Nilai Risk Assessment Liga Soeratin dan Pertiwi di Sikka Masih “KURANG”, Ditpamobvit Polda NTT Dorong Pembenahan
Hasil Risk Assessment Ditpamobvit Polda NTT terhadap rencana penyelenggaraan Liga Soeratin U-17 Putra dan Pertiwi Putri Tahun 2026 di Kabupaten Sikka memperoleh nilai 48,65 persen dengan kategori KURANG. Hasil tersebut menjadi catatan penting bagi penyelenggara untuk segera melakukan pembenahan dan peningkatan sarana prasarana serta aspek pengamanan agar pelaksanaan kompetisi dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Maumere, 18 July 2026. Tribratanewssikka.com – Rencana penyelenggaraan Liga Pelajar Sepak Bola Soeratin U-17 Putra dan Liga Pertiwi Putri Tahun 2026 di Kabupaten Sikka mendapat perhatian serius dari aspek keamanan dan kelayakan sarana prasarana.

Berdasarkan hasil Risk Assessment yang dilakukan Auditor Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Ditpamobvit Polda NTT, tingkat kesiapan fisik sarana dan prasarana penyelenggaraan kompetisi tersebut memperoleh nilai akumulasi sebesar 48,65 persen dengan kategori KURANG.
Hasil tersebut terungkap dalam agenda pemaparan hasil scoring pemeriksaan fisik sarana dan prasarana yang berlangsung di Aula Kantor Camat Alok, Jalan El Tari, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Jumat (17/7/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 Wita itu menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan penyelenggaraan kompetisi sepak bola pelajar yang direncanakan berlangsung di wilayah hukum Polres Sikka.
Penilaian tersebut tidak hanya menjadi gambaran mengenai kesiapan teknis penyelenggara, tetapi juga menjadi pijakan penting dalam memastikan aspek keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelayakan fasilitas yang akan digunakan selama pertandingan berlangsung.
Dalam pemaparan tersebut, Auditor Sistem Manajemen Pengamanan Ditpamobvit Polda NTT menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan fisik terhadap sarana dan prasarana menunjukkan masih terdapat sejumlah aspek yang memerlukan pembenahan.
Dengan capaian nilai 48,65 persen dan kategori KURANG, penyelenggara didorong untuk segera melakukan langkah-langkah perbaikan dan pembinaan terhadap berbagai komponen yang dinilai belum memenuhi standar yang diharapkan.
Penilaian ini sekaligus menjadi peringatan penting bahwa penyelenggaraan pertandingan sepak bola tidak semata-mata berorientasi pada aspek kompetisi dan prestasi olahraga. Di balik setiap pertandingan, terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan keamanan seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemain, ofisial, wasit, panitia, penonton, hingga masyarakat di sekitar lokasi pertandingan.
Karena itu, hasil Risk Assessment tersebut menjadi instrumen penting untuk memetakan potensi kerawanan sekaligus mengidentifikasi berbagai kekurangan yang harus segera diperbaiki sebelum kompetisi digelar.
Kesiapan sarana dan prasarana, sistem pengamanan, akses keluar-masuk, fasilitas pendukung, serta berbagai aspek keselamatan lainnya menjadi bagian yang tidak dapat diabaikan dalam penyelenggaraan pertandingan olahraga berskala pelajar.
Pelaksanaan Risk Assessment tersebut mengacu pada Perpol Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pengamanan Pertandingan Olahraga. Regulasi tersebut menjadi salah satu dasar dalam memastikan bahwa setiap pertandingan olahraga yang diselenggarakan dapat berlangsung dengan memperhatikan standar keamanan dan keselamatan secara menyeluruh.
Dalam kegiatan tersebut, Ditpamobvit Polda NTT menurunkan tim yang dipimpin Panit 2 Subdit Wisata, AKP Jhonry Suryantho, S.H., M.H., selaku Ketua Tim. Tim tersebut juga diperkuat oleh IPTU Cyrius R. G. Dato, S.H., selaku PS. Kaur Keu Subagrenmin; IPDA Charley M. Tlonan, S.T., selaku PS. Panit 2 Subdit Audit; serta BRIPKA Mesakh Amalo, selaku Banit 1 Subdit Wisata.
Dari jajaran Polres Sikka, kegiatan tersebut dihadiri Kasat Intelkam Polres Sikka IPTU I Nyoman Suwasta, Pamapta III Polres Sikka IPDA Johanis B. Dahoklori, Kanit Obvit Polres Sikka AIPTU Abu Darong, S.H., serta Kaur Yanmin Sat Intelkam Polres Sikka AIPDA Yohanes Emilianus. Turut hadir Ketua Umum Liga Pelajar Sepak Bola Soeratin U-17 Putra dan Pertiwi Putri Tahun 2026, Rudolf M. Cherubim Newar, M.Tr.I.P., bersama sejumlah anggota penyelenggara.
Pemaparan hasil scoring tersebut berlangsung secara terbuka dan menjadi momentum penting bagi seluruh pihak untuk melihat secara objektif tingkat kesiapan penyelenggaraan kompetisi. Nilai 48,65 persen dengan kategori kurang menunjukkan bahwa masih terdapat pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan sebelum kompetisi benar-benar dilaksanakan.
Dalam konteks pengamanan pertandingan sepak bola, setiap kekurangan pada sarana dan prasarana berpotensi menimbulkan risiko apabila tidak ditangani sejak awal. Oleh karena itu, hasil penilaian tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen administratif semata, tetapi menjadi dasar konkret bagi penyelenggara untuk melakukan pembenahan secara terukur, bertahap, dan bertanggung jawab.
Penyelenggaraan Liga Soeratin U-17 Putra dan Liga Pertiwi Putri Tahun 2026 diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan dan pengembangan bakat-bakat muda sepak bola di Kabupaten Sikka. Namun, semangat kompetisi dan pembinaan atlet muda harus berjalan seiring dengan kesiapan keamanan serta kelayakan fasilitas pendukung.
Dengan demikian, pertandingan bukan hanya mampu melahirkan prestasi di lapangan, tetapi juga dapat berlangsung dalam suasana aman, tertib, nyaman, dan memberikan rasa percaya kepada seluruh pihak yang terlibat.
Setelah agenda pemaparan hasil pemeriksaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan hasil scoring dan berita acara sebagai bentuk dokumentasi serta pertanggungjawaban atas proses Risk Assessment yang telah dilakukan. Pelaksanaan kegiatan tersebut berdasarkan Surat Perintah Ditpamobvit Polda NTT Nomor: Sprin/330/VII/HUK.6.6./2026, tanggal 14 Juli 2026.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 23.30 Wita. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Hasil Risk Assessment dengan nilai 48,65 persen tersebut kini menjadi catatan penting sekaligus pijakan awal bagi penyelenggara untuk melakukan pembenahan. Sebab, suksesnya sebuah kompetisi sepak bola tidak hanya ditentukan oleh ketatnya persaingan di lapangan, tetapi juga oleh seberapa matang seluruh aspek keamanan dan keselamatan dipersiapkan sejak sebelum peluit pertama pertandingan dibunyikan. [Cm24]


