“Tragedi Heopuat Sikka: ODGJ Bakar Rumahnya Sendiri, Warga Terpaku Tak Berani Dekat”
Seorang ODGJ di Heopuat, Sikka, membakar rumahnya sendiri hingga hangus. Tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian diperkirakan mencapai Rp60 juta. Keluarga dan aparat desa kini berupaya menenangkan dan mengamankan terduga pelaku agar kejadian serupa tidak terulang.
Tribratanewssikka.com - Maunere, 5 Februari 2026 – Sebuah peristiwa kebakaran rumah semi permanen menggemparkan warga Desa Heopuat, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.

Rumah milik Arnoldus Yansen (37), seorang pria yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ), ludes dilalap api dalam waktu singkat, meninggalkan kepanikan dan duka di kalangan keluarga serta tetangga.
Menurut keterangan saksi Maria Noeng (73), ibu kandung Arnoldus, kebakaran terjadi saat dirinya baru saja pulang dari kegiatan Posyandu lansia. Ia memanggil cucunya, Maria Algonda (11), untuk mengantarkan ikan kepada ayahnya. Namun setibanya di rumah, Arnoldus tiba-tiba marah dan memaki anaknya.
“Saya mendengar bunyi piring, gelas, meja, dan lemari yang berjatuhan. Saat keluar rumah, asap dan api sudah membumbung tinggi,” jelas Maria Noeng.
Saksi lain, Laurensius Susar (53), paman Arnoldus, menambahkan bahwa kobaran api cepat merambat karena rumah yang semi permanen berdinding halar serta tiupan angin yang cukup kencang. “Api begitu cepat membakar seluruh bagian rumah, sehingga tidak ada yang tersisa,” ujar Laurensius.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, seluruh barang berharga dalam rumah hangus terbakar. Diperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp60.000.000. Saat ini, Arnoldus masih berada di sekitar rumahnya, dan warga maupun keluarga enggan mendekat karena dianggap berbahaya.
Pemerintah desa Heopuat langsung berkoordinasi dengan pihak PLN untuk memutus arus listrik ke rumah yang terbakar. Dinas Sosial Kabupaten Sikka juga hadir di lokasi untuk memberikan bantuan darurat kepada keluarga korban.
Sementara itu, aparat Polsek Kewapante telah menerima laporan, mendatangi TKP, mengumpulkan bukti, dan membuat laporan resmi, sambil terus memantau situasi agar tetap aman.
Menurut keterangan keluarga dan warga, Arnoldus Yansen memiliki riwayat gangguan jiwa dan sebelumnya sempat dipasung di rumah karena perilaku agresifnya.
Setelah beberapa waktu, ia dilepaskan karena kondisi dianggap membaik. Namun, menurut keluarga, Arnoldus tetap sering marah-marah dan memusuhi anggota keluarganya. Saat ini, pihak keluarga bersama aparat desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa tengah berembuk untuk mencari solusi terbaik agar Arnoldus dapat diamankan dan dirawat kembali dengan aman.
Kepala desa Heopuat menyatakan bahwa situasi di lokasi terpantau aman, meski ketegangan masih dirasakan warga sekitar. Ia menekankan pentingnya penanganan segera terhadap ODGJ tersebut agar tidak membahayakan dirinya maupun lingkungan.
“Kami akan terus bekerja sama dengan aparat kepolisian dan Dinas Sosial untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan pentingnya perhatian terhadap kondisi ODGJ di lingkungan rumah tangga. Meski tragedi kali ini tidak menimbulkan korban jiwa, dampak psikologis dan kerugian materiil yang ditimbulkan sangat besar. [CM24]


