Dari Polsek Waigete Polres Sikka, Wakapolda NTT Titip Pesan Tegas: Soliditas Adalah Kekuatan, Pelanggaran Ancaman bagi Marwah Institusi

Kunjungan singkat Wakapolda NTT ke Polsek Waigete Polres Sikka menjadi momentum penguatan soliditas dan pembinaan internal, dengan pesan tegas agar seluruh personel menjaga integritas, disiplin, serta menjauhi pelanggaran demi mempertahankan kehormatan dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Dari Polsek Waigete Polres Sikka, Wakapolda NTT Titip Pesan Tegas: Soliditas Adalah Kekuatan, Pelanggaran Ancaman bagi Marwah Institusi
Wakapolda NTT di Polsek Waigete: Soliditas Diperkuat, Integritas Ditegakkan, Pelanggaran Harus Dijauhi

Maumere, 23 July 2026. Tribratanewssikka.com — Kunjungan singkat Wakapolda NTT Brigjen Pol Faisal, S.I.K., M.H., ke Markas Komando Polsek Waigete, Polres Sikka, Rabu (22/7/2026), bukan sekadar persinggahan dalam perjalanan menuju Maumere. 

Di balik durasi kunjungan yang hanya berlangsung sekitar 35 menit, terselip pesan penting tentang bagaimana setiap personel Kepolisian Negara Republik Indonesia harus menjaga kehormatan, soliditas, disiplin, dan integritas institusi.

Wakapolda NTT bersama rombongan tiba di Mako Polsek Waigete sekitar pukul 11.00 Wita. Markas kepolisian yang berada di Jalan Trans Flores Maumere–Larantuka Km 23, Desa Egon, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, itu menjadi titik singgah rombongan dalam rangkaian perjalanan tugas di wilayah Nusa Tenggara Timur.

 

Kehadiran Wakapolda NTT disambut langsung oleh Wakapolres Sikka Kompol Marselus Yugo Amboro, S.I.K., yang didampingi Kapolsek Waigete Iptu Muhammadong bersama jajaran personel Polsek Waigete. Suasana penyambutan berlangsung penuh keakraban, namun tetap dalam nuansa kedinasan yang mencerminkan hubungan solid antara pimpinan dan jajaran di tingkat kewilayahan.

 

Sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan, Kapolsek Waigete mengalungkan selendang kepada Wakapolda NTT. Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus bentuk penerimaan hangat jajaran Polsek Waigete terhadap pimpinan Polda NTT yang hadir di tengah-tengah personel.

 

Usai prosesi penyambutan, Wakapolda NTT bersama rombongan beristirahat sejenak di Mako Polsek Waigete. Momentum singkat itu kemudian dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan langsung kepada Kapolsek dan seluruh personel.

 

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Pol Faisal menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolsek Waigete bersama seluruh anggota atas pelaksanaan tugas dan pengabdian yang telah dijalankan. Apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan pimpinan terhadap jajaran yang berada di garis depan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

 

Namun, di balik ucapan terima kasih tersebut, Wakapolda NTT juga menyampaikan penekanan yang tidak kalah penting. Seluruh personel Polsek Waigete diminta untuk terus menjaga solidaritas internal dan memperkuat kebersamaan dalam menjalankan tugas.

 

Solidaritas, menurut pesan yang disampaikan, bukan sekadar slogan yang berhenti di ruang apel atau dalam kegiatan seremonial. Solidaritas merupakan fondasi penting dalam menjaga kekuatan organisasi, terutama bagi institusi kepolisian yang setiap hari berhadapan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat.

 

Karena itu, setiap personel diminta untuk menjaga hubungan baik, membangun komunikasi yang sehat, saling mendukung dalam pelaksanaan tugas, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merusak keutuhan internal organisasi.

 

Lebih dari itu, Wakapolda NTT memberikan penekanan agar seluruh personel menghindari berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun institusi.

