“Dari Dapur Sederhana di Talibura Sikka, Harapan Besar Melawan Stunting Mulai Dinyalakan”
Kegiatan Misa Pemberkatan Dapur SPPG Flores Maju Inisiatif Talibura menjadi langkah awal yang strategis dalam mendukung program nasional pemenuhan gizi, dengan harapan mampu menekan stunting, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, serta menggerakkan ekonomi lokal, meskipun saat ini masih dalam tahap persiapan menuju operasional.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 17 April 2026 – Upaya membangun generasi sehat dan berkualitas mulai ditanamkan dari akar rumput. Kamis (16/4/2026) sore, suasana penuh khidmat menyelimuti halaman Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Flores Maju Inisiatif Talibura di Desa Watubaing, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.

Di lokasi inilah, sebuah langkah awal yang sarat makna dilakukan melalui Misa Pemberkatan, sebagai simbol dimulainya perjuangan menghadirkan pangan bergizi bagi masyarakat.
Misa pemberkatan yang dipimpin oleh RD. Yance tersebut bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan penegasan komitmen moral dan sosial untuk menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat.
Di bawah langit senja Talibura, doa-doa dipanjatkan, memohon agar dapur ini menjadi sumber kehidupan, kesehatan, dan harapan baru bagi generasi masa depan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah unsur pemerintah dan aparat keamanan, di antaranya Sekretaris Camat Talibura Ignasius Ivonius, S.Sos, Kapolsek Waigete AKP I Wayan Artawan, SH, Kapospam Talibura Aiptu Abilio De Jesus, Penjabat Kepala Desa Watubaing, masyarakat setempat, serta para karyawan SPPG Flores Maju Inisiatif Talibura.
Kehadiran lintas elemen ini menjadi bukti kuat bahwa program pemenuhan gizi bukan sekadar agenda sektoral, melainkan gerakan bersama yang melibatkan seluruh komponen bangsa.
Dapur SPPG Flores Maju Inisiatif Talibura sendiri merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat.
Program ini menitikberatkan pada penyediaan makanan bergizi seimbang bagi kelompok rentan, seperti anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga tenaga pendidik.
Tujuannya jelas dan tegas: menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, sekaligus menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah.
Lebih dari sekadar program kesehatan, keberadaan dapur SPPG ini juga membawa dampak ekonomi yang signifikan. Dengan melibatkan UMKM lokal dan petani setempat sebagai pemasok bahan pangan, roda ekonomi masyarakat diharapkan ikut bergerak, menciptakan efek berantai yang positif bagi kesejahteraan warga.
Namun demikian, langkah ini masih berada pada fase awal. Dapur SPPG Flores Maju Inisiatif Talibura, yang berada di bawah naungan Yayasan Flores Maju Inisiatif dengan Ketua Fransiskus Robson dan didukung tenaga ahli gizi Maria Rosvita Aprilia, hingga kini masih menunggu penetapan resmi melalui SK KSPPG. Selain itu, tahapan sosialisasi ke sekolah-sekolah masih terus berlangsung sebelum memasuki tahap launching operasional secara penuh.
Meski belum beroperasi, semangat yang terpancar dari kegiatan pemberkatan ini menjadi sinyal kuat bahwa Talibura tidak tinggal diam dalam menghadapi persoalan gizi dan stunting.
Dari sebuah dapur sederhana di Watubaing, harapan besar sedang diracik—harapan akan lahirnya generasi yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih siap menyongsong masa depan.
Seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pukul 16.00 WITA hingga 18.00 WITA berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif, mencerminkan sinergitas yang baik antara masyarakat dan aparat keamanan dalam mendukung program-program strategis pemerintah.
Di tengah tantangan zaman, langkah kecil seperti ini menjadi bukti bahwa perubahan besar selalu dimulai dari satu titik. Dan di Talibura, titik itu kini telah dinyalakan. [Cm24]


