“Perkuat Marwah Institusi, Propam Polda NTT Gelar Sosialisasi Etika Profesi di Polres Sikka”
Sosialisasi Pembinaan Etika Profesi Polri oleh Tim Propam Polda NTT menjadi langkah penting dalam memperkuat integritas, disiplin, dan profesionalisme personel Polres Sikka, sekaligus meneguhkan komitmen Polri untuk menjaga kehormatan institusi dan kepercayaan masyarakat.
Maumere, 30 September 2026. Tribratanewssikka.com — Upaya memperkuat integritas, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap kode etik terus menjadi bagian penting dalam pembinaan internal Kepolisian Negara Republik Indonesia. Hal tersebut tergambar dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Etika Profesi Polri yang dilaksanakan oleh Tim Propam Polda NTT di jajaran Polres Sikka.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 30 September 2026, sekitar pukul 09.30 WITA, tersebut digelar di Aula Gedung PA Tiwon Polres Sikka dan diikuti oleh jajaran Pejabat Utama (PJU), para perwira, serta personel Polres Sikka.

Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Wakapolres Sikka KOMPOL Marselus Yugo Amboro, S.I.K. Kehadiran jajaran personel dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen institusi untuk terus meningkatkan pemahaman dan kesadaran setiap anggota terhadap pentingnya etika profesi dalam menjalankan tugas kepolisian.
Etika profesi bukan sekadar seperangkat aturan yang tertulis dalam ketentuan internal institusi. Lebih dari itu, etika merupakan landasan moral yang melekat dalam setiap pelaksanaan tugas seorang anggota Polri, terutama ketika berhadapan langsung dengan masyarakat.
Melalui pembinaan tersebut, personel Polres Sikka kembali diingatkan mengenai pentingnya menjaga sikap, perilaku, tanggung jawab, serta kehormatan institusi dalam setiap pelaksanaan tugas.
Profesionalisme seorang anggota Polri tidak hanya tercermin dari kemampuan menjalankan tugas, tetapi juga dari bagaimana kewenangan tersebut digunakan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sosialisasi yang dilaksanakan Tim Propam Polda NTT tersebut sekaligus menjadi ruang penguatan internal agar setiap personel memiliki pemahaman yang semakin baik mengenai batas-batas perilaku yang harus dijaga dalam kehidupan kedinasan maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat.
Dalam konteks pelaksanaan tugas kepolisian, integritas menjadi salah satu fondasi utama. Kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian tidak hanya dibangun melalui keberhasilan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui konsistensi setiap personel dalam menunjukkan perilaku yang beretika, disiplin, bertanggung jawab, dan profesional.
Karena itu, pembinaan etika profesi memiliki posisi strategis dalam menjaga marwah institusi. Setiap anggota Polri membawa nama besar institusi dalam setiap tindakan dan keputusan yang diambil ketika menjalankan tugas di lapangan.
Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa pembinaan terhadap personel tidak berhenti pada aspek kemampuan teknis dan operasional semata. Pembentukan karakter, penguatan disiplin, serta pemahaman terhadap etika profesi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun sumber daya manusia Polri yang semakin berkualitas.
Di sisi lain, pelaksanaan kegiatan ini turut mendapat dukungan dari fungsi Humas Polres Sikka melalui peliputan dan dokumentasi seluruh rangkaian kegiatan. Peliputan dilakukan oleh personel Humas Polres Sikka bersama dua orang mahasiswa magang Universitas Nusa Nipa (Unipa).
Dokumentasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penyampaian informasi mengenai berbagai kegiatan pembinaan internal kepolisian sekaligus memastikan setiap agenda institusi dapat terdokumentasi secara baik dan terukur.
Seluruh rangkaian kegiatan Sosialisasi Pembinaan Etika Profesi Polri berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan lancar hingga kegiatan berakhir.
Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan institusi kepolisian tidak hanya terletak pada kewenangan yang dimiliki, tetapi juga pada kualitas moral, integritas, disiplin, dan profesionalisme setiap personelnya. Sebab, ketika etika dijadikan pijakan dalam setiap pelaksanaan tugas, maka kepercayaan publik dan kehormatan institusi akan terus menjadi sesuatu yang harus dijaga bersama.
Bagi Polres Sikka, pembinaan etika profesi bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari proses berkelanjutan untuk memastikan setiap personel mampu menjalankan amanah kepolisian secara profesional, humanis, bertanggung jawab, serta tetap berada dalam koridor aturan dan kode etik profesi Polri. [Cm24]


