Perkuat Stabilitas Wilayah, Bhabinkamtibmas Palue Sikka Beri Materi dan Penegasan Kamtibmas kepada Warga
Kegiatan pemberian materi dan arahan kamtibmas oleh Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue di Kapela St. Arnoldus Janssen, Desa Nitung Lea, menjadi langkah preventif dalam memastikan pelaksanaan Pesta Sambut Baru berjalan aman, tertib, dan kondusif. Melalui sosialisasi terkait kewajiban pengurusan izin keramaian, ajakan menjaga keamanan bersama, serta imbauan antisipasi gangguan saat acara berlangsung, masyarakat menunjukkan respons positif dan kesiapan untuk mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman di wilayah Kecamatan Palue.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 4 Juni 2026. Di tengah semangat masyarakat menyongsong pelaksanaan tradisi Pesta Sambut Baru yang sarat makna kebersamaan, pesan tentang pentingnya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) ditegaskan sejak dini.

Upaya itu terlihat dalam kegiatan pemberian materi dan arahan kamtibmas yang berlangsung di Kapela St. Arnoldus Janssen, Desa Nitung Lea, Kecamatan Palue, pada Kamis (04/06/2026) pukul 10.00 WITA hingga selesai, sebagai langkah preventif guna memastikan setiap rangkaian kegiatan adat dan hiburan masyarakat berjalan aman, tertib, serta bebas dari potensi gangguan.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, BRIGPOL I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., dengan menyasar para orang tua, tokoh keagamaan, serta masyarakat yang akan terlibat dalam pelaksanaan acara Pesta Sambut Baru di wilayah tersebut.
Dalam penyampaiannya, Bhabinkamtibmas menekankan bahwa semarak pesta rakyat harus berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap aturan hukum dan tanggung jawab sosial. Karena itu, pihak keluarga maupun panitia penyelenggara diingatkan agar wajib mengurus Surat Izin Keramaian di Polsek Nelle sebelum pelaksanaan kegiatan, sebagai bentuk tertib administrasi sekaligus upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
“Pesta boleh meriah, tetapi keamanan dan ketertiban tetap menjadi prioritas bersama,” demikian pesan utama yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.
Adapun sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi dalam pengurusan izin keramaian turut disosialisasikan secara rinci kepada masyarakat, yakni membawa KTP atau Kartu Keluarga (KK) sebagai identitas penanggung jawab kegiatan, menyediakan materai Rp10.000 sebanyak satu lembar, serta melampirkan surat keterangan dari pemerintah desa terkait pelaksanaan acara Pesta Sambut Baru. Bahkan, bagi warga yang berhalangan hadir langsung ke Maumere, diberikan kemudahan dengan mekanisme pengurusan yang dapat diwakilkan oleh anggota keluarga yang berada di wilayah tersebut.
Tak berhenti pada aspek administrasi, BRIGPOL I Gusti Ngurah Putra Kencana juga mengajak seluruh orang tua agar mengambil peran aktif menjaga situasi kamtibmas di lingkungan masing-masing. Menurutnya, keamanan wilayah tidak semata menjadi tugas aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama para orang tua sebagai garda pertama dalam membangun kesadaran sosial di tengah keluarga dan lingkungan sekitar.
Dalam arahannya, Bhabinkamtibmas juga menegaskan pentingnya respons cepat apabila terjadi persoalan di lokasi kegiatan. Ia meminta masyarakat untuk tidak mengambil tindakan sendiri ketika muncul potensi konflik, kesalahpahaman, ataupun gangguan keamanan selama pesta berlangsung. Sebaliknya, warga diminta segera berkoordinasi dan melaporkan kepada aparat keamanan, khususnya Bhabinkamtibmas, agar persoalan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Menariknya, perhatian terhadap stabilitas keamanan juga diarahkan pada sesi hiburan masyarakat yang kerap menjadi titik kerawanan, khususnya kegiatan bebas atau joget bersama. Dalam kesempatan itu, pihak penyelenggara dan pembawa acara (MC) diimbau untuk secara aktif menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada peserta kegiatan sebelum acara hiburan dimulai. Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya membangun kesadaran kolektif agar masyarakat tetap menjaga ketertiban, menghindari konsumsi minuman keras berlebihan, serta mencegah terjadinya gesekan antarwarga.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Kapela St. Arnoldus Janssen itu turut dihadiri oleh Pastor Rekan Paroki Lei, para Suster, Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, serta para orang tua bersama anak-anak yang menjadi bagian dari pelaksanaan Pesta Sambut Baru. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan adanya sinergi antara aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam membangun suasana yang harmonis sekaligus kondusif di wilayah kepulauan.
Respons positif pun mengalir dari masyarakat. Para orang tua menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada Bhabinkamtibmas atas perhatian dan langkah preventif yang dilakukan sebelum pesta digelar. Mereka menilai arahan yang diberikan bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kepedulian nyata aparat kepolisian dalam memastikan tradisi budaya dan kebersamaan masyarakat dapat berlangsung dengan aman tanpa meninggalkan potensi persoalan di kemudian hari.
Melalui pendekatan humanis yang mengedepankan edukasi dan pencegahan, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat kembali menunjukkan peran strategis Polri sebagai mitra warga dalam menjaga stabilitas keamanan. Di Kecamatan Palue, pesan itu disampaikan dengan jelas: tradisi boleh dirayakan dengan suka cita, namun keamanan tetap menjadi tanggung jawab bersama.[Cm24]


