“Investasi Gizi untuk Masa Depan Bangsa, Program Makan Bergizi Gratis Presiden RI Menjangkau Ribuan Warga Sikka”

Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sikka pada Selasa, 13 Januari 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar dengan melibatkan 12 Dapur SPPG serta berhasil menyalurkan makanan bergizi kepada 31.784 penerima manfaat, sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat, khususnya peserta didik dan kelompok rentan.

“Investasi Gizi untuk Masa Depan Bangsa, Program Makan Bergizi Gratis Presiden RI Menjangkau Ribuan Warga Sikka”
31.784 Warga Terlayani, Program Makan Bergizi Gratis Presiden RI Bergerak Masif di Kabupaten Sikka

Tribratanewssikka.com - Maumere, 14 Januari 202. Komitmen negara dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas kembali diwujudkan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

 

Di Kabupaten Sikka, program strategis nasional yang merupakan inisiatif langsung Presiden Republik Indonesia ini dilaksanakan secara masif, terukur, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda dan kelompok rentan.

 

Pada Selasa, 13 Januari 2026, sejak pukul 08.30 WITA hingga 13.30 WITA, kegiatan Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berlangsung serentak di berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Sikka. 

 

Program ini dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan dilaksanakan melalui jaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah direkomendasikan secara resmi.

 

Program MBG merupakan salah satu kebijakan unggulan Presiden RI dalam rangka meningkatkan status gizi anak-anak sekolah, memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat, serta menekan angka stunting. Di Kabupaten Sikka, pelaksanaan program ini menunjukkan progres signifikan baik dari sisi jangkauan wilayah maupun jumlah penerima manfaat.

 

Penyaluran MBG dilakukan secara bertahap menyesuaikan kapasitas dapur SPPG, dengan sasaran utama: Peserta didik PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK dan SLB, Guru serta tenaga kependidikan, Balita, ibu hamil, dan ibu menyusui pada posyandu.

 

Seluruh menu yang disajikan menggunakan mekanisme makanan basah, terdiri dari nasi, lauk pauk berprotein, sayur-sayuran, dan buah, disusun oleh tenaga ahli gizi untuk memastikan kecukupan nutrisi sesuai standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.

 

Dalam pelaksanaan MBG di Kabupaten Sikka, 12 Dapur SPPG yang tersebar di Kecamatan Alok, Alok Timur, Alok Barat, Lela, Kangae, Kewapante, Nita, dan Koting berperan aktif dalam proses produksi hingga pendistribusian makanan bergizi.

 

Total penerima manfaat Program MBG di Kabupaten Sikka saat ini mencapai ±34.000 orang, sementara pada penyaluran hari ini berhasil menjangkau 31.784 penerima manfaat, dengan rincian distribusi dari masing-masing dapur SPPG sebagai berikut:

 

Dapur SPPG Kota Uneng I – Kecamatan Alok: 3.204 penerima manfaat. Dapur SPPG Kota Uneng II – Kecamatan Alok: 3.439 penerima manfaat. Dapur SPPG Kota Uneng III – Kecamatan Alok: 1.101 penerima manfaat. Dapur SPPG Waioti – Kecamatan Alok Timur: 3.084 penerima manfaat. Dapur SPPG Nangameting – Kecamatan Alok Timur: 3.556 penerima manfaat. Dapur SPPG Wailiti – Kecamatan Alok Barat: 3.154 penerima manfaat. Dapur SPPG Lela – Kecamatan Lela: 2.913 penerima manfaat. Dapur SPPG Kangae I – Kecamatan Kangae: 2.680 penerima manfaat. Dapur SPPG Kangae II – Kecamatan Kangae: 1.337 penerima manfaat. Dapur SPPG Waiara – Kecamatan Kewapante: 3.463 penerima manfaat. Dapur SPPG Nita – Kecamatan Nita: 2.677 penerima manfaat. Dapur SPPG Koting – Kecamatan Koting: 1.176 penerima manfaat

 

Pelaksanaan MBG kali ini juga ditandai dengan penambahan dua dapur SPPG baru, yakni: Dapur SPPG Kangae II – Yayasan Garuda Bakti Flores, Kecamatan Kangae. Dapur SPPG Koting – Yayasan Garuda Bakti Flores, Kecamatan Koting

 

Penambahan tersebut menjadi bukti nyata perluasan layanan dan keseriusan pemerintah dalam memastikan pemerataan akses gizi hingga ke wilayah pelosok.

 

Seluruh rangkaian kegiatan penyaluran MBG di Kabupaten Sikka berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini turut dimonitor secara langsung oleh Personel Unit II Sat Intelkam Polres Sikka, guna memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan tidak mengalami kendala di lapangan.

 

Kehadiran aparat kepolisian dalam pengawasan kegiatan menjadi bagian penting dalam menjamin stabilitas, ketertiban, serta kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program nasional tersebut.

 

Program Makan Bergizi Gratis tidak sekadar menghadirkan makanan di meja peserta didik dan masyarakat, tetapi merupakan investasi jangka panjang negara dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra yayasan, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, serta aparat keamanan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan MBG di Kabupaten Sikka.

 

Dengan capaian ini, Kabupaten Sikka menjadi salah satu daerah yang menunjukkan kesiapan dan kesungguhan dalam mendukung kebijakan strategis nasional demi terwujudnya Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera. [Cm24]