“Laut Bukan untuk Dirusak: Sutuan Polairud Polres Sikka Gaungkan Perang Melawan Penangkapan Ilegal”

Kegiatan sosialisasi hukum laut oleh Sat Polairud Polres Sikka berjalan aman dan lancar, serta berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran nelayan untuk tidak menggunakan bahan peledak maupun kimia dalam penangkapan ikan, sekaligus mempererat sinergi antara kepolisian dan masyarakat pesisir dalam menjaga keamanan dan kelestarian laut.

“Laut Bukan untuk Dirusak: Sutuan Polairud Polres Sikka Gaungkan Perang Melawan Penangkapan Ilegal”
Polairud Polres Sikka Turun Langsung Edukasi Nelayan, Tegaskan Larangan Bom dan Racun Ikan di Pesisir Desa Sikka

Tribratanewssikka.com – Maumere, 14 April 2026 – Upaya menjaga kelestarian laut sekaligus menekan praktik penangkapan ikan ilegal terus digencarkan oleh jajaran Sat Polairud Polres Sikka. 

Pada Senin (13/4/2026) pagi, aparat kepolisian turun langsung menyapa masyarakat pesisir di RT 001/RW 001, Dusun Sikka, Desa Sikka, dalam sebuah kegiatan sosialisasi hukum laut yang menyasar para nelayan setempat.

 

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WITA tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada hasil laut. 

 

Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, para personel Sat Polairud memberikan pemahaman tegas namun persuasif terkait aturan hukum di bidang perikanan, khususnya larangan penggunaan bahan peledak, bahan kimia, maupun alat tangkap ilegal lainnya.

 

Penekanan terhadap bahaya penggunaan bom ikan dan racun menjadi salah satu poin utama. Selain melanggar hukum, praktik tersebut dinilai merusak ekosistem laut secara permanen dan mengancam keberlangsungan mata pencaharian nelayan itu sendiri. 

 

Dengan bahasa yang sederhana namun mengena, petugas mengingatkan bahwa laut bukan hanya sumber ekonomi hari ini, tetapi juga warisan untuk generasi mendatang.

 

Lebih dari sekadar penyampaian materi, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara aparat dan masyarakat. Sat Polairud berupaya membangun komunikasi dua arah guna menciptakan hubungan yang lebih dekat dan harmonis. 

 

Kedekatan ini dinilai penting agar masyarakat tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan keamanan maupun pelanggaran hukum di wilayah perairan.

 

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diajak untuk berperan aktif mendukung tugas-tugas kepolisian, baik yang dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas di darat maupun personel Polairud di wilayah laut. 

 

Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan situasi kamtibmas yang tetap aman, kondusif, dan terkendali, khususnya di kawasan pesisir yang rawan terhadap berbagai aktivitas ilegal.

 

Tak hanya memberikan edukasi, Sat Polairud juga menunjukkan kepedulian nyata melalui penyerahan sarana kontak berupa lima unit senter kepala kepada kelompok nelayan di area tambatan perahu setempat. 

 

Bantuan sederhana namun fungsional ini diharapkan dapat menunjang aktivitas nelayan, terutama saat melaut di malam hari.Kegiatan yang melibatkan tujuh personel Sat Polairud tersebut berlangsung tertib, aman, dan lancar. 

 

Respons masyarakat pun terpantau positif, ditandai dengan antusiasme warga dalam mengikuti sosialisasi serta keterlibatan aktif dalam sesi tanya jawab.

 

Dengan langkah preventif yang terus digencarkan, Polres Sikka menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan perairan sekaligus melindungi sumber daya laut dari praktik-praktik destruktif. Hingga saat ini, situasi di wilayah pesisir Desa Sikka dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. (Cm24)