“Respon Cepat Bhabinkamtibmas di Tengah Bencana: Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrem Lumpuhkan Jalan Pasar Wairkoja Sikka”
Pohon tumbang akibat cuaca ekstrem di Jalan Raya menuju Pasar Wairkoja, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, menyebabkan terputusnya akses lalu lintas dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Bhabinkamtibmas Polres Sikka telah merespons cepat dengan melakukan pengecekan lokasi, pengamanan situasi, imbauan kamtibmas, serta koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk penanganan lanjutan. Hingga saat ini, akses jalan masih tertutup dan menunggu tindakan teknis pembersihan oleh instansi terkait.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 14 Januari 2026. Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, kembali menimbulkan dampak serius bagi aktivitas masyarakat. Pada Selasa, 13 Januari 2026, sebuah pohon berukuran besar tumbang dan melintang menutup total akses Jalan Raya menuju Pasar Wairkoja, tepatnya di Dusun Wailong, RT 10 RW 05, Desa Wairkoja.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WITA, saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Pohon yang tumbang tidak hanya menutup badan jalan, namun juga menimpa kabel listrik, sehingga meningkatkan potensi bahaya bagi masyarakat serta pengguna jalan yang melintas.
Informasi awal kejadian diperoleh Bhabinkamtibmas Desa Wairkoja, AIPDA Dami Daty, setelah menerima laporan dari warga melalui sambungan telepon. Menindaklanjuti laporan tersebut, AIPDA Dami Daty bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk memastikan kondisi lapangan serta melakukan langkah-langkah awal pengamanan.
Setibanya di lokasi, Bhabinkamtibmas mendapati kondisi jalan sudah tidak dapat dilalui sama sekali, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Batang pohon yang besar dan berat melintang di tengah jalan, sementara posisi kabel listrik yang tertimpa menambah kompleksitas penanganan karena berisiko menimbulkan sengatan listrik dan kecelakaan tambahan.
Sebagai langkah awal, Bhabinkamtibmas segera berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Wairkoja guna membahas upaya pembersihan pohon tumbang. Namun demikian, proses pembersihan belum dapat dilakukan karena ukuran batang pohon yang besar memerlukan alat khusus berupa mesin potong (chainsaw/sensor). Selain itu, berdasarkan keterangan Kepala Desa Wairkoja, keterbatasan anggaran desa menjadi kendala utama dalam penyediaan alat tersebut.
Guna mempercepat penanganan, Bhabinkamtibmas bersama Pemerintah Desa melanjutkan koordinasi dengan pihak Kecamatan Kewapante, dengan harapan dapat memperoleh dukungan peralatan dan langkah teknis yang aman, mengingat keberadaan kabel listrik di lokasi kejadian.
Di tengah situasi tersebut, Bhabinkamtibmas juga melaksanakan imbauan kamtibmas kepada warga setempat, khususnya agar tidak melakukan pungutan liar atau pemalakan terhadap para pengguna jalan yang terdampak akibat terputusnya akses. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketertiban umum dan mencegah munculnya persoalan sosial baru di tengah kondisi darurat.
Hingga sore hari, arus lalu lintas menuju Pasar Wairkoja masih lumpuh total. Pengendara terpaksa menghentikan perjalanan atau mencari jalur alternatif, sementara lokasi kejadian tetap berada dalam pengawasan aparat kepolisian dan pemerintah setempat. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama menuju pusat kegiatan perdagangan warga.
Pihak Polres Sikka melalui jajaran Bhabinkamtibmas memastikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga, sembari menunggu tindak lanjut penanganan teknis dari pemerintah kecamatan dan instansi terkait. Pemantauan terus dilakukan guna mencegah terjadinya kecelakaan serta memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi pohon tumbang.
Tribratanewssikka terus memantau perkembangan serta menerima laporan lanjutan terkait penanganan peristiwa tumbangnya pohon tersebut. Hingga diperoleh informasi bahwa area terdampak telah berhasil dibersihkan melalui kerja sama antara Kepolisian, pemerintah setempat, dan masyarakat sekitar, hingga akses jalan telah difungsikan kembali.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko bencana akibat cuaca ekstrem, sekaligus menegaskan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor dalam menghadapi kondisi darurat yang dapat mengganggu keselamatan dan aktivitas masyarakat secara luas. [Cm24]


