"Di tengah khidmatnya perayaan Jum’at Agung, terselip kisah kemanusiaan yang menyentuh dari Jajaran Polres Sikka."
Dibalik tugas pengamanan perayaan Jum’at Agung, personel Polres Sikka tidak hanya memastikan situasi tetap aman dan kondusif, tetapi juga menunjukkan kepedulian nyata melalui aksi cepat menolong umat yang pingsan dan membawanya ke RS dr. Tc. Hillers Maumere. Hal ini menjadi bukti bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelayan kemanusiaan.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 3 April 2026. Di tengah suasana hening dan penuh penghayatan dalam perayaan Jum’at Agung, sebuah momen kemanusiaan yang menggetarkan hati terjadi di Gereja Katedral Maumere, Kabupaten Sikka.

Saat ratusan umat larut dalam doa mengenang sengsara dan wafatnya Yesus Kristus, situasi mendadak berubah ketika salah seorang umat tiba-tiba mengalami gangguan kesehatan hingga tak sadarkan diri di dalam gereja.
Kepanikan sempat menyelimuti sebagian jemaat, namun respon cepat dari personel Polres Sikka yang tengah melaksanakan pengamanan ibadah berhasil mengendalikan keadaan.
Tanpa menunggu lama, aparat kepolisian yang siaga di lokasi langsung bergerak memberikan pertolongan. Dengan sigap dan penuh kepedulian, salah satu personel Polres Sikka mengangkat tubuh korban secara hati-hati, menembus kerumunan umat yang tetap berusaha menjaga kekhusyukan ibadah.
Dalam hitungan menit, korban berhasil dievakuasi keluar dari area gereja dan segera dibawa menggunakan kendaraan menuju RS dr. Tc. Hillers Maumere untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Aksi spontan yang dilakukan aparat kepolisian ini tidak hanya mencerminkan profesionalisme dalam menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga memperlihatkan sisi humanis Polri yang hadir sebagai pelindung, pengayom, sekaligus penolong masyarakat dalam situasi darurat.
Peristiwa ini menjadi potret nyata bahwa di balik tugas pengamanan yang kerap dipandang formal dan prosedural, tersimpan kepedulian mendalam terhadap keselamatan warga.
Di momen sakral yang sarat makna pengorbanan dan kasih, tindakan cepat personel Polres Sikka seakan menjadi refleksi nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri—hadir, nyata, dan menyentuh.
Sejumlah umat yang menyaksikan kejadian tersebut mengaku terharu dan memberikan apresiasi atas kesigapan aparat. Kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat, khususnya dalam kegiatan keagamaan, dinilai tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menghadirkan rasa tenang karena ada jaminan pertolongan saat dibutuhkan.
Pengamanan perayaan Jum’at Agung di seluruh wilayah hukum Polres Sikka dan Polsek jajaran sendiri berlangsung dalam situasi aman dan kondusif.
Namun, di balik kelancaran tersebut, kisah kecil penuh makna ini justru menjadi sorotan—bahwa tugas pengabdian tidak hanya soal menjaga ketertiban, tetapi juga tentang menyelamatkan nyawa dan menunjukkan empati tanpa batas. [Cm24]


