“Dari Pekarangan Bergizi hingga Panen: Polsek Nelle–Nita Tegaskan Komitmen Bangkitkan Ketahanan Pangan”

Kegiatan monitoring dan panen hortikultura oleh Polsek Nelle dan Polsek Nita menunjukkan komitmen nyata Polri dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional. Melalui pendampingan langsung kepada kelompok tani, terjalin sinergi yang kuat antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya cabai. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada hasil panen, tetapi juga memperkuat kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sikka.

“Dari Pekarangan Bergizi hingga Panen: Polsek Nelle–Nita Tegaskan Komitmen Bangkitkan Ketahanan Pangan”
Dari Lahan Sederhana Menuju Ketahanan Nasional: Polsek Nelle dan Nita Perkuat Swasembada Pangan

Tribratanewssikka.com – Sikka, 22 Juni 2026 — Komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam mendukung agenda besar ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan secara konkret, bukan sekadar slogan. Di Kabupaten Sikka, jajaran Bhabinkamtibmas Polsek Nelle dan Polsek Nita tampil di garis depan, menyatu dengan petani, turun langsung ke lahan pertanian, melakukan monitoring hingga ikut memastikan hasil panen hortikultura berjalan optimal dan berkelanjutan.

Langkah ini menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat, termasuk dalam memperkuat fondasi ekonomi berbasis pertanian di tingkat desa.

Pada Sabtu (20/6/2026) pukul 08.00 Wita, Bhabinkamtibmas Desa Nelle Barat, Aipda Istanto Luther bersama Kanit Binmas Polsek Nelle, Aiptu Yarto Padafing, melaksanakan kegiatan monitoring intensif terhadap tanaman hortikultura di lahan pekarangan bergizi milik Kelompok Wanita Tani Tunas Harapan di Dusun Ritat, Desa Manubura, Kecamatan Nelle.

 

Lahan sederhana berukuran sekitar 15 x 20 meter itu menjelma menjadi pusat produktivitas pangan keluarga. Di atas tanah yang dikelola penuh semangat swadaya, tumbuh sekitar 900 pohon cabai rawit yang telah berusia kurang lebih 60 hari, menunjukkan pertumbuhan yang sehat dan menjanjikan.

 

Kelompok Wanita Tani Tunas Harapan yang diketuai Maria Vensiana tidak hanya menanam, tetapi juga mengelola dengan pendekatan agribisnis sederhana namun efektif. Pemupukan dilakukan menggunakan Urea dan NPK, ditambah dengan penggunaan Grentonik sebagai perangsang buah serta pestisida untuk pengendalian hama. Semua bibit dan sarana produksi diperoleh secara mandiri, mencerminkan kuatnya kemandirian kelompok tani di tingkat akar rumput.

 

Dari hasil pemantauan, tanaman cabai rawit tersebut diproyeksikan siap memasuki masa panen pada 22 Juni 2026, menjadi bukti bahwa pekarangan rumah dapat berubah menjadi sumber ekonomi yang bernilai.

 

Di waktu yang hampir bersamaan, pukul 08.30 Wita, Bhabinkamtibmas Polsek Nita, Aipda Marsel S.D. Saburi, turun langsung ke lahan pertanian bersama Kelompok Tani BUMDES Mitan Gita di Desa Takaplager, Kecamatan Nita.

 

Di atas lahan seluas sekitar 0,3 hektare yang telah bersertifikat, tanaman cabai varietas Bara dipanen sebagai hasil dari proses panjang yang tidak instan. Tanah tersebut kini menjadi bukti nyata bahwa konsistensi, disiplin, dan kerja sama mampu melahirkan hasil yang bernilai ekonomi bagi masyarakat desa.

 

Pengelolaan lahan dilakukan secara terstruktur oleh Kelompok Tani BUMDES Mitan Gita di bawah kepemimpinan Yohanes Aris. Penggunaan pupuk seperti Urea, KCL, NPK 16, dan NPK 15, serta pestisida Demolis dan Leli, menunjukkan adanya upaya serius dalam menjaga kualitas dan produktivitas tanaman.

 

Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan panen tersebut tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai pemberi motivasi dan penguat semangat petani agar terus meningkatkan kualitas budidaya hortikultura.

 

Dalam kesempatan itu, petugas menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan produksi, meningkatkan perawatan tanaman, serta mengelola hasil panen secara transparan dan bertanggung jawab demi kemajuan kelompok tani.

Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, keterlibatan Polri melalui Bhabinkamtibmas menjadi bentuk nyata pendekatan humanis dan kolaboratif dalam membangun ketahanan pangan nasional. Pendampingan yang dilakukan tidak berhenti pada tahap penanaman, tetapi berlanjut hingga proses perawatan, monitoring, dan panen.

 

Hal ini menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak dapat berdiri sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor—pemerintah desa, kelompok tani, dan aparat keamanan—yang bergerak dalam satu visi besar: kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat desa.

 

Petugas juga menegaskan bahwa monitoring akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan keberlanjutan program serta mendorong peningkatan produktivitas hortikultura di wilayah Kabupaten Sikka.

 

Kegiatan panen di Desa Takaplager turut dihadiri Ketua BPD Desa Takaplager, Ketua BUMDES Mitan Gita Yohanes Aris, perangkat desa, anggota kelompok tani, serta unsur kepolisian yang terlibat dalam pendampingan.

 

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan kuatnya sinergi tiga pilar di tingkat desa dalam mendukung program strategis nasional di sektor pangan. Para petani pun menyambut baik pendampingan yang dilakukan Polri, serta menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi dalam meningkatkan produksi hortikultura.

 

Seluruh rangkaian kegiatan monitoring dan panen hortikultura di wilayah Polsek Nelle dan Polsek Nita berlangsung aman, lancar, dan kondusif.

 

Lebih dari itu, kegiatan ini meninggalkan pesan kuat bahwa ketahanan pangan bukan sekadar program pemerintah, melainkan gerakan bersama yang tumbuh dari desa, dikerjakan dengan tangan-tangan petani, dan diperkuat oleh kehadiran Polri di tengah masyarakat.

 

Di tengah tantangan ekonomi dan pangan global, langkah kecil di kebun cabai Desa Manubura dan Takaplager ini menjadi bukti nyata bahwa kemandirian pangan Indonesia sedang dibangun dari akar yang paling sederhana—tanah desa, kerja keras petani, dan sinergi tanpa batas. [An17]