Bangun Kepedulian Kesehatan Jiwa, TPKJM Kangae Sikka Satukan Langkah Lintas Sektor
Pertemuan Koordinasi TPKJM Kecamatan Kangae menegaskan komitmen dan sinergi lintas sektor, termasuk peran aktif Polsek Kewapante Polres Sikka melalui Bhabinkamtibmas, dalam upaya pencegahan dan penanganan ODGJ secara terpadu, humanis, dan berkelanjutan guna mencapai target pelayanan kesehatan jiwa sesuai standar bagi seluruh ODGJ di wilayah Kecamatan Kangae.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 30 Januari 2026. Upaya penanganan kesehatan jiwa masyarakat terus menjadi perhatian serius berbagai pihak di Kabupaten Sikka. Hal tersebut terlihat dalam Pertemuan Koordinasi Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Kecamatan Kangae yang digelar pada Kamis (29/1/2026) pukul 10.00 WITA di Aula Kantor Camat Kangae, Jalan Nai Roa, Waipare, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka.

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, para kepala desa, tenaga kesehatan, serta lembaga sosial kemasyarakatan. Bhabinkamtibmas Desa Tanaduen, AIPTU Hadi Saputra, turut hadir sebagai representasi Polri dalam mendukung sinergi lintas sektor penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah Kecamatan Kangae.
Pertemuan tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Payung Perjuangan Humanis Indonesia (PAPHA) bekerja sama dengan Kementerian Sosial RI, Australia Aid, Pemerintah Kabupaten Sikka, Global Disability Inclusion (CBM), Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat (JPM), Yayasan Ayo Indonesia, serta Best For Human. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa persoalan kesehatan jiwa membutuhkan keterlibatan bersama secara terpadu dan berkelanjutan.
Acara diawali dengan pembukaan oleh MC dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Camat Kangae yang diwakili oleh Sekretaris Camat Kangae, Ibu Christiniati Baga, S.KM. Dalam sambutannya, Sekcam Kangae menegaskan bahwa persoalan kesehatan jiwa bukan hanya urusan sektor kesehatan semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Melalui pertemuan ini, kita berharap terbangun kesamaan pemahaman, koordinasi yang kuat, serta komitmen bersama dalam menangani ODGJ secara manusiawi dan sesuai standar pelayanan,” ujar Sekcam Kangae sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut.
Setelah sesi istirahat dan coffee break, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Bapak Emilianus dari Yayasan PAPHA Kabupaten Sikka. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa masalah kesehatan jiwa hingga kini masih menjadi tantangan besar, baik di tingkat global maupun nasional. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama lintas sektor yang melibatkan pemerintah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, lembaga sosial, organisasi profesi, hingga masyarakat.
Dalam forum tersebut juga disampaikan data jumlah kasus ODGJ di Kecamatan Kangae Semester II Tahun 2025, khususnya pasien dengan kategori psikotik akut dan skizofrenia. Adapun rinciannya yakni Desa Langir sebanyak 18 orang (7 laki-laki dan 11 perempuan) serta Desa Watumilok sebanyak 8 orang (4 laki-laki dan 4 perempuan). Data ini menjadi dasar penting dalam menyusun langkah penanganan yang tepat sasaran.
Pertemuan koordinasi TPKJM ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terkait kebijakan serta alur pencegahan dan penanggulangan ODGJ, melaksanakan upaya promotif dan preventif kesehatan jiwa di tingkat kecamatan, serta melakukan evaluasi dan monitoring berkelanjutan berdasarkan hasil bimbingan teknis di Puskesmas se-Kabupaten Sikka.
Peran Polri melalui kehadiran Bhabinkamtibmas dinilai strategis, khususnya dalam mendukung pendekatan preventif, pendampingan di tingkat desa, serta menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif dalam proses penanganan ODGJ di masyarakat. Sinergi antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan diharapkan mampu meminimalisir stigma serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan jiwa.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 peserta, yang terdiri dari Ketua Lembaga PAPHA ODGJ Kabupaten Sikka, Sekcam Kangae, Kapolsek Kewapante IPTU Chairil Syafar, Danramil 1603-04 Kewapante Letda Inf. Oni Niab, Bhabinkamtibmas dan Babinsa, para kepala desa, Kasi Kessos desa se-Kecamatan Kangae, serta kader kesehatan UPT Puskesmas Waipare.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh diskusi konstruktif, serta berakhir pada pukul 14.00 WITA. Melalui pertemuan ini, diharapkan target minimal 100 persen ODGJ mendapatkan pelayanan sesuai standar dapat tercapai, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan jiwa yang inklusif dan berkeadilan di Kabupaten Sikka. [CM24]


