Apel Serentak di Semua Titik Posko, Polres Sikka Pastikan Personel Siap Siaga dan Siap Bergerak”

Polres Sikka menunjukkan kesiapsiagaan penuh dalam mengawal penanganan pascagempa Flores. Melalui penguatan personel di gudang logistik, BPBD, bandara, pelabuhan hingga Posko Palue, seluruh lini diperkuat untuk memastikan distribusi bantuan berjalan aman, tertib, cepat, dan tepat sasaran, sekaligus menjamin situasi kamtibmas tetap kondusif.

Apel Serentak di Semua Titik Posko, Polres Sikka Pastikan Personel Siap Siaga dan Siap Bergerak”
Polres Sikka Perketat Siaga, Kawal Distribusi Bantuan untuk Korban Gempa Flores

Maumere, 7 September 2026. Tribratanewssikka.com — Gelombang penanganan pascabencana gempa Flores terus dikawal ketat oleh jajaran Polres Sikka. Sejak pagi, Senin (7/9/2026), personel kepolisian disiagakan di sejumlah titik strategis untuk memastikan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa dapat terjaga, terdistribusi dengan aman, dan tepat sasaran.

Kesiapsiagaan itu terlihat dari rangkaian apel pengecekan personel yang digelar secara simultan di sejumlah posko penanganan bencana. Bukan sekadar apel formalitas, pengecekan tersebut menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap personel memahami posisi, tugas, serta tanggung jawabnya di tengah situasi kebencanaan yang membutuhkan respons cepat dan terukur.

Di Lapangan Apel Polres Sikka, pukul 07.40 Wita, personel siaga Gudang Logistik Bantuan mengikuti apel persiapan yang dipimpin Kabag SDM Polres Sikka, AKP Susanto, S.E., selaku Perwira Pengendali Posko Siaga Gudang Logistik, didampingi IPDA Leonardus Tunga, S.M.

Dalam arahannya, Padal menekankan kedisiplinan dan kehadiran personel sebagai fondasi utama pelaksanaan tugas. Setiap anggota diminta menjalankan tugas siaga dengan penuh tanggung jawab serta memastikan kesiapan personel tetap terjaga selama proses pengamanan logistik berlangsung. Pesan yang disampaikan sederhana, tetapi tegas: bantuan untuk masyarakat terdampak bencana tidak boleh terganggu oleh kelengahan.

Kesiagaan juga diperkuat melalui apel personel Satpolairud Polres Sikka bersama anggota KP3 Laut Maumere di Pelabuhan Wuring. Apel yang berlangsung pukul 07.30 Wita tersebut dipimpin KBO Satpolairud Polres Sikka, AIPTU Sarudin.

Personel diarahkan untuk tetap standby, menjaga kondisi kesehatan, serta memastikan pengamanan kapal berjalan optimal. Dalam situasi kebencanaan, kawasan laut memiliki peran strategis sebagai salah satu jalur pergerakan orang maupun distribusi bantuan. Karena itu, setiap perkembangan atau kejadian mendesak di laut diminta segera dilaporkan kepada pimpinan secara berjenjang.

 

Dari 9 personel Satpolairud, sebanyak 8 personel hadir, sementara 1 personel melaksanakan tugas. Sementara itu, terdapat 5 personel KP3 Laut yang turut mengikuti apel.

 

Pengamanan distribusi bantuan juga mendapat atensi khusus di Posko BPBD Sikka, Jalan Mawar Nomor 28, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.

 

Pukul 09.30 Wita, sebanyak 17 personel Polres Sikka mengikuti apel pengecekan untuk memastikan kesiapan pengamanan pendistribusian logistik bantuan bagi masyarakat yang terdampak gempa Flores. Apel dipimpin Padal Posko, IPTU I Nyoman Suwasta.

 

Seluruh personel yang tercantum dalam Surat Perintah Kapolres Sikka Nomor Sprin/343/VIII/Ops.2.1./2026 tanggal 31 Agustus 2026 dinyatakan hadir lengkap.

 

Kehadiran penuh tersebut memperlihatkan bahwa pengamanan distribusi bantuan ditempatkan sebagai bagian penting dalam rantai penanganan bencana. Logistik bukan sekadar barang yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi merupakan kebutuhan masyarakat yang berada dalam kondisi rentan dan membutuhkan kepastian.

 

Sementara itu, di Lapangan Bandara Frans Seda Maumere, kesiapan Satgas Penyangga Distribusi Bantuan Logistik Bencana juga dilakukan melalui apel pagi yang dipimpin Perwira Pengendali AKP I Nyoman Karwadi, S.H.

 

Dari total 47 personel sesuai surat perintah, sebanyak 42 personel hadir, sementara 5 personel tidak hadir karena dua personel sakit dan tiga lainnya sedang melaksanakan tugas.

 

Dua personel yang dilaporkan sakit yakni AIPTU Fransiskus Sogen dan AIPTU Sopian Mutaqim. Sementara tiga personel yang melaksanakan tugas adalah AIPDA Hamka, AIPDA Tri Purwanto, dan BRIPDA Kompo.

 

Bandara Frans Seda sendiri menjadi salah satu titik penting dalam mobilisasi bantuan melalui jalur udara. Karena itu, keberadaan satgas penyangga menjadi bagian dari mata rantai pengamanan agar pergerakan logistik berjalan tertib dan tidak menimbulkan hambatan di lapangan.

 

Di wilayah kepulauan, kesiapsiagaan juga tidak berhenti di daratan Maumere. Di Polsubsektor Palue, apel pengecekan persiapan pengamanan Posko Siaga Bencana Palue digelar untuk memastikan personel tetap berada dalam kondisi siap gerak menghadapi setiap perkembangan situasi. Apel yang dipimpin IPTU Ali Murjali, didampingi IPDA Rusyudi Mangge, S.Psi., tersebut diikuti 15 personel dan seluruhnya hadir.

 

Personel diminta tetap siaga, memperkuat koordinasi, mengutamakan keselamatan dan kesehatan, serta terus memonitor perkembangan situasi. Unsur intelijen juga mendapat penekanan untuk aktif mengikuti setiap dinamika yang berkembang sehingga setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sedini mungkin.

 

Rangkaian apel tersebut memperlihatkan satu garis besar yang sama: Polres Sikka tidak memberikan ruang bagi kelengahan dalam menghadapi situasi kebencanaan.

 

Mulai dari gudang logistik, pelabuhan, posko BPBD, bandara hingga wilayah kepulauan Palue, personel ditempatkan pada titik-titik yang memiliki peran strategis dalam memastikan penanganan bencana berjalan aman dan terkendali.

 

Kesiapsiagaan itu bukan hanya diukur dari jumlah personel yang hadir, tetapi juga dari seberapa cepat informasi diterima, seberapa solid koordinasi dibangun, dan seberapa sigap anggota bergerak ketika situasi berubah.

 

Di tengah kebutuhan masyarakat terdampak gempa yang membutuhkan bantuan secara cepat, aman, dan terarah, kehadiran aparat menjadi salah satu simpul penting untuk menjaga agar proses distribusi tidak kehilangan kendali.

 

Polres Sikka menegaskan bahwa pengamanan bantuan bukan sekadar menjaga barang, tetapi menjaga harapan masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.

 

Seluruh rangkaian apel dan pengecekan personel berlangsung aman, lancar, tertib, serta dalam situasi yang kondusif. Polres Sikka tetap siaga. Bantuan bergerak, personel mengawal, dan setiap perkembangan situasi terus dipantau. [Cm24]