Empat ABK Terombang-ambing di Laut Utara Sikka, Tim SAR Bergerak Cepat Selamatkan KM Putra Cantika
Operasi SAR gabungan terhadap KM Putra Cantika yang mengalami mati mesin di perairan utara Pulau Pemana–Pulau Babi berhasil dilaksanakan dengan cepat dan efektif. Seluruh ABK berjumlah 4 orang ditemukan dalam keadaan selamat, dan kapal berhasil ditarik ke Pelabuhan Wuring. Kegiatan berjalan aman, lancar, serta menunjukkan sinergitas yang solid antar unsur SAR di wilayah Sikka.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 17 April 2026. Perairan utara Pulau Pemana hingga Pulau Babi, Kabupaten Sikka, kembali menjadi saksi ketangguhan aparat gabungan dalam merespons situasi darurat di laut.

Sebuah kapal nelayan, KM Putra Cantika (9 GT), dilaporkan mengalami mati mesin dan terombang-ambing di tengah laut, membawa empat orang anak buah kapal (ABK) yang berada dalam kondisi rawan keselamatan.

Insiden ini terjadi pada Kamis, 16 April 2026, sekitar pukul 11.26 WITA. Kapal yang tengah berlayar dari Bali menuju Maluku Tenggara tersebut tiba-tiba mengalami gangguan mesin di titik perairan yang cukup jauh dari daratan. Posisinya terdeteksi berada di koordinat 08°12.719” LS – 124°26.599” BT, atau sekitar 27,5 mil laut dari Pelabuhan Wuring Maumere.
Informasi darurat pertama kali diterima oleh pihak SROP Maumere dari seorang warga, yang kemudian segera diteruskan kepada unsur terkait. Tanpa menunggu lama, koordinasi lintas instansi langsung digelar pada pukul 13.20 WITA, melibatkan Kantor SAR Maumere, Lanal Maumere, Ditpolair Polda NTT, Sat Polairud Polres Sikka, KSOP Maumere, serta SROP Maumere.
Respon cepat menjadi kunci. Hanya berselang lima menit setelah koordinasi, tepat pukul 13.25 WITA, tim SAR gabungan diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan KN SAR Puntadewa 250, kapal andalan dalam operasi penyelamatan di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur.
Dengan kondisi cuaca yang relatif bersahabat—angin barat laut dengan kecepatan 2 hingga 10 knot dan langit cerah—tim SAR memacu kecepatan menuju titik duga. Ketegangan menyelimuti perjalanan, mengingat potensi risiko di laut terbuka yang tidak bisa diprediksi.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada pukul 15.30 WITA, tim SAR berhasil menemukan KM Putra Cantika dalam kondisi mati mesin. Empat ABK yang berada di atas kapal—yakni Racman Fawae selaku nakhoda, Yustinus Wondar, Wilhelmus Maskikit, dan Arifin La Dedi—ditemukan dalam keadaan selamat, meski sempat terombang-ambing di laut lepas.
Tidak berhenti pada proses penemuan, tim SAR segera melakukan langkah taktis untuk evakuasi. Koordinasi cepat dilakukan dengan kapal KMN Intan Sari 2 yang berada di sekitar lokasi untuk membantu proses penarikan (towing). Keputusan ini menjadi langkah efektif untuk memastikan kapal beserta seluruh awaknya dapat segera keluar dari situasi darurat.
Proses penarikan akhirnya berhasil dilakukan. Sekitar pukul 17.50 WITA, KM Putra Cantika mulai ditarik menuju Pelabuhan Wuring. Sementara itu, tim SAR gabungan memastikan seluruh prosedur keselamatan berjalan optimal selama proses evakuasi berlangsung.
Menjelang malam, tepat pukul 19.35 WITA, KN SAR Puntadewa 250 bersama tim SAR tiba kembali di Pelabuhan Wuring. Seluruh rangkaian operasi berjalan dengan aman, tertib, dan tanpa kendala berarti.
Keberhasilan operasi ini kembali menegaskan soliditas dan kesiapsiagaan unsur SAR di wilayah Kabupaten Sikka. Kolaborasi lintas instansi menjadi faktor penentu dalam menyelamatkan nyawa di tengah kondisi darurat laut yang penuh risiko.
Empat nyawa berhasil diselamatkan. Satu kapal berhasil diamankan. Dan di balik itu semua, ada kerja cepat, koordinasi tanpa celah, serta dedikasi tinggi dari para personel yang berjibaku di garis depan. Laut boleh ganas, namun kesiapsiagaan aparat jauh lebih kuat. [Cm24]


