Pengamanan Maksimal Polsek Paga Polres Sikka Iringi Penyambutan Kontingen Nusra Youth Day III di Lekebai
Pengamanan yang dilaksanakan Polsek Paga Polres Sikka berhasil memastikan seluruh rangkaian penyambutan Kontingen Nusra Youth Day III Orang Muda Katolik Keuskupan Agung Ende berlangsung aman, tertib, lancar, dan penuh sukacita. Keberhasilan tersebut mencerminkan sinergi yang solid antara Polri, panitia, Gereja, dan masyarakat dalam menciptakan suasana yang kondusif, sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan pada setiap kegiatan masyarakat.
Tribratanewssikka.com – Sikka, 2 Juli 2026 – Semangat persaudaraan lintas daerah mewarnai penyambutan Kontingen Nusra Youth Day (NYD) III Orang Muda Katolik (OMK) Keuskupan Agung Ende di Paroki St. Maria Immaculata Lekebai, Keuskupan Maumere, Rabu (1/7/2026).

Di balik kemeriahan prosesi penyambutan yang sarat nuansa budaya dan kekeluargaan itu, jajaran Polsek Paga hadir mengawal setiap tahapan kegiatan agar berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif.
Sejak sore hari, personel Polsek Paga telah menempati titik-titik pengamanan di sekitar lokasi kegiatan. Pengamanan dilakukan secara terbuka dan humanis guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa aman kepada ratusan peserta, panitia, tokoh agama, serta masyarakat yang memadati area Paroki Lekebai.
Kehadiran aparat kepolisian bukan sekadar menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga menjadi bagian dari dukungan nyata Polri terhadap suksesnya kegiatan keagamaan yang mempertemukan kaum muda Katolik dari berbagai wilayah di Pulau Flores dan Nusa Tenggara.
Melalui pendekatan yang persuasif dan penuh humanisme, personel Polsek Paga memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dalam suasana yang nyaman, damai, dan penuh sukacita.
Prosesi penerimaan kontingen dimulai pada pukul 15.30 Wita dengan sapaan hangat dari pembawa acara yang mengawali seluruh rangkaian kegiatan. Suasana kemudian semakin hidup ketika Ketua Panitia NYD Paroki Lekebai, Imanuel Nalis Yonanda, menyampaikan Jiwo Jawo, sebuah ungkapan adat yang sarat makna penghormatan, persaudaraan, serta ungkapan syukur kepada para tamu yang datang dari berbagai keuskupan.
Momen penyambutan mencapai puncaknya saat para peserta menerima pengalungan selendang sebagai simbol penghormatan, persaudaraan, dan penerimaan secara adat di tanah Lekebai. Simbol tersebut menjadi penegas bahwa seluruh kontingen disambut bukan hanya sebagai tamu, melainkan sebagai bagian dari satu keluarga besar Gereja yang dipersatukan dalam iman dan semangat pelayanan.
Kemeriahan semakin terasa ketika siswa-siswi SMK Nawacita Mego mempersembahkan tarian penyambutan yang memadukan nilai budaya lokal dengan semangat kaum muda. Tepuk tangan meriah dari seluruh peserta dan tamu undangan mengiringi setiap gerakan para penari, menciptakan suasana yang hangat, akrab, sekaligus membanggakan kekayaan budaya daerah.
Memasuki rangkaian berikutnya, Pastor Rekan Paroki Lekebai, Romo Yani, menyampaikan sambutan yang mengajak seluruh peserta menjadikan Nusra Youth Day III sebagai momentum memperkuat iman, mempererat persaudaraan lintas keuskupan, serta membangun komitmen bersama dalam pelayanan Orang Muda Katolik di wilayah Nusa Tenggara.
Ia menegaskan bahwa perjumpaan tersebut bukan hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan ruang untuk saling mengenal, belajar, berbagi pengalaman iman, serta menumbuhkan semangat persatuan di tengah keberagaman budaya yang dimiliki setiap daerah.
Sebagai ungkapan syukur atas terselenggaranya kegiatan penyambutan, seluruh peserta kemudian mengikuti doa makan bersama. Kebersamaan yang terbangun dalam suasana sederhana namun penuh makna tersebut menjadi simbol eratnya tali persaudaraan yang menjadi roh utama pelaksanaan Nusra Youth Day III.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pastor Rekan Paroki Lekebai Romo Yani, Pastor Pendamping Keuskupan Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden, S.V.D., Ketua OMK Lekebai Ancis Ngesu, jajaran panitia, Orang Muda Katolik Paroki Lekebai, serta kontingen OMK dari Bajawa, Nagekeo, dan Ende yang menjadi peserta Nusra Youth Day III.
Seluruh rangkaian pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Paga, IPDA Hasan, bersama personel yang ditugaskan berdasarkan Surat Perintah Kapolsek Paga Nomor: Sprin/51/VI/2026 tanggal 30 Juni 2026.
Personel yang terlibat meliputi AIPTU Vincentius Ama Jari, AIPTU Dewa Gede Swijana, AIPTU Melkhisua E. Bayang, AIPDA Antonius Minggu, AIPDA Ambrosius Kota Nganga, serta AIPDA I Kadek Maradona.
Dengan pengamanan yang terencana dan terkoordinasi, seluruh personel menjalankan tugas sesuai pembagian sektor masing-masing. Arus kendaraan menuju lokasi kegiatan dapat diatur dengan baik, mobilitas peserta berlangsung lancar, sementara situasi keamanan di lingkungan gereja tetap terjaga sepanjang kegiatan berlangsung.
Tepat pukul 17.10 Wita, seluruh kontingen Nusra Youth Day III kembali melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Nita untuk mengikuti agenda utama kegiatan. Keberangkatan para peserta berlangsung tertib di bawah pengawasan aparat kepolisian dan panitia, sehingga seluruh rombongan dapat meninggalkan lokasi dengan aman.
Keberhasilan pengamanan kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Polsek Paga dalam menjalankan fungsi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Di tengah tingginya mobilitas peserta dari berbagai daerah, Polri mampu menghadirkan situasi yang kondusif melalui pendekatan profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab.
Momentum ini sekaligus menunjukkan bahwa sinergi antara aparat keamanan, tokoh agama, panitia, pemerintah, serta masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan keamanan setiap kegiatan publik. Kehadiran Polri tidak hanya memastikan tidak adanya gangguan keamanan, tetapi juga memperkuat rasa nyaman sehingga seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh ketenangan.
Lebih dari sekadar menjalankan tugas pengamanan, Polsek Paga memperlihatkan wajah Polri yang dekat dengan masyarakat, hadir dalam setiap momentum penting kehidupan sosial dan keagamaan, serta terus membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional, responsif, dan humanis.
Dengan berakhirnya kegiatan penyambutan tanpa kendala sedikit pun, Nusra Youth Day III di Paroki St. Maria Immaculata Lekebai menjadi potret keberhasilan kolaborasi antara aparat keamanan, Gereja, panitia, dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadirkan sebuah perjumpaan iman yang aman, damai, tertib, serta penuh sukacita.
Semangat persaudaraan yang terbangun pada momentum tersebut menjadi fondasi kuat bagi Orang Muda Katolik untuk terus menebarkan nilai persatuan, toleransi, dan cinta kasih di tengah kehidupan bermasyarakat. [An17]


