Dari Kota hingga Pelosok, Polres Sikka Polda NTT Pastikan Misa Rabu Abu Aman Tanpa Gangguan
Pengamanan dan monitoring Misa Rabu Abu 2026 oleh Polres Sikka dan jajaran berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Seluruh rangkaian ibadah di gereja, kapela, dan stasi di wilayah Kabupaten Sikka berjalan lancar tanpa gangguan, didukung pengaturan lalu lintas, patroli presisi, serta pendekatan humanis Polri sehingga umat dapat beribadah dengan aman dan nyaman.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 19 Februari 2026 – Suasana khidmat menyelimuti gereja-gereja di Kabupaten Sikka pada perayaan Misa Rabu Abu 2026. Sejak subuh hingga malam hari, ribuan umat Katolik memadati paroki, kapela, dan stasi untuk memulai masa Pra-Paskah—masa pertobatan yang ditandai dengan penerimaan abu sebagai simbol kerendahan hati dan pembaruan iman.

Di tengah kegiatan ibadah tersebut, jajaran Polres Sikka Polda NTT hadir secara utuh dan menyeluruh. Pengamanan, patroli, monitoring, serta pengaturan arus lalu lintas dilakukan serentak di seluruh wilayah hukum, mulai dari Kota Maumere hingga kecamatan-kecamatan pelosok.

Di jantung Kota Maumere, pengamanan terfokus pada gereja-gereja besar yang menjadi pusat konsentrasi umat. Salah satunya di Gereja Katedral St. Yoseph Maumere, yang dipadati sekitar 650 umat pada misa sore.

Personel melakukan pemantauan menyeluruh terhadap area parkir, arus kendaraan, serta pengawasan terhadap barang bawaan umat guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.
Sementara itu, di Gereja St. Thomas Morus Maumere, anggota Sat Lantas Polres Sikka sejak pukul 07.15 Wita telah melaksanakan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas. Umat yang berdatangan dibantu menyeberang jalan, kendaraan roda dua dan roda empat diarahkan agar tertata rapi, serta arus lalu lintas tetap mengalir lancar tanpa kemacetan.
Unit Turjawali Sat Samapta turut menggelar Patroli Kota Presisi dengan rute menyisir sejumlah gereja di seputaran Kota Maumere, termasuk pengaturan di depan Gereja Yohanes Paulus II Maumere saat misa berakhir. Dengan dukungan kendaraan operasional roda dua, patroli berlangsung mobile dan responsif, menciptakan rasa aman yang nyata bagi masyarakat.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan secara terkoordinasi di seluruh Polsek jajaran. Di Kecamatan Kewapante, pengamanan dilakukan di Gereja Paroki Renha Rosario Kewapante serta beberapa paroki lainnya. Dua sesi misa yang berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 09.30 Wita berjalan aman dan tertib, dengan ratusan umat mengikuti ibadah secara khidmat.
Di Kecamatan Bola, monitoring dilakukan di Gereja St. Martinus Bola dan Stasi St. Dominikus Disavio Watukrus. Total umat yang hadir mencapai lebih dari 800 orang dalam dua sesi misa. Personel Polsek Bola memastikan pengamanan area gereja, pengaturan parkir kendaraan, serta pengawasan barang bawaan umat.
Wilayah Talibura, Mego, Paga, dan Nita pun tak luput dari perhatian. Bhabinkamtibmas Desa Nebe melaksanakan pengamanan misa di wilayah Bangkoor dengan jumlah umat sekitar 500 orang.
Di wilayah Polsek Nita, monitoring dilakukan di sejumlah gereja dan kapela seperti Katedral St. Yoseph Pekerja Wairpelit dan Gereja Paroki St. Mikhael Nita. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir dengan situasi aman dan kondusif.
Selain menjaga keamanan fisik, kehadiran anggota Polri di lokasi ibadah juga menjadi wujud pendekatan humanis. Komunikasi aktif dibangun dengan para pastor, tokoh agama, serta pengurus gereja.
Umat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas pengamanan yang diberikan, karena mereka dapat beribadah tanpa rasa khawatir terhadap keamanan diri maupun kendaraan yang diparkir.
Tema misa tahun ini, “Pra Paskah adalah Kesempatan Berpuasa dan Berpantang”, semakin menguatkan makna refleksi spiritual. Dalam suasana yang penuh ketenangan, aparat kepolisian memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga sebagai fondasi bagi kebebasan beribadah.
Dari hasil pelaksanaan di seluruh wilayah hukum Polres Sikka, dapat disimpulkan bahwa: Tidak terdapat gangguan keamanan yang menonjol. Arus lalu lintas di sekitar gereja berjalan tertib dan lancar. Parkir kendaraan umat tertata rapi tanpa menimbulkan kemacetan. Situasi kamtibmas secara umum dalam keadaan aman dan kondusif.
Seluruh kegiatan pengamanan dan monitoring berakhir dalam keadaan terkendali. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bagian dari pertanggungjawaban operasional kepada pimpinan.
Kehadiran Polres Sikka pada momentum sakral Rabu Abu 2026 bukan sekadar rutinitas pengamanan, melainkan wujud nyata komitmen Polri dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat toleransi, dan memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadahnya dengan aman dan damai.
Dalam semangat Presisi, Polres Sikka Polda NTT menegaskan bahwa pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat akan terus menjadi prioritas—di setiap waktu, di setiap tempat, dan dalam setiap peristiwa penting kehidupan masyarakat. [Cm24]


