Gerak Cepat Polres Sikka dan Petugas Bandara, Kebakaran Lahan di Waioti Berhasil Dipadamkan
Kebakaran lahan milik warga di pinggir Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Kelurahan Waioti, Kabupaten Sikka, menghanguskan sekitar 0,5 hektare lahan dengan estimasi kerugian Rp500.000. Berkat kesigapan personel Polres Sikka, petugas bandara, dan masyarakat, api berhasil dipadamkan pada pukul 20.30 WITA tanpa korban jiwa. Penyebab kebakaran dan identitas pemilik lahan masih belum diketahui. Polres Sikka mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran demi menjaga keamanan dan keselamatan bersama.
Maumere, 23 Oktober 2026. Tribratanewssikka.com – Kobaran api melahap lahan milik warga di pinggir kawasan Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Kamis (22/10/2026) malam. Tiupan angin yang sangat kencang membuat api cepat menyebar di antara tanaman ubi kayu dan rumput ilalang, hingga menghanguskan lahan seluas kurang lebih 0,5 hektare.

Kesigapan personel Polres Sikka, petugas Bandara Fransiskus Xaverius Seda, dan warga setempat menjadi kunci dalam upaya penanganan kebakaran tersebut. Setelah berjibaku melakukan pemadaman, api akhirnya berhasil dikendalikan pada pukul 20.30 WITA. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, sementara kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai Rp500.000.
Meski api berhasil dipadamkan, peristiwa ini menyisakan pertanyaan penting: dari mana sumber api berasal dan bagaimana kebakaran tersebut bermula? Hingga penanganan selesai, penyebab pasti kebakaran maupun identitas pemilik lahan belum diketahui.
Peristiwa kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 18.30 WITA. Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Kanit II Sat Intelkam Polres Sikka dari masyarakat Kelurahan Waioti pada pukul 18.50 WITA.
Merespons laporan itu, Kanit II Sat Intelkam Polres Sikka segera berkoordinasi dengan Pamapta I Polres Sikka dan pihak Bandara Fransiskus Xaverius Seda Maumere. Langkah koordinasi tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan sekaligus mengerahkan dukungan pemadaman ke lokasi kebakaran.
Pada pukul 19.00 WITA, pihak bandara menyiagakan dua unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit tangki air. Sepuluh menit kemudian, sekitar pukul 19.10 WITA, Pamapta I Polres Sikka bersama Piket Pawas dan Piket Fungsi tiba di lokasi untuk melakukan penanganan bersama masyarakat.
Situasi di lapangan tidak sepenuhnya mudah. Angin yang bertiup kencang mempercepat penyebaran api, sementara tanaman dan rumput ilalang yang berada di lahan tersebut menjadi bagian dari area yang terdampak kobaran.
Personel kepolisian bersama warga berupaya memadamkan api menggunakan ranting pohon. Pada saat bersamaan, petugas pemadam kebakaran bandara melakukan penyemprotan air dari sisi pinggir bandara untuk membantu mengendalikan kobaran.
Upaya bersama tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 20.30 WITA, api berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi berangsur terkendali.
Berdasarkan laporan awal, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 0,5 hektare atau sekitar 5.000 meter persegi. Area tersebut merupakan lahan milik warga yang ditumbuhi tanaman ubi kayu dan rumput ilalang.
Kerugian materiil sementara ditaksir sekitar Rp500.000 akibat tanaman ubi kayu milik warga yang terdampak kebakaran. Tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Dalam penanganan kebakaran, enam personel Polres Sikka dan 20 personel Bandara Fransiskus Xaverius Seda terlibat langsung, dengan dukungan masyarakat setempat. Peralatan yang digunakan meliputi dua unit mobil pemadam kebakaran, satu unit mobil tangki air sebagaimana tercatat dalam laporan peralatan, serta ranting pohon untuk membantu proses pemadaman.
Terdapat perbedaan pencatatan jumlah tangki air antara kronologi dan daftar peralatan dalam laporan awal. Jumlah unit yang benar-benar digunakan perlu dipastikan agar data akhir tetap akurat.
Di balik keberhasilan memadamkan api, penyebab awal kebakaran masih menjadi tanda tanya. Sampai laporan disusun, belum diketahui secara pasti dari mana api berasal maupun apa yang pertama kali memicu kobaran.
Kencangnya angin saat kejadian merupakan kondisi yang relevan dalam menjelaskan cepatnya penyebaran api. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta membuktikan penyebab munculnya kebakaran. Penentuan penyebab harus didasarkan pada informasi dan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Identitas pemilik lahan juga belum diketahui secara pasti. Karena itu, informasi mengenai asal api, status kepemilikan lahan, dan kemungkinan faktor pemicu masih perlu diperjelas sebelum kesimpulan lebih jauh dapat ditarik.
Api sudah padam, tetapi pertanyaan tentang awal mula kebakaran belum terjawab. Kejelasan mengenai sumber api menjadi bagian penting agar peristiwa serupa dapat diantisipasi dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Menyikapi kejadian tersebut, Polres Sikka mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama ketika angin bertiup kencang dan kondisi lingkungan memungkinkan api menyebar dengan cepat.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, serta memastikan sumber api benar-benar padam setelah melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Apabila menemukan titik api atau melihat kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada kepolisian, petugas pemadam kebakaran, atau aparat setempat. Kecepatan menyampaikan informasi dapat membantu petugas mengambil langkah penanganan sebelum kobaran meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Pencegahan kebakaran bukan semata-mata tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Kesadaran untuk tidak membakar sembarangan, mengenali potensi bahaya, dan segera melaporkan kejadian merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar.
Jangan menunggu api membesar untuk menyadari bahayanya. Satu percikan yang diabaikan dapat berubah menjadi kobaran yang mengancam lingkungan, harta benda, dan keselamatan masyarakat.
Polres Sikka mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sikka untuk bersama-sama menjaga lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap bahaya kebakaran, serta memelihara situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap aman dan kondusif.
Hingga proses pemadaman selesai pada pukul 20.30 WITA, situasi di lokasi kebakaran terpantau aman dan kondusif. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, sedangkan kerugian materiil masih berdasarkan estimasi awal.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebakaran lahan dapat berkembang dengan cepat ketika kondisi lingkungan mendukung penyebaran api. Respons cepat, koordinasi antarpihak, dan kewaspadaan masyarakat menjadi faktor penting untuk menekan dampak yang ditimbulkan. Api dapat dipadamkan dalam hitungan jam, tetapi kewaspadaan harus dijaga setiap saat. [Cm24]
"POLRI UNTUK MASYARAKAT"


