Pascagempa, Polres Sikka Pulihkan Trauma Pelajar: Hadirkan Rasa Aman dan Kembali Bangkitkan Keceriaan

Trauma healing Polres Sikka menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kondisi psikologis pelajar pascagempa. Melalui pendekatan humanis, permainan, bernyanyi, pendampingan, dan edukasi kebencanaan, para pelajar didorong untuk kembali menemukan rasa aman, mengurangi ketakutan dan kecemasan, serta membangun kembali semangat belajar dan keceriaan.

Pascagempa, Polres Sikka Pulihkan Trauma Pelajar: Hadirkan Rasa Aman dan Kembali Bangkitkan Keceriaan
Bangkit dari Trauma Pascagempa, Polres Sikka Hadir di Tengah Pelajar SD 1 Maumere

Maumere, 16 September 2026. Tribratanewssikka.com— Pasca gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Sikka, perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Menyikapi kondisi tersebut, Satuan Binmas Polres Sikka hadir di tengah para pelajar melalui kegiatan trauma healing di SD 1 Maumere, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA itu menyasar para pelajar dengan pendekatan humanis dan penuh empati. Personel Sat Binmas tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga membuka ruang bagi anak-anak untuk menceritakan pengalaman mereka setelah bencana.

 

Rasa takut, cemas, sedih, hingga kekhawatiran yang mungkin masih tersisa akibat gempa menjadi bagian yang didengarkan secara langsung oleh personel Polri. Pendekatan tersebut dilakukan agar para pelajar perlahan dapat kembali merasakan ketenangan dan membangun kepercayaan diri untuk menjalani aktivitas belajar seperti biasa.

 

Suasana kegiatan dibuat senyaman mungkin. Para pelajar diajak bermain, bernyanyi bersama, serta mengikuti berbagai permainan sederhana yang bertujuan menciptakan suasana ceria dan mengurangi ketegangan psikologis akibat pengalaman bencana.

 

Selain pendekatan melalui permainan, personel Sat Binmas juga memberikan edukasi sederhana mengenai kebencanaan. Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi situasi darurat, sehingga rasa takut dapat diimbangi dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan.

 

Trauma healing tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Sikka membantu mengembalikan semangat para pelajar dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Lebih dari itu, kegiatan ini diarahkan untuk membantu mengurangi rasa takut dan kecemasan akibat gempa bumi serta menumbuhkan kembali rasa aman dan keceriaan anak-anak.

 

Bagi anak-anak, proses pemulihan pascabencana bukan hanya menyangkut kondisi fisik dan lingkungan sekolah, tetapi juga menyentuh aspek psikologis. Karena itu, kehadiran orang dewasa yang memberikan rasa aman, mendengarkan cerita mereka, serta mengajak mereka kembali bermain dan belajar menjadi bagian penting dalam melewati masa pemulihan.

 

Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam situasi pascabencana. Peran kepolisian tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga memberikan dukungan sosial dan rasa aman kepada masyarakat yang terdampak bencana.

 

Polres Sikka terus mendorong terbangunnya sinergitas antara Polri, pihak sekolah, orang tua, serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung proses pemulihan pascagempa. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar anak-anak dapat kembali menjalani aktivitas pendidikan dengan rasa aman, nyaman, dan penuh semangat.

 

Kegiatan trauma healing tersebut dihadiri Kanit Bintibmas Aiptu Gabrielis Ivony Making, Kanit Binpolmas Aiptu Maria Avelina, Kaur Mintu Sat Binmas Aipda Ridwan, dan Bamin Sat Binmas Bripka Vera Hehanussa. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 10.00 WITA dan berlangsung dalam keadaan aman, lancar, serta kondusif.

 

Melalui kegiatan ini, Polres Sikka menunjukkan kehadiran Polri tidak hanya ketika masyarakat membutuhkan pengamanan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan dukungan dan pendampingan untuk bangkit dari dampak bencana.

 

Bagi para pelajar, trauma healing menjadi ruang untuk kembali tersenyum, berani bercerita, bermain, dan menatap kegiatan belajar dengan rasa percaya diri. Di tengah proses pemulihan pascagempa, dukungan bersama menjadi kekuatan penting agar anak-anak tidak larut dalam rasa takut, melainkan mampu kembali tumbuh dengan rasa aman dan harapan. (Aln)

 

"POLDA NTT PENUH KASIH DARI TIMUR MENGUATKAN INDONESIA"