Teror Buaya di Talibura, Sikka: Petani Nyaris Tewas Saat Mandi di Senja Hari

Seorang warga Dusun Nebe A, Desa Bangkoor,Kec.Talibura,Kab.Sikka mengalami serangan buaya saat mandi di pesisir Pantai Nangamerah pada Rabu petang.

Teror Buaya di Talibura, Sikka: Petani Nyaris Tewas Saat Mandi di Senja Hari

Tribratanewssikka.com - Maumere

 24 April 2026,

Sikka/Maumere – Senja di pesisir Pantai Nangamerah, Dusun Nebe A, Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Kab.Sikka berubah menjadi momen mencekam bagi seorang warga setempat. Seorang petani Inisial N.N (61) nyaris kehilangan nyawa setelah diserang seekor buaya saat mandi di laut, Rabu (22/4/2026) petang.

 

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WITA, saat cahaya mulai meredup dan aktivitas warga di pesisir perlahan berkurang. Sebelumnya, korban sempat berpamitan kepada istrinya, Bernadeta Bona (47), untuk pergi mandi laut—sebuah rutinitas yang lazim dilakukan warga pesisir.

 

Namun, sekitar satu jam kemudian, suasana rumah mendadak berubah drastis. Korban kembali dalam kondisi mengenaskan, tubuhnya berlumuran darah. Dengan napas tersengal dan luka serius akibat gigitan, ia menceritakan detik-detik mengerikan yang baru saja dialaminya.

 

Menurut pengakuan korban kepada keluarga dan saksi lainnya, saat sedang mandi, seekor buaya tiba-tiba muncul dari permukaan air dan langsung menyerangnya. Tanpa peringatan, reptil buas tersebut menggigit tubuh korban. 

 

Dalam kondisi panik dan kesakitan, korban berjuang melepaskan diri dari cengkeraman maut itu. Upaya bertahan hidupnya berhasil—ia mampu lolos dan bergegas kembali ke rumah untuk meminta pertolongan.

 

Melihat kondisi korban yang kritis, keluarga bersama warga segera membawanya ke Puskesmas Watubaing. Di sana, korban langsung mendapatkan penanganan medis oleh dr. Servasius Swaldus Situ bersama tenaga kesehatan setempat. 

 

Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami luka serius sehingga harus segera dirujuk ke Rumah Sakit Kewapante guna mengantisipasi risiko infeksi dan pendarahan lebih lanjut.

 

Pihak kepolisian dari Sub Sektor Nebe yang menerima laporan warga segera melakukan langkah cepat dengan mendatangi fasilitas kesehatan, memastikan kondisi korban, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi, termasuk Petrus Amerson (21) dan Rodesta Nurak (19).

 

Meski demikian, upaya menuju lokasi kejadian untuk olah tempat kejadian perkara (TKP) terkendala kondisi gelap di sekitar pesisir, sehingga penanganan di lapangan mengalami kendala.

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, ini bukan kali pertama insiden serangan buaya terjadi di kawasan tersebut. Sedikitnya, dua kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya, menandakan adanya potensi ancaman serius bagi warga yang beraktivitas di pesisir Pantai Nangamerah.

 

Kapolres Sikka AKBP BAMBANG SUPENO,S.I.K melalui Kasi Humas Polres Sikka IPDA LEONARDUS TUNGA S.M menerangkan bahwa benar ada peristiwa warga digigit buaya seperti tersebut di atas. Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat setempat untuk lebih waspada, terutama saat beraktivitas di laut pada waktu-waktu rawan seperti sore hingga malam hari. Patuhi larangan dan himbauan yang dinerikan oleh petugas agar tidak menjadi musibah untuk warga.

 

Keberadaan buaya di wilayah pesisir yang kerap bersinggungan dengan aktivitas manusia kini menjadi ancaman nyata yang tidak bisa diabaikan. Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam penanganan medis lanjutan dan akan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. [Cm24]