“Menjaga Pangan, Menguatkan Negeri: Bhabinkamtibmas Polsek Lela Polres Sikka Aktif Dampingi Petani Hortikultura”

Kegiatan sambang dan monitoring kebun hortikultura oleh Bhabinkamtibmas Desa Baopaat merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional. Melalui pendampingan langsung di lapangan, Polri tidak hanya mendorong produktivitas pertanian masyarakat, tetapi juga memperkuat kemitraan serta menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di wilayah binaan.

“Menjaga Pangan, Menguatkan Negeri: Bhabinkamtibmas Polsek Lela Polres Sikka Aktif Dampingi Petani Hortikultura”
Bhabinkamtibmas Desa Baopaat Monitoring Kebun Hortikultura, Wujud Nyata Dukungan Polri terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional

Ttibratanewssikka.com - Maumere, 19 Februari 2026. Upaya mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan terus dilakukan oleh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia hingga ke tingkat desa. 

Seperti yang dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Baopaat, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, yang secara aktif melakukan sambang dan monitoring kebun hortikultura milik warga sebagai bentuk pendampingan dan penguatan sektor pertanian masyarakat.

 

Pada Rabu sore, 18 Februari 2026, sekitar pukul 16.00 WITA, Bhabinkamtibmas Desa Baopaat, AIPDA Tito Meltrisno Biaf, melaksanakan kegiatan monitoring lahan ketahanan pangan yang berlokasi di Dusun Kotit, Desa Baopaat. 

 

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan pengelolaan lahan pertanian berjalan dengan baik sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus produktif dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat.

 

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi lahan, mulai dari kesiapan lahan hingga perkembangan tanaman hortikultura yang sedang dibudidayakan. 

 

Lahan tersebut telah melalui tahapan persiapan yang baik, meliputi pembersihan lahan, penggemburan tanah, serta pembuatan bedeng yang rapi dan teratur, sehingga mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

 

Adapun jenis tanaman yang dikembangkan di lahan ketahanan pangan tersebut adalah tomat dan terung, yang merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomis serta memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. 

 

Saat dilakukan monitoring, tanaman tomat diketahui telah berusia kurang lebih 56 hari dengan masa pembibitan dimulai pada akhir Desember 2025. Sementara itu, tanaman terung telah berusia sekitar 118 hari, dengan waktu pembibitan pada awal November 2025.

 

Lahan hortikultura tersebut memanfaatkan media tanam berupa tanah lahan alami dengan luas kurang lebih 10 x 60 meter persegi. Selain itu, lahan yang digunakan berstatus bersertifikat, sehingga memberikan kepastian hukum dan keberlanjutan dalam pengelolaannya. Lokasi kebun juga tercatat secara jelas melalui titik koordinat yang dapat diakses, sehingga memudahkan pemantauan dan pendampingan berkelanjutan.

 

Melalui kegiatan sambang dan monitoring ini, Bhabinkamtibmas tidak hanya memastikan keberlangsungan program ketahanan pangan, tetapi juga mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat. 

 

Kehadiran Polri di tengah aktivitas pertanian warga menjadi bentuk nyata komitmen dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah binaan.

 

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, tanpa adanya gangguan keamanan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat lainnya untuk terus memanfaatkan lahan produktif guna mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan perekonomian keluarga.

 

Polri, melalui peran aktif Bhabinkamtibmas, akan terus hadir mendampingi masyarakat dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk sektor pertanian, sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara serta dukungan terhadap program prioritas nasional. [CM24]