Angin Kencang Robohkan Pohon, Dua Rumah Warga Nita Rusak Berat
Peristiwa pohon tumbang akibat cuaca ekstrem di Desa Mahebora, Kecamatan Nita, menimpa dua rumah warga tanpa menimbulkan korban jiwa. Para pemilik rumah telah mengungsi ke tempat aman, sementara kerugian material masih didata oleh pemerintah desa. Polsek Nita bersama aparat terkait telah melakukan pemantauan dan koordinasi untuk penanganan lanjutan serta mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 23 Januari 2026 – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Sikka. Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon besar tumbang dan menimpa dua unit rumah warga di Dusun Watuliting, Desa Mahebora, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Kamis (22/1/2026) sore. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.00 WITA, saat hujan lebat disertai hembusan angin kencang mengguyur wilayah Kecamatan Nita dan sekitarnya. Kekuatan angin diduga tidak mampu ditahan oleh akar pohon yang telah rapuh, sehingga pohon tersebut tumbang dan menghantam rumah warga yang berada di sekitarnya.
Dua rumah yang terdampak masing-masing milik Karinus Nurak (65) dan Gaudensius Gedeng, keduanya berprofesi sebagai petani dan berdomisili di Dusun Watuliting, Desa Mahebora. Rumah milik Karinus Nurak memiliki luas bangunan sekitar 5 x 10 meter, sementara rumah milik Gaudensius Gedeng seluas 5 x 7 meter.
Meski kerusakan pada bangunan cukup signifikan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat pohon tumbang, pemilik rumah bersama anggota keluarga tidak berada di dalam rumah, karena sebelumnya telah mengungsi ke rumah tetangga terdekat untuk mengantisipasi cuaca buruk yang semakin memburuk.
Kapolsek Nita IPTU Yermy S. Soludale mengatakan, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian begitu menerima laporan dari masyarakat. Bersama personel Polsek Nita, Kapolsek turun langsung melakukan pemantauan situasi serta berkoordinasi dengan aparat desa dan pihak terkait untuk penanganan awal.
“Begitu menerima laporan, kami langsung ke lokasi. Situasi telah kami amankan, dan kami berkoordinasi dengan Pemerintah Desa serta pihak terkait guna mengambil langkah-langkah yang diperlukan, termasuk pendataan kerusakan,” ujar IPTU Yermy S. Soludale.
Saat ini, kerugian material masih dalam proses pendataan oleh Pemerintah Desa Mahebora. Sementara itu, para korban bersama keluarga masih mengungsi di rumah kerabat dan tetangga terdekat, sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Nita juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam, mengingat kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Sikka dalam beberapa hari terakhir terpantau tidak menentu, dengan intensitas hujan tinggi disertai angin kencang.
“Kami mengimbau warga agar lebih berhati-hati, terutama yang tinggal di sekitar pepohonan besar atau bangunan yang rawan terdampak cuaca ekstrem. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif. Aparat kepolisian bersama pemerintah desa terus melakukan pemantauan serta koordinasi lanjutan guna memastikan keamanan warga dan percepatan penanganan pascakejadian. [Cm24]


