan perlunya peningkatan pengamanan dan penindakan terhadap aksi balap liar di wilayah hukumnya. Persoalan ini tidak dapat dipandang sebagai gangguan ketertiban biasa, karena berpotensi membahayakan keselamatan pelaku, pengguna jalan lainnya, dan masyarakat di sekitar lokasi.
Menanggapi hal tersebut, Wakapolres Sikka menekankan pentingnya koordinasi yang lebih intensif dengan instansi terkait dalam mengantisipasi serta menanggulangi aksi balap liar.
Upaya penanganan harus dilakukan secara terarah melalui pemantauan lokasi rawan, kegiatan patroli sesuai kebutuhan, dan penindakan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Konsistensi pelaksanaan tugas menjadi faktor penting agar langkah pencegahan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu mendukung terciptanya ketertiban lalu lintas dan keamanan masyarakat.
Dalam bidang pengawasan internal, Kasi Propam Polres Sikka memaparkan perkembangan penanganan kasus personel yang berstatus DPO serta persoalan tahanan yang melarikan diri.
Persoalan tersebut menjadi bagian dari evaluasi yang memerlukan perhatian dan tindak lanjut sesuai prosedur. Pengawasan internal harus berjalan seiring dengan penegakan disiplin, pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas, serta pemantauan terhadap setiap perkembangan penanganan kasus.
Wakapolres Sikka juga menekankan agar seluruh pimpinan satuan tidak mengabaikan tanggung jawab pengawasan terhadap anggotanya. Setiap perkembangan yang membutuhkan penanganan harus dikoordinasikan dan dilaporkan secara berjenjang sehingga proses evaluasi dapat berlangsung secara tertib dan akuntabel.
Di sisi perencanaan, Kabag Ren Polres Sikka menyampaikan materi terkait penyusunan anggaran tahun 2027. Perencanaan tersebut menjadi salah satu instrumen penting untuk mendukung kebutuhan operasional dan pelaksanaan program kerja kepolisian secara efektif, terarah, dan sesuai prioritas organisasi.
Melalui Anev Mingguan, Polres Sikka memperkuat mekanisme evaluasi terhadap pelaksanaan tugas setiap satuan fungsi dan jajaran Polsek. Forum ini menjadi sarana untuk mengidentifikasi kendala, memantau perkembangan persoalan, serta memastikan arahan pimpinan ditindaklanjuti secara konkret.
Kedisiplinan personel, pengawasan melekat, ketertiban pelaporan perkara, kesiapsiagaan menghadapi dinamika sosial, dan koordinasi lintas instansi merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas kepolisian. Rapat yang berlangsung hingga pukul 12.30 WITA tersebut berjalan aman dan lancar.
Dengan penguatan evaluasi dan pengawasan yang berkesinambungan, Polres Sikka diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme personel, memperkuat respons terhadap potensi gangguan keamanan, serta menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Sikka tetap aman, tertib, dan kondusif.
Pesan utama Anev Mingguan ini jelas: setiap arahan harus ditindaklanjuti, setiap tugas harus dipertanggungjawabkan, dan setiap potensi gangguan kamtibmas harus diantisipasi sedini mungkin. Evaluasi tidak boleh berhenti pada paparan dan laporan, tetapi harus bermuara pada perbaikan kinerja serta pelayanan kepolisian yang semakin profesional dan dipercaya masyarakat. [Cm24]
" POLISI BERSAMA MASYARAKAT"


