Polres Sikka Wujudkan Kepedulian Lintas Iman, Gereja Oekumene Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Gereja Paga

Penyaluran bantuan Gereja Oekumene Polres Sikka kepada pembangunan Gereja Paga menjadi bukti nyata bahwa Polres Sikka tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang peduli terhadap kehidupan keagamaan dan sosial. Kepedulian ini mencerminkan komitmen Polri dalam memperkuat toleransi, membangun hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat, serta mendukung pelayanan gereja agar terus memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat. Sinergi yang terjalin melalui semangat kebersamaan dan solidaritas lintas iman diharapkan semakin memperkokoh persatuan serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Sikka.

Polres Sikka Wujudkan Kepedulian Lintas Iman, Gereja Oekumene Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Gereja Paga
Bangun Rumah Ibadah, Bangun Persaudaraan: Polres Sikka Salurkan Bantuan untuk Gereja Paga

Maumere, 31 Juli 2026. Tribratanewssikka.com – Di tengah derasnya arus kehidupan yang kerap diwarnai berbagai tantangan sosial, Polres Sikka kembali menghadirkan pesan kuat bahwa keamanan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan, kepedulian, dan semangat persaudaraan. 

Nilai-nilai itulah yang kembali diwujudkan melalui Gereja Oekumene Polres Sikka dengan menyalurkan bantuan dana bagi pembangunan Gereja Paga, sebuah langkah nyata yang memperlihatkan wajah humanis Polri dalam merawat harmoni dan memperkokoh persatuan di Kabupaten Sikka.

 

Penyerahan bantuan yang berlangsung pada Jumat (31/7/2026) di Pastoran Paroki Salib Suci Maulo'o, Desa Mbengu, Kecamatan Paga, bukan sekadar seremoni simbolis. Momentum tersebut menjadi representasi komitmen Polres Sikka dalam memperkuat kemitraan dengan para tokoh agama sekaligus mempertegas bahwa rumah ibadah merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun karakter, moral, dan kehidupan masyarakat yang damai.

 

Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan mewarnai prosesi penyerahan bantuan yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 10.45 WITA. Di ruang sederhana yang dipenuhi semangat persaudaraan, jajaran Polsek Paga bersama pengurus Paroki Salib Suci Maulo'o duduk berdialog, berbagi harapan, serta memperkuat komitmen bersama untuk terus menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Sikka.

 

Mewakili Kapolres Sikka, bantuan diserahkan oleh Kapolsek Paga, IPDA Hasan Sabon, kepada Pastor Rekan Paroki Salib Suci Maulo'o, Romo Aloysius Doi, O.Carm. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasium Polsek Paga AIPTU Wihelmus R. Didinong, Kanit SPKT I Polsek Paga AIPDA Patrisius Rudi Kurniawan, serta Bhabinkamtibmas Desa Mbengu BRIPKA Paskalis Theodorus Tallu.

 

Kehadiran jajaran kepolisian di tengah lingkungan gereja menghadirkan makna yang jauh lebih besar daripada sekadar penyerahan bantuan. Masyarakat menyaksikan secara langsung bahwa Polri tidak membatasi pengabdiannya hanya pada tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir sebagai mitra yang peduli terhadap kebutuhan sosial dan spiritual masyarakat.

 

Sebagai Ketua Oekumene Polres Sikka, IPDA Leonardus Tunga.,S.M., Menyampsikan bahwa bantuan dana yang diberikan kepada Gereja Paga merupakan bentuk kepedulian dan dukungan Polres Sikka terhadap kegiatan keagamaan serta pelayanan umat di wilayah Paga.

 

"Bantuan ini tidak dimaksudkan untuk kepentingan tertentu, melainkan sebagai wujud nyata komitmen Polres Sikka dalam menjalin hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan gereja dalam melaksanakan pelayanan rohani dan sosial bagi jemaat serta masyarakat sekitar. Oekumene Polres Sikka senantiasa berupaya menjaga semangat kebersamaan, toleransi, dan solidaritas lintas iman demi terciptanya suasana yang damai dan kondusif di Kabupaten Sikka," Ujarnya

 

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa nilai utama yang dibangun Polres Sikka bukanlah sebatas memberikan bantuan materi, melainkan menghadirkan kepedulian sebagai jembatan yang mempererat hubungan antara institusi kepolisian dengan masyarakat. Dalam perspektif tersebut, pembangunan rumah ibadah dipandang sebagai investasi sosial yang akan melahirkan generasi berkarakter, memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, sekaligus menjadi ruang tumbuhnya semangat persaudaraan di tengah keberagaman.

