“Polsubsektor Nebe Polsek Waigete Polres Sikka Tak Sekadar Jaga Kamtibmas, Kini Bergerak Wujudkan Ketahanan Pangan Presiden”

Pelaksanaan Program Pangan Lestari (P2L) di lahan pekarangan Polsubsektor Nebe merupakan bentuk dukungan nyata Polri terhadap program ketahanan pangan nasional Presiden Republik Indonesia melalui pemanfaatan lahan produktif untuk tanaman pangan bergizi. Kegiatan berjalan aman, tertib, dan menunjukkan komitmen kepolisian dalam mendukung kemandirian pangan dari tingkat desa.

“Polsubsektor Nebe Polsek Waigete Polres Sikka Tak Sekadar Jaga Kamtibmas, Kini Bergerak Wujudkan Ketahanan Pangan Presiden”
Polsubsektor Nebe Maksimalkan Pekarangan Pangan Bergizi, Polisi Penggerak Perkuat Ketahanan Pangan dari Desa

Tribratanewssikka.com - Maumere, 11 Juni 2026. Di tengah penguatan program ketahanan pangan nasional yang terus digaungkan pemerintah sebagai salah satu prioritas strategis menuju kemandirian pangan, jajaran kepolisian di wilayah hukum Polres Sikka kembali menunjukkan keterlibatan aktif melalui aksi nyata di tingkat desa. 

Kamis (11/6/2026), lahan pekarangan milik Polsubsektor Nebe, Desa Nebe, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, tampak hidup dengan deretan tanaman pangan bergizi yang dikelola secara berkelanjutan dalam Program Pangan Lestari (P2L).

Program tersebut menjadi bagian dari dukungan konkret Polri terhadap agenda ketahanan pangan nasional guna menyukseskan program prioritas Presiden Republik Indonesia, dengan pendekatan sederhana namun berdampak langsung: mengoptimalkan lahan tidur dan pekarangan menjadi sumber pangan produktif yang bernilai gizi.

 

Sekitar pukul 11.30 WITA, kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan di lingkungan Polsubsektor Nebe berlangsung dengan keterlibatan langsung aparat kepolisian setempat. Kapol Subsektor Nebe bersama anggota tampil sebagai polisi penggerak, mengawal sekaligus memastikan keberlanjutan pengelolaan tanaman pangan di lokasi tersebut.

 

Di atas lahan yang dimanfaatkan, berbagai jenis tanaman hortikultura tumbuh dan dirawat secara intensif. Tanaman cabai atau lombok menjadi salah satu komoditas utama yang dikembangkan, berdampingan dengan terung dan tomat—komoditas pangan yang tidak hanya memiliki nilai konsumsi rumah tangga tinggi, tetapi juga berpotensi membantu menopang kebutuhan pangan masyarakat di tengah dinamika harga bahan pokok.

 

Pemanfaatan pekarangan dengan tanaman pangan bergizi seperti ini dinilai bukan sekadar aktivitas simbolis, melainkan representasi dari perubahan paradigma ketahanan pangan berbasis komunitas. Ketika setiap institusi, termasuk aparat keamanan, mulai mengelola ruang terbatas menjadi lahan produktif, maka upaya menjaga stabilitas pangan nasional tidak lagi hanya bertumpu pada sektor pertanian besar, tetapi juga tumbuh dari lingkungan terkecil.

 

Dalam pengelolaannya, tanaman-tanaman tersebut mendapat dukungan pemupukan menggunakan pupuk Urea dan NPK guna menjaga kesuburan tanah serta meningkatkan produktivitas tanaman. Sementara untuk mengantisipasi serangan organisme pengganggu tanaman atau hama, digunakan sejumlah bahan pengendali seperti Lanate 40 SP, Lavitrin, dan Remazole-P agar pertumbuhan tanaman tetap optimal dan hasil panen dapat terjaga.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ka Subsektor Nebe, AIPTU Sadriyanto, bersama Bhabinkamtibmas Desa Nebe, AIPDA Soalihin, yang terlibat langsung dalam pengawasan sekaligus pemeliharaan lahan pangan tersebut. Kehadiran aparat di lapangan memperlihatkan bahwa peran kepolisian saat ini tidak hanya terbatas pada fungsi keamanan dan ketertiban masyarakat, namun juga berkembang menjadi motor penggerak pembangunan sosial, termasuk dalam aspek ketahanan pangan.

 

Langkah Polsubsektor Nebe ini menjadi gambaran bagaimana institusi kepolisian di daerah mulai mengambil posisi strategis dalam mendukung agenda nasional melalui pendekatan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Dari pekarangan sederhana di wilayah Talibura, pesan besar tentang pentingnya kemandirian pangan digaungkan—bahwa ketahanan bangsa dapat dibangun dari tanah kecil yang digarap dengan kesungguhan.

 

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bagian dari pelaporan pelaksanaan Program Pangan Lestari (P2L) di wilayah hukum Polres Sikka.

 

Dengan semangat gotong royong dan keberlanjutan, pekarangan Polsubsektor Nebe kini tidak lagi sekadar ruang kosong di halaman kantor, melainkan telah bertransformasi menjadi simbol produktivitas—tempat di mana bibit ketahanan pangan ditanam, dirawat, dan diharapkan kelak memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. [Cm24]