302 KK Mengungsi di Gelora Samador, Polres Sikka Intensifkan Patroli dan Pengawasan
Pengamanan Posko Pengungsian Gelora Samador Maumere berjalan aman, tertib, dan terkendali. Dengan jumlah pengungsi mencapai 1.241 orang dari 302 KK dan masih berpotensi bertambah, personel kepolisian terus memperkuat penjagaan, pengawasan, serta patroli bersama petugas terkait guna memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan seluruh pengungsi.
Maumere, 16 Agustus 2026. Tribratanewssikka.com — Pengamanan di Posko Pengungsian Bencana Gempa Flores yang berlokasi di Gelora Samador Maumere, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, terus diperkuat guna memastikan seluruh pengungsi berada dalam situasi aman, tertib, dan kondusif di tengah masih berlangsungnya arus kedatangan warga terdampak.
Pengamanan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Sikka Nomor: Sprin/338/VIII/OPS.2.1./2026, tertanggal 15 Agustus 2026, tentang Pengamanan Posko Pengungsian Gelora Samador Maumere untuk periode 15 hingga 17 Agustus 2026.
Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, mulai pukul 20.00 WITA hingga selesai, personel Regu 1 melaksanakan tugas pengamanan di kawasan posko pengungsian. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kaposko Pengungsian Gelora Samador Maumere, Ipda Mashasyim, yang juga menjabat sebagai Kasiwas Polres Sikka.
Pengamanan tidak sekadar berorientasi pada penjagaan fisik kawasan posko, tetapi juga diarahkan untuk memberikan perlindungan menyeluruh kepada para pengungsi yang tengah menghadapi situasi darurat akibat bencana. Personel ditempatkan untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas pengungsi, termasuk memastikan keamanan barang-barang bawaan warga, baik di dalam maupun di sekitar area pengungsian.
Di tengah kondisi posko yang menampung jumlah warga cukup besar, kehadiran personel kepolisian menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban sekaligus mencegah munculnya potensi gangguan keamanan. Pengawasan dilakukan secara berkelanjutan dengan mengedepankan pelayanan, kewaspadaan, serta pendekatan humanis kepada masyarakat yang membutuhkan rasa aman.
Selain penjagaan di dalam kawasan posko, personel juga melaksanakan patroli di sekitar area Gelora Samador. Patroli dilakukan bersama petugas bandara sebagai bagian dari upaya memperluas pengawasan terhadap lingkungan sekitar sekaligus memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Sinergi tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan kawasan sekitar posko tetap terkendali. Mobilitas warga, aktivitas pengungsi, maupun situasi lingkungan sekitar dipantau secara berkala guna mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan para pengungsi.
Hingga berita ini diturunkan jumlah pengungsi yang berada di Posko Pengungsian Gelora Samador Maumere tercatat sebanyak 1.241 orang yang berasal dari 302 kepala keluarga (KK). Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring kemungkinan kedatangan warga lainnya yang membutuhkan tempat perlindungan.
Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan personel untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan situasi di posko tetap tertib ketika jumlah pengungsi terus bergerak dinamis. Dengan jumlah warga yang mencapai lebih dari seribu orang, pengelolaan keamanan menjadi tantangan tersendiri yang membutuhkan kehadiran personel secara konsisten dan terukur.
Dalam pelaksanaan pengamanan Regu 1, terdapat delapan personel yang ditugaskan. Dari jumlah tersebut, Ipda Mashasyim, Aiptu Natalis Istanto, Briptu Adnan Pratama Putra, Bripda Emanuel Rikardo, dan Brigpol Bastian F. Gray Prasetyo tercatat hadir melaksanakan tugas. Sementara Aipda Alldrin Efendi Leo dan Bripda Ahmad Hadikusuma belum datang, sedangkan Aipda Fransisko Arif Rudianto dalam kondisi sakit.
Meski terdapat dinamika personel, pelaksanaan pengamanan tetap berjalan dengan mengedepankan tanggung jawab dan kesiapsiagaan. Personel yang hadir terus memastikan pengawasan terhadap kawasan pengungsian berlangsung sebagaimana yang telah diperintahkan dalam surat perintah.
Kehadiran aparat di tengah para pengungsi juga menjadi pesan kuat bahwa negara hadir dalam situasi bencana. Bagi warga yang kehilangan rasa aman akibat gempa, keberadaan petugas di posko bukan hanya menyangkut pengamanan, tetapi juga menghadirkan ketenangan psikologis serta kepastian bahwa keselamatan mereka menjadi perhatian.
Pengamanan akan terus dilakukan sesuai jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan. Personel juga akan menyesuaikan pola pengawasan dengan perkembangan situasi di lapangan, terutama apabila terjadi peningkatan jumlah pengungsi maupun perubahan aktivitas di sekitar kawasan Gelora Samador.
Secara umum, kegiatan pengamanan Posko Pengungsian Gelora Samador Maumere berlangsung aman, tertib, dan terkendali. Pengawasan terhadap pengungsi dan barang bawaan, patroli kawasan, serta koordinasi bersama petugas terkait terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di lokasi pengungsian.
Di tengah ketidakpastian yang masih menyelimuti warga terdampak bencana, pengamanan yang konsisten menjadi salah satu fondasi penting agar posko tidak hanya menjadi tempat berlindung, tetapi juga ruang yang memberikan rasa aman, nyaman, dan terlindungi bagi seluruh pengungsi. [Cm24]


