Polres Sikka Polda NTT Pastikan Keamanan, Hikmah Isra’ Mi’raj Menggema di Masjid Darussalam Waioti

Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 H / 2026 M di Masjid Darussalam Waioti berlangsung aman, tertib, dan khidmat. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi keimanan bagi jamaah untuk memperbaiki kualitas ibadah shalat sebagai tiang agama, menumbuhkan ketenangan hati, serta mempererat kebersamaan umat, dengan dukungan pengamanan Polres Sikka yang berjalan optimal dan kondusif.

Polres Sikka Polda NTT Pastikan Keamanan, Hikmah Isra’ Mi’raj Menggema di Masjid Darussalam Waioti
Hikmah Isra’ Mi’raj Menggema di Masjid Darussalam Waioti, Jamaah Diajak Perbaiki Shalat dan Tenangkan Hati di Tengah Zaman

Tribratanewssikka.com - Maumere, 20 Januari 2026 – Suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Darussalam Waioti, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, pada Senin malam (19/1/2026). Ratusan lantunan doa dan ayat suci Al-Qur’an mengalir lembut, mengiringi pelaksanaan ceramah dan doa bersama dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah / 2026 Masehi.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.30 WITA tersebut dihadiri sekitar 70 jamaah, yang datang dari berbagai lapisan masyarakat. Mereka memadati masjid untuk bersama-sama merenungi salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam, yakni perjalanan spiritual Rasulullah SAW menerima perintah shalat sebagai tiang agama.

 

Peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini mengangkat tema:“Refleksi Isra’ Mi’raj untuk Ketenangan Hati di Masa Kini dan Momentum Memperbaiki Ibadah Shalat sebagai Tiang Agama.” Tema tersebut terasa relevan di tengah kehidupan modern yang sarat tekanan, kegelisahan, dan tantangan moral.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan shalat Isya berjamaah, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang semakin menguatkan suasana spiritual. Puncak kegiatan diisi dengan tausiah dan ceramah keagamaan yang disampaikan oleh Ustadz Muliyadi Baco.

 

Dalam ceramahnya, Ustadz Muliyadi Baco mengajak jamaah untuk tidak sekadar memperingati Isra’ Mi’raj sebagai seremoni tahunan, melainkan menjadikannya sebagai momentum muhasabah diri. Ia menegaskan bahwa shalat bukan hanya kewajiban ritual, tetapi juga sarana membangun ketenangan jiwa, kedisiplinan hidup, serta fondasi akhlak dalam bermasyarakat.

 

“Isra’ Mi’raj mengajarkan kita bahwa shalat adalah koneksi langsung antara hamba dan Tuhannya. Ketika shalat dijaga dengan baik, maka hati akan lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan perilaku sosial akan lebih terarah,” ungkapnya di hadapan jamaah.

 

Ustadz Muliyadi juga menekankan pentingnya menjaga kualitas shalat di tengah kesibukan duniawi, serta mengajak umat untuk menjadikan nilai-nilai Isra’ Mi’raj sebagai pegangan dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.

 

Kegiatan ini berada di bawah penanggung jawab Ketua Takmir Masjid Darussalam Waioti, Abdurahman, bersama Bapak Adril, yang memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan lancar.

 

Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, kegiatan keagamaan tersebut turut mendapatkan pengamanan dari personel Polres Sikka. Pengamanan dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Sikka Nomor: Sprin/19/I/PAM.3.3./2026 tanggal 15 Januari 2026, dengan IPDA Leonardus Tungga, S.M. sebagai pimpinan pengamanan.

 

Kehadiran aparat kepolisian memberikan rasa aman dan nyaman bagi para jamaah dalam menjalankan ibadah, sekaligus mencerminkan sinergi positif antara Polri dan masyarakat dalam mendukung kegiatan keagamaan.

 

Setelah tausiah, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Muliyadi Baco. Doa-doa dipanjatkan untuk keselamatan umat, kedamaian daerah, serta keberkahan bagi bangsa dan negara. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa penutup.

 

Seluruh rangkaian peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 H / 2026 M ini berjalan aman, tertib, dan kondusif, serta berakhir sekitar pukul 21.30 WITA.

 

Peringatan ini tidak hanya menjadi ajang memperkuat nilai-nilai spiritual, tetapi juga mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat Waioti, sekaligus mengingatkan kembali bahwa shalat adalah pilar utama dalam membangun pribadi yang beriman, berakhlak, dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. [Cm24]