Di Setra Karangasem, Pengabdian Aiptu I Nengah Mertayasa Dilepas dalam Keheningan dan Kehormatan

Upacara Perabuan Jenazah almarhum Aiptu I Nengah Mertayasa di Setra Desa Adat Karangasem berlangsung khidmat dan penuh penghormatan. Kehadiran jajaran Polri, keluarga, serta masyarakat menjadi wujud penghormatan terakhir sekaligus simbol kuatnya solidaritas dalam melepas seorang Bhayangkara yang telah berpulang.

Di Setra Karangasem, Pengabdian Aiptu I Nengah Mertayasa Dilepas dalam Keheningan dan Kehormatan
Pengabdian Berakhir dalam Keheningan, Aiptu I Nengah Mertayasa Dilepas dengan Kehormatan di Karangasem

Maumere, 1 Oktober 2026. Tribrstanewssikka.com — Keheningan Setra Desa Adat Karangasem, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Kamis (1/10/2026), seolah menjadi saksi dari sebuah akhir perjalanan pengabdian seorang anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. 

Di tempat tersebut, almarhum Aiptu I Nengah Mertayasa dilepas melalui Upacara Perabuan Jenazah dengan penuh penghormatan, khidmat, dan suasana duka yang mendalam.

Bukan sekadar prosesi melepas jenazah, upacara tersebut menjadi simbol penghormatan institusi terhadap seorang anggota yang telah menjalani perjalanan pengabdian sebagai insan Bhayangkara. 

 

Di tengah suasana kehilangan yang menyelimuti keluarga, rekan-rekan sejawat, dan masyarakat, penghormatan terakhir diberikan dengan tata upacara yang berlangsung tertib dan penuh penghargaan.

 

Upacara Perabuan Jenazah almarhum Aiptu I Nengah Mertayasa dimulai pada pukul 10.00 WITA. Prosesi dilaksanakan di Setra Desa Adat Karangasem dan diikuti oleh unsur keluarga besar Polri bersama keluarga almarhum serta warga Desa Adat Karangasem.

 

Kompol I Nyoman Merta Kariana, S.H., M.H., dipercaya bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara AKP I Gede Sukadana menjalankan tugas sebagai Komandan Upacara.

 

Barisan peserta upacara terdiri atas kelompok PJU sebanyak satu peleton, kelompok Pama satu peleton, barisan bintara tanpa senjata satu peleton, serta barisan bintara bersenjata satu peleton. Kehadiran jajaran personel tersebut memberikan warna tersendiri dalam prosesi penghormatan terakhir bagi almarhum.

 

Di sisi lain, keluarga almarhum dan warga Desa Adat Karangasem turut hadir. Mereka menjadi bagian penting dari prosesi tersebut, menyaksikan dengan penuh haru tahapan demi tahapan penghormatan terakhir sebelum jenazah almarhum menjalani prosesi perabuan.

 

Dalam suasana yang sunyi dan sarat duka, prosesi berlangsung secara khidmat. Tidak ada kemeriahan. Yang tampak adalah penghormatan, ketertiban, dan kesungguhan dalam melepas seorang anggota Polri yang telah berpulang.

 

Setiap barisan yang berdiri tegak seakan menjadi gambaran bahwa pengabdian seorang Bhayangkara tidak berhenti hanya pada saat tugas kedinasan berakhir. Penghormatan terakhir tetap diberikan sebagai bagian dari ikatan institusional dan penghargaan terhadap perjalanan pengabdian seorang anggota Polri.

 

Sekitar pukul 10.30 WITA, Upacara Perabuan Jenazah secara kedinasan selesai dilaksanakan. Sebelum rangkaian tersebut berakhir, Inspektur Upacara melakukan peletakan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.

 

Peletakan karangan bunga menjadi salah satu bagian yang sarat makna. Di balik prosesi sederhana tersebut tersimpan pesan penghormatan kepada seseorang yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang institusi kepolisian. 

 

Sebuah bentuk penghargaan yang diberikan ketika seorang anggota tidak lagi dapat berdiri bersama rekan-rekannya, tetapi namanya tetap dikenang dalam perjalanan pengabdian institusi.

 

Setelah upacara kedinasan selesai, rangkaian kemudian dilanjutkan dengan upacara keagamaan yang dilaksanakan oleh keluarga bersama warga Desa Adat Karangasem.

 

Prosesi keagamaan tersebut menjadi bagian dari penghormatan terakhir keluarga dan masyarakat terhadap almarhum, sekaligus menjadi ruang bagi keluarga untuk melepas kepergian dengan tata cara keagamaan dan adat yang berlaku.

 

Bagi keluarga yang ditinggalkan, kepergian seorang anggota keluarga tentu bukan perkara sederhana. Ada kenangan, kebersamaan, dan perjalanan panjang yang tidak mungkin tergantikan. Namun di tengah beratnya kehilangan, kehadiran keluarga besar Polri dan masyarakat menjadi bentuk dukungan moral yang memiliki arti penting.

 

Kehadiran personel kepolisian dalam upacara tersebut juga memperlihatkan bahwa ikatan sesama anggota Polri tidak berhenti pada hubungan kedinasan semata. Dalam suasana duka, solidaritas dan kebersamaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penghormatan kepada anggota yang telah berpulang.

 

Upacara tersebut berlangsung dalam suasana tertib dan khidmat hingga seluruh rangkaian selesai. Tidak hanya menjadi sebuah prosesi formal, penghormatan terhadap almarhum Aiptu I Nengah Mertayasa juga menjadi momentum untuk mengenang perjalanan seorang Bhayangkara yang telah menjadi bagian dari keluarga besar Polri.

 

Ada masa ketika seorang anggota mengenakan seragam, berdiri dalam barisan, menjalankan perintah, dan mengemban tanggung jawab. Namun pada akhirnya, setiap perjalanan manusia memiliki titik akhir. Ketika tugas duniawi telah selesai, yang tersisa adalah kenangan, penghormatan, dan nilai pengabdian yang pernah diberikan.

 

Di Setra Desa Adat Karangasem itulah penghormatan terakhir diberikan. Rekan sejawat berdiri dalam barisan, keluarga mengiringi dengan ketabahan, sementara masyarakat adat turut menjadi bagian dari prosesi pelepasan.

 

Kepergian Aiptu I Nengah Mertayasa meninggalkan ruang duka bagi keluarga dan orang-orang yang mengenalnya. Namun prosesi penghormatan yang diberikan menjadi penanda bahwa perjalanan pengabdian seorang anggota Polri tetap memiliki arti bahkan ketika dirinya telah berpulang.

 

Hari itu, tugas telah usai. Seragam mungkin telah ditanggalkan untuk selamanya. Namun penghormatan tidak ikut berakhir. Nama dan pengabdian seorang Bhayangkara tetap menjadi bagian dari catatan perjalanan institusi yang pernah menjadi tempatnya mengabdi.

 

Selamat jalan, Aiptu I Nengah Mertayasa. Pengabdian telah ditunaikan, penghormatan telah diberikan, dan kenangan akan tetap tinggal di hati mereka yang pernah berjalan bersamamu. [Cm24]