Dari Ladang Jagung Wolomarang, Jajaran Polres Sikka Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan Nyata
Kegiatan pemantauan lahan jagung oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Wolomarang merupakan bentuk pendampingan dan dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan masyarakat. Tanaman jagung yang dikelola oleh Kelompok Tani Tati Nahing di lahan seluas 1,5 hektar terpantau tumbuh dengan baik, dan selama kegiatan berlangsung situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 12 Maret 2026 – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus digalakkan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Salah satunya melalui peran aktif Bhabinkamtibmas yang tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga turut mendampingi masyarakat dalam kegiatan produktif di sektor pertanian.

Seperti yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, AIPDA Hironimus Taji Werang, yang pada Kamis (13/3/2026) sekitar pukul 11.20 WITA melaksanakan kegiatan pemantauan terhadap lahan pertanian milik Kelompok Tani Tati Nahing yang berlokasi di wilayah Mukowot, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat.
Dalam kegiatan tersebut, AIPDA Hironimus Taji Werang meninjau langsung perkembangan tanaman jagung yang telah ditanam oleh kelompok tani setempat sejak bulan Januari 2026.
Pemantauan ini merupakan bagian dari upaya pendampingan terhadap masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan, yang saat ini menjadi salah satu program prioritas nasional guna memperkuat kemandirian pangan masyarakat.
Kelompok Tani Tati Nahing sendiri merupakan salah satu kelompok tani aktif di Kelurahan Wolomarang yang secara konsisten mengembangkan komoditas jagung sebagai tanaman utama.
Lahan yang dikelola oleh kelompok tersebut memiliki luas sekitar 1,5 hektar dan ditanami menggunakan bibit jagung varietas hibrida JFR 71, yang dikenal memiliki produktivitas tinggi serta mampu beradaptasi dengan kondisi lahan setempat.
Kelompok tani ini dipimpin oleh Fredy Adrianu, yang lahir di Hagarahu pada 1 Oktober 1961, dengan jumlah anggota kelompok sebanyak 12 orang. Melalui kerja sama dan semangat gotong royong para anggota, lahan pertanian tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung peningkatan produksi pangan di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga memberikan motivasi kepada para anggota kelompok tani agar tetap semangat dalam mengelola lahan pertanian serta menjaga kekompakan kelompok.
Kehadiran polisi di tengah aktivitas masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan ekonomi masyarakat di sektor pertanian.
Pendampingan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas ini merupakan implementasi nyata dari peran Polri yang tidak hanya berfokus pada tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah, termasuk dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi tanaman jagung di lahan Kelompok Tani Tati Nahing terlihat tumbuh dengan baik dan terawat. Lokasi lahan tersebut dapat diakses melalui titik koordinat yang tercantum pada tautan peta digital berikut: https://maps.app.goo.gl/1DrmMAR7hMPkf7ZT8?g_st=aw
Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib dan kondusif, serta mendapat respons positif dari masyarakat dan para anggota kelompok tani yang merasa terbantu dengan kehadiran dan perhatian dari pihak kepolisian.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergitas antara aparat kepolisian dan masyarakat dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung pembangunan di daerah, khususnya dalam sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat pedesaan.
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan program ketahanan pangan dapat terus berjalan secara berkelanjutan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat. [Cm24]


