Dari Halaman Sekolah, Sat Lantas Polres Sikka Polda NTT Gaungkan Budaya Tertib Lalu Lintas Sejak Dini

Kegiatan sosialisasi Kamseltibcarlantas oleh Sat Lantas Kepolisian Resor Sikka di SMAK Frateran Maumere berjalan aman, lancar, dan mendapat respons positif dari pihak sekolah. Melalui edukasi ini, diharapkan tumbuh kesadaran dan komitmen bersama, baik dari siswa, guru, maupun orang tua, untuk senantiasa tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.

Dari Halaman Sekolah, Sat Lantas Polres Sikka Polda NTT Gaungkan Budaya Tertib Lalu Lintas Sejak Dini
Sat Lantas Polres Sikka Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini di SMAK Frateran Maumere

Tribratanewssikka.com - Maumere, 23 Februari 2026 – Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia pelajar terus digencarkan oleh Kepolisian Resor Sikka melalui Satuan Lalu Lintas. 

Pada Senin pagi (23/2/2026), jajaran Sat Lantas melaksanakan kegiatan Apel Bendera yang dirangkaikan dengan sosialisasi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di SMAK Frateran Maumere.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WITA tersebut dipimpin langsung oleh KBO Sat Lantas IPTU Efraim Emanuel bersama dua personel lainnya, yakni AIPDA Aris Marsudi dan BRIPKA Sendi. 

 

Kehadiran aparat kepolisian di tengah lingkungan sekolah bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata komitmen Polri dalam membangun kesadaran hukum dan kedisiplinan berlalu lintas sejak dini.

 

Dalam amanatnya, IPTU Efraim Emanuel menegaskan bahwa keselamatan di jalan raya bukan hanya tanggung jawab polisi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk para pelajar. Ia menekankan bahwa angka kecelakaan lalu lintas kerap melibatkan usia produktif dan pelajar, sehingga edukasi preventif menjadi langkah strategis yang harus terus dilakukan.

 

Keselamatan adalah kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Helm bukan hanya pelengkap, tetapi pelindung nyawa. Tertib berlalu lintas adalah cerminan karakter dan kedisiplinan,” tegasnya di hadapan ratusan siswa dan guru yang mengikuti apel dengan penuh perhatian.

 

Dalam sosialisasi tersebut, Sat Lantas Polres Sikka memberikan sejumlah imbauan penting. Para siswa diminta untuk selalu menggunakan helm saat dibonceng maupun berkendara. Mereka juga diingatkan agar menyampaikan kepada orang tua untuk senantiasa menaati peraturan lalu lintas, termasuk tidak menggunakan sepeda listrik di jalan raya umum yang berpotensi membahayakan keselamatan.

 

Tak hanya menyasar siswa, imbauan juga ditujukan kepada para guru. Pihak kepolisian mengajak para tenaga pendidik untuk menjadi teladan dalam budaya tertib berlalu lintas. Guru dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kedisiplinan siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di kehidupan sehari-hari.

 

Respons positif pun datang dari pihak sekolah. Para guru dan siswa menyambut baik kegiatan tersebut dan menyatakan apresiasi atas kepedulian Sat Lantas Polres Sikka dalam memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas. Pihak sekolah bahkan menyatakan komitmennya untuk terus mendorong budaya tertib berlalu lintas sebagai bagian dari pembinaan karakter peserta didik.

 

Para siswa juga berjanji akan menyampaikan pesan-pesan keselamatan tersebut kepada orang tua mereka, terutama terkait pentingnya penggunaan helm dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Komitmen ini menjadi indikator bahwa sosialisasi tidak berhenti di halaman sekolah, tetapi diharapkan berdampak hingga ke lingkungan keluarga.

 

Kapolres Sikka melalui jajaran Sat Lantas menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai sekolah di wilayah Kabupaten Sikka. Langkah ini sejalan dengan semangat Polri Presisi dalam mengedepankan pendekatan preventif dan edukatif guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

 

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Melalui sinergi antara kepolisian dan institusi pendidikan, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter disiplin dan sadar hukum di jalan raya.

 

Dengan edukasi yang konsisten dan kolaborasi yang kuat, budaya tertib berlalu lintas bukan lagi sekadar slogan, melainkan menjadi kesadaran kolektif yang tumbuh dari sekolah dan mengakar dalam kehidupan masyarakat. [CM24]