 

Kapolsek Paga, IPDA Hasan Sabon, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata semangat Polri Presisi yang menempatkan pendekatan humanis sebagai salah satu pilar utama pelayanan kepada masyarakat.

 

Menurutnya, keberadaan Polri tidak boleh dipahami hanya sebagai aparat penegak hukum yang bertugas ketika terjadi gangguan keamanan. Lebih dari itu, Polri harus mampu hadir sebelum persoalan muncul, membangun komunikasi, memperkuat kepercayaan, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat.

 

"Keamanan yang sesungguhnya lahir dari kebersamaan. Ketika hubungan antara Polri, tokoh agama, tokoh adat, pemerintah, dan masyarakat terjalin dengan baik, maka situasi kamtibmas akan tetap terpelihara. Karena itu kami terus membangun sinergi melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan seperti ini," ujar Kapolsek.

 

Pandangan tersebut sejalan dengan strategi Polres Sikka dalam memperkuat keamanan berbasis kemitraan. Tokoh agama dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki pengaruh besar dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga persaudaraan, menolak segala bentuk provokasi, serta memperkuat semangat gotong royong.

 

Di sisi lain, Romo Aloysius Doi, O.Carm., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian yang diberikan Polres Sikka melalui Gereja Oekumene Polres Sikka. Baginya, bantuan tersebut bukan hanya menjadi dukungan terhadap pembangunan fisik gereja, tetapi juga menghadirkan semangat baru bagi umat yang selama ini bergotong royong membangun rumah ibadah.

 

Ia menilai kepedulian tersebut merupakan bukti bahwa nilai-nilai persaudaraan masih hidup dan tumbuh kuat di Kabupaten Sikka. Sinergi antara gereja dan kepolisian diyakini akan semakin memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, serta saling menghargai dalam keberagaman.

 

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kapolres Sikka beserta seluruh jajaran yang telah memberikan perhatian terhadap pembangunan Gereja Paga. Menurutnya, dukungan tersebut akan menjadi motivasi bagi seluruh umat untuk terus menyelesaikan pembangunan gereja sekaligus meningkatkan pelayanan rohani dan sosial kepada masyarakat.

 

Bantuan yang disalurkan melalui Gereja Oekumene Polres Sikka sesungguhnya membawa pesan yang jauh lebih luas daripada nilai nominalnya. Di balik bantuan tersebut tersimpan semangat membangun kebersamaan, memperkuat toleransi, serta merawat solidaritas lintas iman sebagai modal utama menjaga keutuhan masyarakat Kabupaten Sikka.

 

Polres Sikka meyakini bahwa keamanan tidak pernah berdiri sendiri. Keamanan tumbuh dari rasa saling percaya, saling menghormati, dan saling peduli antarsesama. Ketika rumah-rumah ibadah menjadi pusat pembinaan moral dan persaudaraan, maka masyarakat akan memiliki daya tahan sosial yang semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan.

 

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban. Namun lebih dari itu, kegiatan ini meninggalkan pesan yang mendalam bahwa di balik seragam kepolisian terdapat kepedulian yang tulus, dan di balik tugas menjaga keamanan terdapat komitmen besar untuk terus merawat kemanusiaan.

 

Melalui langkah sederhana namun penuh makna ini, Polres Sikka kembali menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu diwujudkan dengan tindakan represif ataupun penegakan hukum. Pengabdian juga lahir dari uluran tangan, kepedulian terhadap sesama, dukungan terhadap pelayanan keagamaan, dan komitmen menjaga harmoni lintas iman. 

 

Inilah wajah Polri yang terus hadir sebagai pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, sekaligus mitra yang berjalan bersama rakyat dalam membangun Kabupaten Sikka yang aman, damai, toleran, dan semakin maju. [Cm24]