“Langkah Terakhir Seorang Bhayangkara: Polwan Sikka Pulang dalam Balutan Duka dan Kehormatan”

Prosesi penjemputan dan pengantaran jenazah Bripda Fransiska Ekasaputri Nona berlangsung khidmat dan penuh penghormatan, dipimpin langsung Kapolres Sikka serta dikawal hingga diberangkatkan ke Palue. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan mencerminkan solidaritas serta penghargaan mendalam dari keluarga besar Polri.

“Langkah Terakhir Seorang Bhayangkara: Polwan Sikka Pulang dalam Balutan Duka dan Kehormatan”
Penghormatan Terakhir di Bumi Nian Tana: Polres Sikka Kawal Kepulangan Abadi Seorang Polwan Asal Palue

Tribratanewssikka.com - Maumere, 3 April 2026– Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Polres Sikka. Di bawah langit Maumere yang teduh, prosesi penjemputan dan pengantaran jenazah almarhumah Bripda Fransiska Ekasaputri Nona, seorang Polisi Wanita (Polwan) asal Kecamatan Palue, berlangsung dengan penuh khidmat, haru, dan penghormatan tinggi, Jumat (03/04/2026).

Kehadiran Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno, S.I.K., yang memimpin langsung jalannya prosesi di Bandara Frans Seda Maumere, menjadi simbol kuat penghormatan institusi Polri terhadap dedikasi dan pengabdian almarhumah semasa hidupnya. Tidak sekadar seremoni, momen ini menjelma menjadi ruang sunyi yang sarat makna, di mana rasa kehilangan bercampur dengan penghormatan terakhir yang tulus.

Pesawat NAM Air yang membawa jenazah almarhumah mendarat pada pukul 13.10 WITA. Tak lama berselang, tepat pukul 13.20 WITA, peti jenazah diturunkan dari ruang kargo. Suasana hening seketika menyelimuti area bandara. Setiap langkah terasa berat, seolah waktu berjalan lebih lambat, memberi ruang bagi duka yang tak terucapkan.

Pada pukul 13.30 WITA, setelah laporan kesiapan disampaikan oleh perwira yang ditunjuk, prosesi penjemputan resmi dimulai. Tim pengusung dari Polres Sikka dengan penuh kehormatan mengangkat peti jenazah menuju mobil ambulans. 

Di sisi kiri dan kanan, barisan anggota Polres Sikka berdiri tegak dalam formasi jajar kehormatan—sebuah penghargaan terakhir bagi rekan sejawat yang telah mengakhiri tugasnya di dunia.

Tak ada suara yang lebih dominan selain langkah teratur dan hembusan angin yang membawa suasana haru. Di balik sikap tegap para anggota, tersimpan rasa kehilangan mendalam atas kepergian sosok Bhayangkara wanita yang pernah menjadi bagian dari mereka.

 

Prosesi berlanjut pada pukul 13.35 WITA. Dengan pengawalan ketat dari Patwal Polres Sikka, iring-iringan kendaraan bergerak menuju Pelabuhan Laurens Say Maumere. Di sepanjang perjalanan, suasana tetap tertib dan penuh penghormatan. Ini bukan sekadar pengantaran jenazah—ini adalah perjalanan terakhir seorang abdi negara kembali ke tanah kelahirannya.

 

Setibanya di pelabuhan, jenazah almarhumah langsung dinaikkan ke Kapal Motor KM Rokatindo. Dari sinilah perjalanan laut menuju Kecamatan Palue dimulai. Namun penghormatan tidak berhenti di dermaga. Sejumlah personel Polres Sikka turut mengawal hingga ke rumah duka, memastikan almarhumah tiba dengan layak di tengah keluarga dan masyarakat yang menanti dalam duka.

 

Rencananya, jenazah akan disemayamkan di rumah duka di Palue sebelum dimakamkan pada Sabtu, 04 April 2026 pukul 10.00 WITA. Momen itu akan menjadi puncak perpisahan—ketika keluarga, kerabat, dan rekan sejawat melepas almarhumah untuk terakhir kalinya.

 

Seluruh rangkaian kegiatan yang berakhir sekitar pukul 14.00 WITA berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Namun lebih dari itu, prosesi ini meninggalkan kesan mendalam: bahwa di balik seragam dan tugas negara, terdapat ikatan kemanusiaan yang kuat, solidaritas yang tak lekang, serta penghormatan yang tulus hingga akhir hayat.

 

Kepergian Bripda Fransiska Ekasaputri Nona bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi Polri dan masyarakat yang pernah merasakan pengabdiannya. Di tanah Palue kelak, ia akan beristirahat dalam damai—namun jejak dedikasinya akan tetap hidup dalam ingatan. [Cm24]