 

Pesan tersebut menjadi peringatan sekaligus pengingat bahwa seragam kepolisian membawa tanggung jawab besar. Setiap tindakan seorang personel tidak hanya berdampak terhadap dirinya sendiri, tetapi juga dapat menyeret nama baik keluarga, kesatuan, bahkan citra institusi Polri di mata masyarakat.

 

Satu tindakan yang keliru dapat menghapus kerja keras banyak personel yang selama ini telah berjuang menjaga keamanan, memberikan pelayanan, dan membangun kepercayaan publik.

 

Karena itu, disiplin dan integritas menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seorang anggota Polri. Keduanya bukan hanya tuntutan kedinasan, melainkan juga menjadi ukuran utama dalam menjaga kehormatan profesi dan marwah institusi.

 

Pesan Wakapolda NTT di Polsek Waigete tersebut sekaligus mempertegas bahwa soliditas internal harus berjalan seiring dengan integritas pribadi. Tidak ada ruang bagi tindakan yang berpotensi mencederai kepercayaan masyarakat maupun merusak citra kepolisian.

 

Kunjungan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat utama dan personel kepolisian, di antaranya Dirintelkam Polda NTT Kombes Pol Danang Kuswoyo, S.I.K., Dansat Brimob Polda NTT Kombes Pol Afrizal Asri, S.I.K., Kabid Propam Polda NTT AKBP Muhammad Andra Wardana, S.H., S.I.K., M.Tr.Opsla., Kapolres Flores Timur AKBP Adhytia Octorio Putra, S.I.K., Wakapolres Sikka Kompol Marselus Yugo Amboro, S.I.K., unsur Humas Polda NTT, Kasat Lantas Polres Flores Timur bersama personel Patwal Satlantas Polres Flores Timur, Kapolsek Waigete Iptu Muhammadong, Ketua Bhayangkari Ranting Waigete Ny. Muhammadong, serta seluruh personel Polsek Waigete.

 

Kehadiran sejumlah pejabat kepolisian dalam rombongan tersebut menunjukkan bahwa kunjungan itu berlangsung dalam suasana koordinasi dan kebersamaan antarjajaran. Polsek sebagai ujung tombak pelayanan kepolisian di wilayah hukum masing-masing memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

Di tengah berbagai tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks, soliditas menjadi kekuatan utama. Sementara integritas menjadi benteng yang harus terus dijaga.

 

Setelah menyampaikan pesan dan arahan singkat kepada jajaran Polsek Waigete, rombongan Wakapolda NTT kemudian meninggalkan Mako Polsek Waigete untuk melanjutkan perjalanan menuju Maumere. Rangkaian kunjungan singkat tersebut berakhir sekitar pukul 11.35 Wita. Seluruh kegiatan berlangsung aman, lancar, tertib, dan kondusif.

 

Meski singkat, kunjungan tersebut meninggalkan pesan yang panjang dan kuat. Bahwa menjadi anggota Polri bukan hanya tentang mengenakan seragam dan menjalankan tugas, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan, mengendalikan diri, memelihara solidaritas, dan menjauhkan diri dari setiap tindakan yang dapat merusak kehormatan institusi.

 

Dari Mako Polsek Waigete, pesan itu kembali ditegaskan: solidaritas harus dirawat, integritas harus dijaga, disiplin harus ditegakkan, dan pelanggaran tidak boleh diberi ruang untuk merusak marwah institusi Polri.

 

Sebab, kepercayaan publik dibangun melalui kerja keras yang panjang, tetapi dapat runtuh hanya karena satu kesalahan yang tidak terkendali.

 

Kunjungan singkat Wakapolda NTT ke Polsek Waigete menjadi momentum penguatan soliditas dan pembinaan internal, dengan pesan tegas agar seluruh personel menjaga integritas, disiplin, serta menjauhi pelanggaran demi mempertahankan kehormatan dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri. [Cm24]