"Gerak Cepat Polsek Waigete Polres Sikka Bersama Tim SAR Berhasil Evakuasi Dua Pendaki Tersesat di Gunung Api Egon."

Dua warga lokal, Septian Daniel L. W (20) dan Yesaya Riskia Nabunome (17), dilaporkan tersesat saat kembali dari pendakian Wisata Alam Gunung Api Egon, Desa Egon Buluk, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, pada Senin malam, 27 Juli 2026. Tim Basarnas Maumere bersama aparat Polsek Waigete bergerak cepat melakukan pencarian dan berhasil menemukan keduanya di sekitar bibir kawah Gunung Api Egon dalam keadaan selamat dan sehat. Kedua korban kemudian dievakuasi ke Mako Polsek Waigete dan diserahkan kepada pihak keluarga. Kejadian ini diduga terjadi karena pendakian dilakukan tanpa didampingi pemandu lokal, sehingga menjadi pengingat pentingnya mematuhi prosedur keselamatan dalam aktivitas pendakian gunung.

Sinergi Tim Gabungan Berhasil Selamatkan Dua Pendaki yang Tersesat di Kawasan Gunung Api Egon

Maumere, 28 Juli 2026. Tribratanewssikka.com – Operasi pencarian dramatis berlangsung di kawasan Wisata Alam Gunung Api Egon, Desa Egon Buluk, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, pada Senin (27/7/2026) malam. 

Dua pendaki lokal yang dilaporkan tersesat saat menuruni jalur pendakian berhasil ditemukan dalam keadaan selamat setelah Tim Basarnas Maumere bergerak cepat melakukan operasi pencarian di tengah kondisi medan yang gelap dan berkabut.

 

Peristiwa tersebut bermula ketika sekitar pukul 21.54 WITA, Piket SPKT Polsek Waigete menerima kedatangan Tim Basarnas Maumere yang terdiri dari delapan personel. Tim melaporkan adanya informasi mengenai dua warga lokal yang belum kembali dari pendakian Gunung Api Egon dan diduga tersesat saat berupaya turun menuju jalur keluar.

 

Menyikapi laporan tersebut, Tim Basarnas bersama unsur terkait segera bergerak menuju lokasi kejadian. Sekitar pukul 22.30 WITA, tim tiba di kawasan Wisata Alam Gunung Api Egon dan langsung melakukan penyisiran di sepanjang jalur pendakian serta titik-titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban berada.

 

Proses pencarian berlangsung dengan mengedepankan ketelitian dan kehati-hatian mengingat kondisi malam hari yang minim penerangan, kontur pegunungan yang terjal, serta keberadaan jurang dan bebatuan vulkanik di sekitar kawah Gunung Api Egon yang berpotensi membahayakan keselamatan tim pencari maupun korban.

 

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 22.51 WITA, kedua pendaki berhasil ditemukan dalam keadaan selamat di sekitar bibir kawah Gunung Api Egon. Meski mengalami kelelahan akibat kehilangan arah selama berada di kawasan pegunungan, keduanya tidak mengalami luka serius dan dapat dievakuasi dengan aman oleh Tim Basarnas.

 

Kedua warga yang berhasil dievakuasi diketahui bernama Septian Daniel L. W, laki-laki berusia 20 tahun, mahasiswa yang berdomisili di Waioti RT 004/RW 004, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, serta Yesaya Riskia Nabunome, laki-laki berusia 17 tahun, pelajar yang beralamat di Jalan Brai, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.

 

Setelah memastikan kondisi kedua korban stabil, Tim Basarnas mengevakuasi keduanya menuju Mako Polsek Waigete. Tepat pada pukul 23.52 WITA, rombongan tiba di Polsek Waigete untuk menyampaikan laporan hasil operasi pencarian. Selanjutnya, kedua korban diserahkan kepada pihak keluarga. Penyerahan diterima oleh orang tua dari Yesaya Riskia Nabunome dalam keadaan aman, sehat, dan disaksikan oleh petugas.

 

Dari hasil pendalaman awal diketahui bahwa kedua pendaki melakukan pendakian tanpa didampingi pemandu lokal. Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab utama keduanya kehilangan orientasi saat perjalanan turun dari puncak Gunung Api Egon hingga akhirnya tersesat di sekitar kawasan bibir kawah.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi setiap pengunjung maupun wisatawan yang hendak melakukan pendakian ke Gunung Api Egon agar selalu mematuhi prosedur keselamatan. 

 

Penggunaan pemandu lokal, persiapan fisik dan perlengkapan yang memadai, serta tidak melakukan pendakian secara sembarangan merupakan langkah yang sangat penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan maupun tersesat di kawasan pegunungan yang memiliki karakteristik medan cukup ekstrem.

 

Keberhasilan operasi pencarian tersebut juga menunjukkan kesiapsiagaan Tim Basarnas Maumere bersama aparat Polsek Waigete dalam merespons setiap laporan keadaan darurat. Berkat koordinasi yang cepat, pencarian dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat sehingga kedua korban berhasil ditemukan dan dipulangkan kepada keluarganya dalam keadaan selamat.

 

Peristiwa ini sekaligus menjadi edukasi bagi masyarakat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas wisata alam. Pendakian gunung bukan sekadar perjalanan menikmati keindahan alam, melainkan kegiatan yang memerlukan perencanaan matang, disiplin terhadap prosedur keselamatan, serta kepatuhan terhadap arahan petugas dan pemandu demi menghindari kejadian serupa di kemudian hari. [Cm24]